Kisah IslamiKristologiSejarah

Istri Nabi Ismael Bukan dari Suku Jurhum Yaman? || Targum (Pseudo) Yonathan

Dalam kajian sebelumnya, kita membahas nama istri Nabi Ismail yang disebutkan dalam Targum Yonatan. Beberapa pemirsa mengajukan pertanyaan bagus dan kritis, yang menunjukkan minat mendalam terhadap filologi dan tradisi Yahudi. Mari kita jawab satu per satu secara sistematis berdasarkan bukti teks dan tradisi.

1. Apa Itu Targum? Dan Mengapa Ada Istilah Pseudo-Yonatan?

Targum berasal dari bahasa Aram, sama artinya dengan tarjamah dalam bahasa Arab, yaitu “terjemahan” atau “penjelasan”. Targum adalah terjemahan dan parafrase kitab suci Ibrani ke dalam bahasa Aram (bahasa sehari-hari Yahudi pasca-pembuangan Babel), sering disertai tafsir haggadik (cerita dan penjelasan).

Targum utama untuk Taurat (Pentateuch/lima kitab Musa):

  • Targum Onkelos Terjemahan literal, hanya untuk lima kitab Musa (Kejadian hingga Ulangan), diakui sebagai yang paling resmi dalam tradisi Yahudi.
  • Targum Yonatan ben Uzziel (atau Targum Jonathan) Secara tradisional dikaitkan dengan Yonatan bin Uzziel (murid Hillel, abad 1 M). Ini mencakup Nevi’im (kitab para nabi), bukan hanya Taurat. Dalam edisi Mikraot Gedolot (Alkitab Rabbinik), Targum Yonatan muncul untuk kitab seperti Yesaya, dengan teks Ibrani di samping teks Aram.
  • Targum Yerushalmi (Targum Yerusalem) Versi Palestina yang lebih ekspansif dan haggadik.

Istilah Pseudo-Yonatan (atau Targum Pseudo-Jonathan) muncul karena kesalahan historis: Dalam manuskrip abad pertengahan, Targum Yerushalmi disingkat TY (Targum Yerushalmi). Singkatan ini salah dibaca sebagai Targum Yonatan, lalu dikaitkan dengan Yonatan ben Uzziel. Dalam tradisi Yahudi asli, tidak ada istilah “pseudo” (palsu); itu istilah Barat/Kristen untuk membedakan. Targum ini berbeda dari Targum Yonatan asli (untuk Nevi’im) dan Targum Yerushalmi.

Kesimpulan: Pernyataan bahwa “Targum Yonatan sama dengan Targum Yerushalmi atau Pseudo-Yonatan” tidak tepat. Targum Yonatan ben Uzziel asli tidak hanya untuk lima kitab Musa, melainkan mencakup Nevi’im secara luas, sebagaimana terlihat dalam edisi Mikraot Gedolot.

2. Kapan Targum Yonatan Ditulis? Bukan Abad Belasan Masehi!

Beberapa klaim menyatakan Targum (termasuk Yonatan) baru muncul abad 15 M (setelah Islam). Ini salah total.

Bukti utama: Dalam 2 Timotius 3:8 (Perjanjian Baru, abad 1 M), Paulus menyebut Yanes dan Yamres (Jannes and Jambres) sebagai penentang Musa.

2 Timotius 3:8 (terjemahan Indonesia):

“Sama seperti Yanes dan Yamres menentang Musa, demikian juga mereka menentang kebenaran; orang-orang yang akalnya bobrok dan imannya tidak tahan uji.”

Nama ini tidak ada dalam Taurat Ibrani (misalnya Keluaran 7:11 tentang tukang sihir Firaun). Namun, nama Yanis dan Yambris muncul dalam Targum Yonatan pada Kitab Bilangan (Bemidbar), misalnya pada kisah Bileam dan tukang sihir.

Paulus (hidup awal abad 1 M) mengutip nama ini, berarti Targum Yonatan sudah eksis sebelum era Kristen penuh, apalagi sebelum Islam (abad 7 M). Targum Onkelos dan Yonatan diakui oleh tradisi Yahudi, Kristen, dan Ortodoks sebagai berasal dari awal Masehi atau sebelumnya.

3. Nama Istri Nabi Ismail: Fatimah dalam Targum Yonatan

Taurat Ibrani (Kejadian 21:21) hanya menyebut:

Kejadian 21:21 (Ibrani & Terjemahan):
וַיֵּשֶׁב בְּמִדְבַּר פָּארָן וַתִּקַּח־לוֹ אִמּוֹ אִשָּׁה מֵאֶרֶץ מִצְרָיִם
“Dan ia diam di padang gurun Paran; lalu ibunya mengambil seorang istri baginya dari tanah Mesir.”

Tidak ada nama. Namun, dalam Targum Yonatan ben Uzziel (dan varian Yerushalmi) pada Kejadian 21:21:

Ismail tinggal di padang gurun Paran. Ia mengambil seorang perempuan bernama Adisah (atau Aisha). Kemudian diceraikan, dan ibunya (Hagar) mengambil baginya seorang perempuan lain bernama Fatimah dari tanah Mesir.

Nama Fatimah muncul di sini sebagai istri kedua Ismail, dari keluarga Hagar (Mesir, keturunan Firaun). Ini juga disebutkan dalam Pirkei de-Rabbi Eliezer (abad 8-9 M, tapi berdasarkan tradisi lebih awal).

Mengapa nama Fatimah? Tradisi Yahudi memuliakan Hagar sebagai putri Firaun (bukan budak biasa), sehingga Ismail memiliki nasab bangsawan. Keturunannya menjadi 12 raja (Kejadian 17:20), sesuai nasab kerajaan. Nama Fatimah bukan “sisipan Islam” karena Targum Yonatan eksis pra-Islam, dan nama serupa muncul dalam sumber Yunani kuno (Herodotus, abad 5 SM) sebagai nama mulia Mesir.

Nama Fatimah populer pra-Islam: Istri Abu Thalib (paman Nabi Muhammad) bernama Fatimah binti Asad. Ini menunjukkan nama itu sudah agung di kalangan keturunan Ismail.

Hikmah dan Kesimpulan

Kajian filologi ini menunjukkan pentingnya dokumen eksternal pra-Islam untuk memvalidasi informasi. Targum Yonatan bukan “palsu” atau pasca-Islam; ia mencerminkan tradisi Yahudi kuno yang saling terhubung dengan kisah Al-Qur’an. Nama Fatimah sebagai istri Ismail dari keluarga bangsawan Mesir (bukan Yaman/Jurhum yang namanya kurang jelas seperti Sayyidah binti Mudad) lebih konsisten dengan nasab kerajaan Ismail.

Ini bukan soal “menjiplak”, melainkan benang merah wahyu ilahi lintas tradisi. Semoga menambah wawasan. Jika ada yang kurang paham, silakan tanyakan di komentar.

Wallahu a’lam bish-shawab. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Silahkan bagikan di :