Ketidaktahuan Manusia
Idham Okalaksana Putra
عَلَّمَ ٱلۡإِنسَٰنَ مَا لَمۡ يَعۡلَمۡ
‘allamal-insāna mā lam ya‘lam
Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.
Q.S Al-‘Alaq [96] : 5
Pelajaran tidak hanya didapatkan di bangku sekolah saja, tidak juga dari buku pelajaran yang dibaca, buku-buku pengetahuan, dan juga percobaan yang dilakukan oleh para ilmuwan. Pembelajaran dan juga pengetahuan dapat kita dapatkan dari orang lain selain diri kita ataupun apa yang sudah kita baca. Pagi ini kami mendapatkan hidayah dari anak kami sendiri tentang sebuah pernyataan yang diucapkan oleh anak berusia 5 tahun mengenai ayat Alquran dalam surat Al alaq ayat ke-5. Dalam artian dari surat itu Allah berpesan kepada seluruh manusia bahwasanya dialah Allah yang mengajarkan kepada seluruh manusia apa yang tidak diketahuinya. Ya maka dari pernyataan ini benar bahwasanya manusia itu tidak mengetahui apa saja yang ada di dunia ini kecuali atas Hidayah dan izin Allah subhanahu wa ta’ala untuk bisa mengetahui hal tersebut.
Dalam hal ini anak kami mengatakan bahwasanya Dia berkata kepada bundanya mengenai suatu kata dalam bahasa Arab. Alhamdulillah kami ingin terus bisa berkomunikasi dengan berbahasa Arab maka dari itu kami sebagai orang tua membiasakan kami berbicara satu hal dan lainnya menggunakan bahasa Arab. Bahasa Arab yang kami gunakan adalah bahasa Arab pondok, ya memang terkadang lebih banyak kata-kata yang tidak sesuai dengan gramatikal bahasa Arab. Namun ini sepatu ikhtiar kami bahwasanya membiasakan diri untuk tidak berbahasa Arab karena bahasa Arab adalah bahasa surga. Yang sungguh mencengangkan dari pertanyaan anak kami adalah bunda bunda apa bahasa arabnya dari bagian tubuh laki-laki? Kalau itu bundanya tidak bisa menjawab. Dan celotehan anak kami yang berusia 5 tahun mengatakan kepada bundanya, bunda ini kurang baca ya?. Dari anak usia 5 tahun kami belajar bahwasanya ketika seseorang tidak tahu tidak harus mencas bahwasanya dia itu bodoh. Namun dengan diksi dan juga kata-kata yang santun kita bisa mengatakan hal tersebut dengan menggantinya menjadi kamu kurang baca ya?.
Dalam keterangan tersebut jelas bahwa anak kami yang usia 5 tahun tidak mengatakan perkataan bodoh kepada bundanya, iya menggunakan kata-kata bunda kurang banyak baca ya?, hal itu sungguh luar biasa. Alhamdulillahirobbilalamin Allah telah memberikan Hidayah kepada anak kami untuk mengatakan perkataan yang santun kepada orang tuanya. Hal itu menjadikan kami lebih harus banyak membaca hal-hal yang tidak kami ketahui. Dalam berbagai macam ilmu pengetahuan terutama ilmu agama. Kami menyadari bahwasanya apa yang diucapkan anak kami yang berusia 5 tahun tersebut adalah sebuah ungkapan yang keluar dari mulutnya karena dituntun oleh Allah subhanahu wa ta’ala. Setiap perkataan yang baik, perilaku yang baik, dan semua kebaikan yang kita lakukan sejatinya adalah atas izin Allah Subhanahu Wa ta’ala, dan sebaliknya apa saja bentuk pelanggaran, kekurangan, dan kemaksiatan adalah datangnya dari diri kita sendiri.
Dalam artian dari surat al-alaq ayat ke-5 Allah mengatakan bahwasanya sesuatu yang kita-kita ketahui sejatinya allahlah yang memberi pengetahuan tersebut. Allah yang menciptakan segala apa saja yang ada di dunia ini, walaupun tahu bagaimana cara mengelolanya, dan Allah tahu bagaimana cara menjaganya. Allah memberikan pengajaran melalui anak kami yang berusia 5 tahun agar tidak mengatakan perkataan yang buruk kepada orang lain seperti bodoh dan lain sebagainya, namun jika seseorang yang kita jumpai tidak mengetahui maka perkataan kamu kurang baca ya?, itu adalah sebuah ungkapan yang bijak yang sejatinya mengingatkan diri kita juga bahwasanya Apakah kita sudah membaca hari ini? , Apakah kita sudah mendapatkan ilmu baru hari ini? Dan Apakah kita sudah mengamalkan ilmu-ilmu yang Allah sudah berikan kepada diri kita?. Mari menjawab pertanyaan tersebut dan tanyakan pada diri kita masing-masing hari ini.
Memberikan pelajaran dan juga pengetahuan sejatinya semua itu adalah milik Allah. Manusia tidak memiliki kemampuan jika Allah tidak mengizinkan otak yang Allah berikan kepada diri kita untuk bisa berpikir logis. Kemerosotan seseorang dikarenakan orang yang membaca dari apa-apa yang Allah berikan di seluruh alam semesta ini. Tidak membaca tanda-tanda yang Allah berikan, tidak membaca peringatan-peringatan yang Allah tunjukkan, tidak membaca keilmuan yang sudah ditemukan, tidak membaca hal-hal lain di luar dari apa yang kita baca, dan sebagainya. Kayaknya Kita sebagai manusia yang dikatakan oleh Allah subhanahu wa ta’ala makhluk yang tidak mengetahui apapun kecuali Allah telah memberikan izin agar kita bisa mengetahui hal tersebut, kayaknya kita mulai terus untuk membaca berbagai hal tidak hanya melalui buku bacaan namun apa yang kita lihat, yang kita dengar, dan yang kita rasakan ini juga kita baca sebagai pengingat kepada diri ini. Namun pastinya hal yang sangat utama adalah kita membaca buku-buku yang sudah bertebaran di muka bumi ini dan yang inti dari sebuah buku itu adalah membaca kitab suci alquranul Karim.
Di dalam Alquran Allah sudah memberikan pengetahuan mengenai alam semesta ini beserta isinya, pengetahuan tentang bagaimana cara berinteraksi dengan sesama manusia dan juga makhluk lainnya, pengetahuan tata cara adab dan tata krama dalam artian Islam disebut dengan akhlak, pengetahuan tentang berbagai macam kisah-kisah orang orang yang hidup zaman dahulu dan yang akan datang, pengetahuan bagaimana kita akan hidup setelah kita mati, dan pengetahuan bagaimana caranya kita menjadi orang-orang baik nantinya mati dengan keadaan khusnul khotimah. Semuanya itu lengkap tertulis dan tertuang dalam alquranul Karim sebagai mukjizat yang dibawa Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam sebagai petunjuk bagi manusia hingga hari kiamat. Apakah kita masih meragukan hal tersebut? Atau pintu Hidayah sudah tertutup pada kita sehingga kita tidak mau membaca Alquran? Atau kita malas membaca Alquran? Silakan dijawab masing-masing sesuai dengan kadar keimanan kita.
Allah Subhanahu Wa ta’ala memberikan sebuah petunjuk bahwasanya Allah mengajarkan kepada kita tentang sesuatu yang tidak kita ketahui. Maka sejatinya kita sebagai manusia adalah makhluk pembelajar yang mengajarkan sesuatu yang kita ketahui lalu kita juga harus belajar tentang apa-apa hal yang tidak kita ketahui. Dari siapa saja orang yang memberikan ilmu untuk kepada kita maka kita wajib terima apabila itu baik bagi diri kita. Dan apabila yang diberikan oleh orang lain itu tidak sesuai dengan syariat dan ketentuan Allah Subhanahu Wa ta’ala maka kita selayaknya bisa menolak dan meninggalkannya.
Dari ayat tersebut juga bahwasanya kita sebagai manusia perlu memberikan pengajaran memberikan sebuah teladan, memberikan contoh, dan lain sebagainya kepada orang lain karena sejatinya kita semua adalah seorang guru bagi diri kita masing-masing, bagi keluarga kita, dan juga bagi orang lain. Menjadi guru tidak harus semuanya yang berada di sekolah ataupun universitas namun sebagai guru kita dapat mengajarkan kepada diri kita mengajarkan kepada orang lain dalam bentuk hal apapun yang kita dapat. Mengajarkan kepada orang lain merupakan bentuk sebuah ibadah yang lainnya kita harus lakukan setiap harinya. Namun sebelum kita melakukan pengajaran sudah layaknya kita mengatakan bahwasanya apa yang kita sampaikan adalah seluruhnya yang baik datang dari Allah subhanahu wa ta’ala dan segala bentuk kekurangan dan kesalahan datangnya dari diri kita masing-masing.
Hanya Allah yang pantas mendapatkan dan juga menyandarkan dirinya sebagai yang memiliki segala macam ilmu, karena Allah hanya menciptakan ilmu dan pengetahuan tersebut bukan diri kita. Kita hanyalah pancaran dari cahaya ilahi itu yang bisa kita berikan kepada orang lain, dan yang kita katakan tersebut adalah atas izin Allah Subhanahu Wa ta’ala. Jika Allah kehendaki maka bisa saja ketika kita menyampaikan mulut kita tidak bisa bergerak otak kita tidak bisa berpikir dan tubuh kita pun tidak bisa melangkah. Maka dari itu semuanya kita sampaikan kepada orang lain dalam bentuk pengajaran dan juga pembelajaran ataupun pendidikan sejatinya adalah karena izin Allah Subhanahu Wa ta’ala yang telah memberikan kemudahan agar bisa kita melakukan hal-hal tersebut.
Kami merasa bersyukur kepada Allah Subhanahu Wa ta’ala yang telah memberikan kami kemudahan dalam hidup yang singkat ini dengan segala macam kenikmatan yang Allah berikan. Alhamdulillah kami diberikan anak yang Sholeh, cerdas,baik, dan juga sayang pada keluarganya. Semoga anak-anak kita semuanya bagi para pembaca tulisan ini lo jadikan anak-anak kita menjadi anak-anak yang sholeh dan sholehah, yang dikatakan dalam sabda Nabi Muhammad sebagai amal jariyah yakni anak-anak yang sholeh dan Sholihah yang mendoakan kedua orang tuanya. Dan kita harus selalu ingat bahwasanya kita semua adalah seorang pembelajar, seorang guru, dan juga seorang murid yang haus akan ilmu pengetahuan yang Allah sudah terluaskan di seluruh penjuru alam semesta ini. Mari kita mencarinya dengan hal yang baik dan kita memanfaatkan dan juga mengajarkan kepada yang lain dengan cara-cara yang baik.
Hadanallah wa iyyakum
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Sabtu pagi 4 Januari 2025 jam 07.13 WIB.
Suasana pagi hari ini hujan turun rintik, pergantian hujannya kadang berhenti kadang hujan lagi. Alhamdulillah pagi ini aku mijat kaki anakku. Dan Hari ini pula banyak hal yang harus diajarkan kepada diri ini dan juga kepada semua orang yang kita sayangi.
Ya Allah jadikanlah hidupku ini sebagai hidup yang berniat untuk ibadah kepadamu dimulai dari bangun tidur hingga tidur lagi. Menjadi dzikir yang terus mengalir ketika melihat berbagai macam makhluk hidup yang engkau perlihatkan kepada kami selama kami melakukan perjalanan baik hewan-hewan maupun tumbuh-tumbuhan yang beraneka macamnya. Jam 05.00 mohon dari apa yang kamu lihat itu selalu mencari dzikir memohon ampun kepadamu sebagai bentuk niat kami untuk mendekatkan diri ini kepadamu.

