Uncategorized

Mengapa Nama Keluarga Nabi Muhammad Tidak Disebut di Surah Ali Imran Ayat 33?

Jawabannya Justru Ada di Surah As-Saffat Ayat 130
(Ringkasan Kajian Ustaz Ali, Menem Ali Official – Live Malam Sabtu)

Sebuah pertanyaan klasik yang sering dilontarkan baik oleh kalangan non-Muslim maupun sebagian umat Islam sendiri:

“Di Surah Ali Imran ayat 33 Allah menyebut:
إِنَّ اللّٰهَ اصْطَفٰى اٰدَمَ وَنُوْحًا وَّاٰلَ اِبْرٰهِيْمَ وَاٰلَ عِمْرٰنَ عَلَى الْعٰلَمِيْنَ
‘Sesungguhnya Allah telah memilih Adam, Nuh, keluarga Ibrahim dan keluarga Imran melebihi segala umat (di masa mereka).’

Kenapa nama Nabi Muhammad SAW atau keluarganya (Āli Muhammad) tidak disebut secara eksplisit, padahal kita selalu membaca dalam shalawat:
اللّٰهُمَّ صَلِّ عَلٰى مُحَمَّدٍ وَعَلٰى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلٰى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى آلِ إِبْرَاهِيْمَ
Apakah keluarga Nabi Muhammad kurang penting?”

Jawaban singkatnya: Justru disebut, dan dengan cara yang sangat indah serta mutawatir.

Tempatnya Bukan di Surah Ali Imran, Tapi di Surah As-Saffat Ayat 130

Ayat yang dimaksud:

وَسَلٰمٌ عَلٰى اِلْ يَاسِيْنَ

Kebanyakan mushaf yang kita baca hari ini (riwayat Hafs ‘an ‘Ashim) menuliskan:
سَلٰمٌ عَلٰى إِلْ يَاسِيْنَ → “Salam atas Ilyas (Nabi Elia).”

Namun, di beberapa qira’at sab’ah (tujuh bacaan mutawatir) yang lain, tertulis dan dibaca:

سَلٰمٌ عَلٰى آلِ يَاسِيْنَ → “Salam atas keluarga Yāsīn.”

Yāsīn adalah salah satu nama agung Nabi Muhammad SAW, sebagaimana terdapat dalam Surah Yāsīn itu sendiri dan dalam banyak shalawat klasik:
طٰهٰ رَسُوْلُ اللهِ … يٰسٓ حَبِيْبُ اللهِ

Bukti Fisik Mushaf dari Berbagai Negara (yang Ditunjukkan Langsung dalam Live)

  1. Mushaf terbitan Saudi Arabia (riwayat Warsh ‘an Nafi’) → آل ياسين
  2. Mushaf terbitan Maroko (riwayat Warsh) → آل ياسين
  3. Mushaf terbitan Mesir (riwayat Warsh) → آل ياسين
  4. Mushaf qira’at Ya’qub (riwayat Rauh & Rawis) → آل ياسين
  5. Mushaf qira’at Hisyam ‘an Ibn ‘Amir → آل ياسين
  6. Mushaf riwayat Qalun ‘an Nafi’ → آل ياسين

Semua qira’at selain Hafs membaca “Āli Yāsīn” = keluarga Yāsīn = keluarga Nabi Muhammad SAW.

Bukti Manuskrip Abad ke-7 M (Mushaf Shan‘ā’)

Manuskrip Sana’a (diteliti dengan karbon-14 sekitar tahun 645–690 M, sangat dekat dengan masa Nabi) juga tidak memuat harakat. Tulisannya:

سلم عل اليسن

Tanpa tanda baca, sehingga boleh dibaca:

  • إِلْ يَاسِينَ (Ilyāsīn) → Ilyas
  • آلِ يَاسِينَ (Āli Yāsīn) → keluarga Yāsīn

Ini menegaskan bahwa sejak masa paling awal, bacaan ganda ini sudah ada dan diterima.

Mengapa Ada Dua Bacaan? Bukankah Itu Menunjukkan Perubahan Al-Qur’an?

Tidak. Justru ini menunjukkan kekayaan dan keajaiban Al-Qur’an.
Kedua bacaan itu saling melengkapi, bukan saling menafikan:

  1. Ilyās adalah nabi yang disebut dalam Al-Qur’an (As-Saffat: 123–132) dan Alkitab (1 Raja-raja 17–19; Maleakhi 4; Matius 17).
  2. Nabi Muhammad SAW secara nasab memang keturunan Ilyās menurut Tarikh at-Thabari, Sirah Ibn Hisham, dan silsilah Quraisy:
    … bin Mudrikah bin Ilyās bin Mudhar … sampai ke Nabi SAW.
    Bukti non-Muslim: Peta Claudius Ptolemaeus (100–170 M) mencantum suku “Iolisite” (latinisasi dari Bani Ilyās) di jazirah Arab.

Jadi, ketika Al-Qur’an mengucapkan “salam atas Ilyas” sekaligus “salam atas keluarga Yāsīn”, maka keduanya benar dan sama-sama kena:

  • Salam untuk Nabi Ilyās
  • Salam untuk keturunan beliau yang paling mulia: Muhammad dan keluarganya.

Kesimpulan Akhir Ustaz Ali

  1. Nama keluarga Nabi Muhammad SAW tercantum eksplisit dalam Al-Qur’an melalui qira’at mutawatir: آلِ يَاسِيْن.
  2. Perbedaan qira’at bukan kontradiksi, melainkan keragaman yang saling menguatkan yang diajarkan langsung oleh Rasulullah SAW.
  3. Ilyās dalam Al-Qur’an = Elia dalam Alkitab = Elias dalam Septuaginta & Perjanjian Baru Yunani. Tokohnya sama.
  4. Nasab Nabi Muhammad SAW memang tersambung ke Nabi Ilyās, sehingga salam untuk Ilyās otomatis mencakup salam untuk beliau dan keluarganya.
  5. Jadi, ketika kita mengucapkan shalawat “wa ‘alā āli Muhammad” setiap hari, itu sesuai Al-Qur’an, bukan bid’ah.

Wallahu a’lam bish-shawab.
Semoga kajian ini membuka mata kita bahwa Al-Qur’an jauh lebih kaya dan indah daripada yang selama ini kita kira, serta menjawab keraguan baik dari kalangan non-Muslim maupun dari sebagian umat Islam sendiri.

“Dan salam sejahtera atas keluarga Yāsīn – keluarga Muhammad, kekasih Allah.”
سَلٰمٌ عَلٰى آلِ يٰسٓ
سَلٰمٌ عَلٰى مُحَمَّدٍ وَعَلٰى آلِهٖ وَصَحْبِهٖ أَجْمَعِيْنَ

Silahkan bagikan di :