Kisah Islami

Jangan berteman dengan orang-orang yang menyimpang 

Alhamdulillahirobbilalamin segala puja dan puji syukur kepada Allah Subhanahu Wa ta’ala yang telah menjadikan setiap manusia mengikuti ajaran yang syariatkan. Sholawat beserta salam selalu tercurah pada nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam, para sahabatnya dan semua orang yang mengikuti ajaran beliau.

Pagi ini hari Kamis kami mendengar ceramah dari Ustadz Adi Hidayat beliau mengatakan bahwasanya orang-orang yang dulu berbuat hal-hal yang menyimpang ketika mereka mati para kawan-kawannya yang dulu mengajak kepada kemaksiatan tidak akan mau untuk memasuki liang lahat bersamanya.

Padahal dulu orang-orang yang mengajak kepada hal-hal yang menyimpang mendukung, menganjurkan, menyarankan, takkan mungkin membiayai untuk melakukan berbagai macam penyimpangan dan juga bentuk kemaksiatan kepada Allah Subhanahu Wa ta’ala. Namun ketika pelaku tersebut meninggal, masuk ke liang lahat, mereka yang berkata sebagai teman sejawat bahkan sahabat yang melakukan kemaksiatan tersebut tidak mau ikut juga masuk ke dalam kuburan tersebut. 

Ibaratnya ada seorang atasan yang menyuruh untuk melakukan korupsi dan lain sebagainya ketika bawahan tersebut melakukan tindakan korupsi tersebut atas apa yang diperintahkan oleh atasannya maka dia pun melakukannya. Dia tidak mau menolak akan perintah tersebut, dan menghindari apa yang seharusnya tidak dilakukan.

Seketika Allah cabut nyawanya dari tubuhnya dia pun mati dengan melaksanakan apa diperintahkan atasannya berubah korupsi dan perbuatan tercela lainnya. Pertanyaannya Apakah mau atasannya tersebut ikut ke liang lahat?, Apakah mau kata sandi tersebut bertanggung jawab atas tokoh yang dia perintahkan?, Apakah mau atasannya menanggung dosa atas apa yang dialami orang yang sudah menjadi mayit tersebut?. Jawabannya adalah tidak.

Lalu mengapa kita harus mengikuti segala macam bentuk kemaksiatan dan segala macam penyimpangan jika orang yang menyuruh kita tidak mau mempertanggungjawabkan hal yang dia perintahkan atau ikut juga ke liang lahat ketika mati?. 

Berbagai macam pertanyaan dapat kita buat ketika kita melakukan hal-hal yang menyimpang dari ajaran yang Allah sudah tentukan. Bahkan orang-orang yang beriman pun namun ketika dia berbuat maksiat, ketika ada temannya meninggal Dia pun tidak akan mau ikut ke dalam kuburan.

Maka daripada itu disinggung oleh Allah subhanahu wa ta’ala, wahai sekalian manusia Apakah kamu itu sadar atau tidak, orang yang mengajak kamu kepada kemaksiatan, lihat temennya meninggal pun, temannya wafat pun, dia tidak ingin!. Daripada itu semua orang yang melakukan bentuk kemaksiatan walaupun disuruh oleh atasannya masing-masing bahkan orang yang beriman yang berbuat kemaksiatan ketika dia pun mati maka orang yang menyuruhnya atau atasannya sekalipun tidak akan peduli. 

Bisa dipastikan pula ketika para pelaku penyimpangan tersebut mati maka atasannya yang berkata tersebut akan mengelak, dengan jawaban jangan membawa nama-nama atasan, padahal atasan tersebut yang menyuruh orang yang tadi menjadi mayit melakukan bentuk kemungkaran dan kemaksiatan.

Pertanyaannya adalah Apakah anda ingin menjadikan timbang seperti itu?, dia pada kawannya saja tidak bertanggung jawab, dengan imannya saja dia tidak peduli, kalau dia saja dengan Allah saja dia tidak pedulikan, kenapa anda jadikan dia teman? Dan kenapa anda menjadikan dia teman?.

Perumpamaannya dalam bahasa anak-anak zaman sekarang, Allah saja dia gituin apalagi kamu!, nabi aja di cuekin apalagi kamu!. Yang merupakan peringatan dari Alquran, sudah dijelaskan sangat rinci bagaimana cara memilih teman yang baik, bagaimana cara perilaku yang baik, dan juga bagaimana sebaliknya untuk memilih teman yang mengajak kebaikan dan juga kebenaran, yang menolak apa yang Allah perintahkan dalam bentuk kemaksiatan dan juga pelanggaran.

Maka dari itu di manapun kita berada, di suatu tempat pekerjaan yang kita lakukan, di suatu tempat di mana kita diberikan amanah, di manapun saja kita berada di muka bumi, jadi jangan berteman dengan orang-orang yang menyimpang. Ikutilah apa yang sudah Allah perintahkan dengan semua syariat yang diberikan karena sesungguhnya kita setiap manusia selalu condong pada kebaikan dan membenci pembongkaran. 

Hadanallah wa iyyakum 

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Malam, Kamis pagi 26 Desember 2024 

Alhamdulillah pagi ini berada di kota Malang kembali untuk menikmati liburan akhir tahun bersama keluarga. Semoga Allah menjadikan kita tetapi istiqomah dalam kebaikan dan kebenaran. Dan menghindari berbagai macam bentuk kebugaran datangnya daripada cinta manusia. Tidak berteman dengan orang-orang yang mengajak kemungkaran karena sejatinya mereka semua pun tidak peduli dengan apa yang kita kerjakan. Pedulillah dengan orang-orang yang mengingatkan tentang kebenaran, tentang kebaikan, dan tentang kesabaran. 

Semoga Allah selalu mengampuni diri kita dan menjaga kita dari segala macam bentuk kemungkaran dan menetapkan hati kita untuk selalu teguh dalam kebenaran. 

Silahkan bagikan di :