Kristologi

Messiah or messias 

Admin

Messiah or messias  מָשִׁיחַ‎,  Yunani : μεσσίας  (Kristos) , Arab  مسيح‎ ( Masih) , artinya adalah penyelamat.

Makna messiah secara literal adalah “the anointed one” ( yg diurapi). Dalam tradisi Yahudi seseorang yg diangkat menjadi messiah akan dilakukan dg upacara mengurapi minyak di kepala seseorang yg dinobatkan menjadi messiah. Dalam Kitab Tanakh ada banyak Messiah, diantaranya : Daud, Koresh , dan  kohanim gadol  ( para imam besar yg bertugas di bait suci) . Jadi messiah bisa raja, nabi atau  imam besar . Sedangkan “The Messiah” mengacu pada  seorang Messiah yg akan datang pada alhir jaman atau  masa mesianik ( masa ini dipercaya dekat dengan datangnya hari kiamat).

Ada perbedaan penafsiran tentang sosok ” The Messiah ini.

Dalam perspektif Yahudi, Islam, dan Kristen.

AlQuran  sudah benar menyebut Isa AS sebagai messiah , karena beliau memang pernah diurapi. Hanya AlQuran tidak menjelaskan bahwa pada akhir jaman Isa AS akan datang. Yg menjelaskan kedatangan Isa AS dan Imam Mahdi di.akhir jaman adalah hadist.

Dalam.perspektif Kristen messiah jelas Yesus Kristus. Hanya nubuat2  dalam PL  yg diakui sebagai Yesus, adalah tidak benar dalam perspekti  Yudhaisme,  karena yg sebenarnya terjadi adalah manipulasi penerjemahan dan  penafsiran, jika di crosscheck dg teks asli yg berbahasa Ibrani.

Perseturuan Messiah sangat menonjpl dikalangan Yahudi dan Kristen, karena merupakan faktor yg signifikan dalam.kedua ajaran agama tsb,  sedangkan dalam Islam  memang dibahas , karena.ada dalam.hadits, hanya tidak sepenting seperti perspektif Kristen dan Yudhaisme.

Jadi messiah dalam.perspektif  Islam.dan Kristen.sudah cukup jelas ya. Sekarang kita akan membahas messias dalam perspektif  Kristen dan Yudhaisme.

Dari tulisan messias dalam.perspektif Yudhaisme ini, sangat jelas dikontradiksikan dengan Messiah dalam perspektif  Kristen.

Sekarang kita akan masuk, Messiah dalam perspektif  Yudhaisme, silakan di simak, cukup panjang. Setelah itu kita analisa, mungkinkah itu?

Dalam ajaran Yudhaisme, ciri2 Messiah disebutkan dalam Yesaya 11: 1 -10.

Silakan dibaca

Yesaya 11:1-10 (TB)  Suatu tunas akan keluar dari tunggul Isai, dan taruk yang akan tumbuh dari pangkalnya akan berbuah.

Roh TUHAN akan ada padanya, roh hikmat dan pengertian, roh nasihat dan keperkasaan, roh pengenalan dan takut akan TUHAN;

ya, kesenangannya ialah takut akan TUHAN. Ia tidak akan menghakimi dengan sekilas pandang saja atau menjatuhkan keputusan menurut kata orang.

Tetapi ia akan menghakimi orang-orang lemah dengan keadilan, dan akan menjatuhkan keputusan terhadap orang-orang yang tertindas di negeri dengan kejujuran; ia akan menghajar bumi dengan perkataannya seperti dengan tongkat, dan dengan nafas mulutnya ia akan membunuh orang fasik.

Ia tidak akan menyimpang dari kebenaran dan kesetiaan, seperti ikat pinggang tetap terikat pada pinggang.

Serigala akan tinggal bersama domba dan macan tutul akan berbaring di samping kambing. Anak lembu dan anak singa akan makan rumput bersama-sama, dan seorang anak kecil akan menggiringnya.

Lembu dan beruang akan sama-sama makan rumput dan anaknya akan sama-sama berbaring, sedang singa akan makan jerami seperti lembu.

Anak yang menyusu akan bermain-main dekat liang ular tedung dan anak yang cerai susu akan mengulurkan tangannya ke sarang ular beludak.

Tidak ada yang akan berbuat jahat atau yang berlaku busuk di seluruh gunung-Ku yang kudus, sebab seluruh bumi penuh dengan pengenalan akan TUHAN, seperti air laut yang menutupi dasarnya.

Maka pada waktu itu taruk dari pangkal Isai akan berdiri sebagai panji-panji bagi bangsa-bangsa; dia akan dicari oleh suku-suku bangsa dan tempat kediamannya akan menjadi mulia.

Mesias bagian 1

Pelajaran Kitab Suci :

Arti Sesungguhnya dari “Tunas Isai

Pelajaran hari ini akan membahas arti dari istilah “tunas Isai” yang terkenal itu.

Dalam konteks Ibrani, apa yang dimaksud dengan istilah ini? Kita dapat menemukan istilah “tunas Isai” ini dalam Yesaya 11 : 1.

Suatu tunas akan keluar dari tunggul Isai,

dan taruk yang akan tumbuh dari pangkalnya akan berbuah.

(Yesaya 11 : 1)

Catatan:

Isai adalah nama anak Daud.

Untuk mengerti apa yang sebenarnya dibicarakan di sini, kita perlu membaca konteksnya, setidaknya seluruh pasal. Pada pasal yang sama, di ayat 10, kita menemukan kembali kata “pangkal”.

Maka pada waktu itu taruk dari pangkal Isai

akan berdiri sebagai panji – panji bagi bangsa-bangsa;

(Yesaya 11 : 10)

Jadi ada tunas, taruk, tunggul dan pangkal.

Ini adalah kosa kata yang menunjuk pada bagian – bagian pohon. Jelas sekali bahwa Yesaya sedang menjelaskan Tree Gen upeology (pohon silsilah) dari Mesias. Di dalam bahasa Ibraninya, kata – kata tersebut adalah :

  1. choter (Ibrani) – shoot (Inggris) – tunas (LAI)
  2. geza (Ibrani) – stem (Inggris) – tunggul (LAI)
  3. netzar (Ibrani) – sprout (Inggris) – taruk (LAI)
  4. shoresh (Ibrani) – root (Inggris) – pangkal (LAI) atau “akar”

Untuk lebih jelasnya, silahkan melihat gambar pohon di bawah.

Dalam Yesaya 11, kita membaca bagaimana Mesias akan keluar sebagai “choter” yang keluar dari “geza”, atau sebagai “netzar” yang keluar dari “shoresh”. Dimana pun dia akan keluar, dia tidak akan keluar dari pohon sebelah. Pasti hanya keluar dari pohon yang akarnya (shoresh) adalah Isai. 

Apa sebenarnya maknanya?

Sebelum saya meneruskan, ijinkan saya untuk mengingatkan anda semuanya, bahwa yang sedang anda pelajari saat ini adalah Kitab Suci orang Ibrani, yang lahir dalam budaya dan pola pikir Ibrani dan tumbuh dengan bahasa Ibrani.

Apa yang Yesaya ajarkan kepada keturunan – keturunan Israel yang akan datang (yaitu di masa kini) mengenai Mesias adalah sebagai berikut :

Apabila seluruh 12 suku Israel digambarkan sebagai pohon, maka akarnya darimana pohon itu keluar, adalah Yakub. Ke – 12 suku diibaratkan menjadi 12 cabang (tunggul) atau geza. Dan anak – anak dari 12 bersaudara itu, menjadi netzar atau choter dst.

Semakin muda generasinya, semakin tinggi posisinya dalam gambaran pohon silsilah itu.

Yesaya memakai akar itu untuk melambangkan Isai. Mesias akan keluar dari Isai, bukan dari Ishmael. Dengan kata lain, Mesias punya hubungan langsung dengan Isai. Dia adalah cabang asli yang berasal dari pohon Isai. Bukan adopsi, bukan ditempelkan. Mesias adalah, secara harafiah, darah daging Isai sendiri, berasal dari pohon yang sama. Bukan hasil okulasi (penempelan/cangkokan).

Catatan:

AlQuran  tidak menyebut Rasulullah dg AlMasih , tapi sebagai Khatamul Anbiya.

Pemakaian kata “choter” dalam mendefinisikan silsilah Mesias bukan tidak disengaja. “Choter” atau “tunas” menjadi lambang dari tongkat kerajaan.

Tongkat kerajaan itu akan “turun” dari akar (Isai) kepada salah satu “cabang” di pohon itu. Tetapi “turunnya” tongkat kerajaan itu, tidak pernah melalui garis perempuan. Setelah Daud jadi raja, Salomo mewarisi tongkat kerajaan. Tongkat itu turun temurun dari Daud, Salomo, Rehoboam, Abiyah, Asa, Yehosafat, Yehoram, Ahaziah, Yehoas, Amaziah, Uzziah, Yotam dst.

Tidak pernah tongkat kerajaan itu turun kepada anak perempuan untuk dilanjutkan kepada anak laki – laki. Mesias Yahudi adalah keturunan biologis dari Isai dan raja Daud dari pihak ayah. Tidak mungkin dari pihak ibu.

Ini menjadi kesulitan yang tidak dapat dijawab oleh kekristenan.

Mesias bagian 2

  • Mesias Anak Daud •

Mesias Yahudi – Mesias Dunia

Mesias disebut anak Daud. Ini menjelaskan bahwa Mesias akan datang dari keturunan Daud. Darimana hal ini berasal? Dari janji TUHAN sendiri kepada Daud.

Dalam 2 Samuel 7, Daud telah membangun rumah baginya sendiri dan sedang mempertimbangkan untuk membangun sebuah rumah untuk TUHAN. Namun sebelum niatnya itu tercapai, TUHAN mengirim seorang nabi untuk menyampaikan FirmanNYA kepada Daud :

“Daud bukanlah yang akan membangun sebuah rumah bagi TUHAN, tetapi anaknya, Salomo yang akan melakukannya”.

Tambahan pula, TUHAN memberikan sebuah nubuatan besar untuk Daud dan keturunannya melalui Salomo. TUHAN berjanji bahwa takhta kerajaan Salomo akan berlangsung selama – lamanya. Janji ini bukanlah berarti bahwa tidak akan ada zaman dimana Israel tidak punya raja. Yang dimaksudkan di sini adalah setiap kali TUHAN membangkitkan seorang raja atas Israel di dalam generasi manapun juga, raja tersebut akan berasal dari keturunan Daud melalui Salomo.

Sekalipun ribuan tahun sesudah Daud meninggal, apabila TUHAN hendak mengangkat seorang raja bagi Israel, TUHAN akan mengangkat seseorang yang datang dari garis keturunan ini.

Apabila umurmu sudah genap

dan engkau telah mendapat perhentian

bersama – sama dengan nenek moyangmu,

maka AKU akan membangkitkan keturunanmu yang kemudian,

anak kandungmu,

dan AKU akan mengokohkan kerajaannya.

Dialah yang akan mendirikan rumah bagi namaKU

dan AKU akan mengokohkan takhta kerajaannya untuk SELAMA – LAMANYA.

AKU akan menjadi BAPAnya, dan ia akan menjadi anakKU.

Apabila ia melakukan kesalahan,

maka AKU akan menghukum dia dengan rotan yang dipakai orang

dan dengan pukulan yang diberikan anak – anak manusia.

Tetapi kasih setiaKU tidak akan hilang dari padanya,

seperti yang KUhilangkan dari pada Saul,

yang telah KUjauhkan dari hadapanmu.

Keluarga dan kerajaanmu akan kokoh

untuk selama – lamanya di hadapanKU,

takhtamu akan kokoh untuk selama – lamanya.”

(2Samuel 7 : 12 – 16)

Janji TUHAN bagi Daud mengenai kerajaan yang akan ditegakkan sampai selama – lamanya, akan diberikan kepada Salomo.

Tongkat kerajaan Mesias akan turun melalu garis keturunan Daud melalui Salomo.

Apakah anda sudah paham?

Dari sini kita sudah punya patokan :

Mesias akan datang dari garis keturunan Daud melalui Salomo.

Argumentasi mereka adalah bahwa Yesus menjadi bagian pohon Isai itu melalui Maria. Namun demikian, tongkat kerajaan akan berhenti pada ayah Maria dan hanya dapat diwarisi oleh saudara laki – laki Maria. Maria, sebagai perempuan tidak dapat pegang tongkat kerajaan Daud untuk diteruskan kepada anaknya. Apabila anda bertanya persyaratan Mesias Yahudi, demikianlah jawabannya.

TaNaKh mengajarkan bahwa setiap geza, netzar atau choter, memiliki potensi untuk melahirkan seorang Mesias. Entah di cabang mana, dan di ranting mana, tidak ada yang tahu. Entah di generasi siapa, tahun berapa, tidak ada yang tahu. Namun setiap generasi (yaitu setiap geza, netzar atau choter) memiliki potensi untuk melahirkan Mesias yang padanya tongkat kerajaan itu akhirnya diberikan untuk menetap, bukan untuk melewatinya.

Ketika Mesias akhirnya muncul, dia tidak muncul dalam bentuk bayi atau dilahirkan.

Ada kemungkinan bahwa Mesias sudah lahir dalam generasi kita ini. Tinggal saja TUHAN menentukan apakah tongkat itu menetap dan membuat Mesias muncul, atau tongkat itu berjalan terus kepada generasi berikutnya.

Apabila generasi ini tidak siap menerima Mesiasnya, tongkat itu akan diteruskan kepada anak yang tadinya berpotensi sebagai Mesias, diteruskan di dalam pohon silsilah Isai, diteruskan dari laki – laki kepada laki – laki.

Mesias akan lahir melalui proses alami seperti pohon yang menumbuhkan cabangnya secara alami. Dia tidak akan secara misterius muncul tanpa ayah, tanpa ibu, tanpa asal usul, tiba – tiba berada di langit, tidak melalui proses kelahiran dan pertumbuhan.

Ketika Mesias muncul, seluruh bumi akan mengeluarkan tanda – tanda bahwa Mesias sudah datang. Seperti musim semi yang sudah datang, akan ditandai dengan bumi mengeluarkan tunas – tunas baru, pohon – pohon mulai mengeluarkan daun – daun hijau, bunga – bunga mulai keluar.

Tanda – tanda seperti ini akan muncul juga ketika tongkat kerajaan berhenti di satu orang dalam satu generasi, menyebabkan Mesias melejit seperti bintang. Dalam pelajaran berikutnya, kita akan membahas apa tanda-tanda tersebut.

Yg punya hak ekseklusif Solomo, anak Daud dg Batseba ( bekas istri Uria)

Dengan demikian, kita sekarang tahu mengapa bangsa Yahudi menolak Yesus sebagai Mesias berdasarkan silsilah Lukas. Karena dalam Lukas 3 : 31, silsilah Yesus ditelusuri dan berasal dari Daud, tetapi bukan melalui Salomo, melainkan melalui Natan.

…anak Melea, anak Mina, anak Matata, anak Natan, anak Daud,…

(Lukas 3:31)

Siapakah Natan? Natan adalah anak ke – 3 dari pasangan Daud dan Batsyeba berdasarkan 1 Tawarikh 3 : 5.

Natan adalah kakak Salomo.

Inilah yang lahir bagi [Daud] di Yerusalem :

  1. Simea

2.Sobab

  1. Natan
  2. Salomo

empat orang dari Batsyeba binti Amiel,…

(1 Tawarikh 3 : 5)

Berdasarkan 1 Tawarikh 3 dan kedua kitab 1 & 2 Raja, kita dapat mengetahui kepada siapa tongkat kerajaan Daud diturunkan dari Daud dan Salomo:

Daud

Salomo

Rehabeam

Abia

Asa

Yosafat

Yoram

Ahazia

Yoas

Amazia

Azarya

Yotam

Ahas

Hizkia

Manasye

Amon

Yosia

(1 Tawarikh 3 : 10 – 15)

Sampai di sini turunnya tongkat kerajaan masih sederhana yaitu dari bapak kepada anak laki – laki. Namun setelah Yosia, kita perlu mempelajari silsilah ini dengan lebih teliti, untuk menelusuri sebuah masalah yang besar.

Raja Yosia sendiri memiliki empat anak :

  1. Yohanan
  2. Yoyakim
  3. Zedekia
  4. Yoahas.

(1 Tawarikh 3 : 15 dan 2 Raja 23 : 30).

Walaupun Yoahas diangkat sebagai raja menggantikan Yosia, ayahnya, dia bertakhta hanya selama 3 bulan. Sesudah itu dia ditangkap dan dikurung oleh raja Mesir.

Maka rakyat negeri itu menjemput Yoahas, anak Yosia,

mengurapi dia dan mengangkat dia menjadi raja menggantikan ayahnya.

Yoahas berumur 23 tahun pada waktu ia menjadi raja

dan 3 bulan lamanya ia memerintah di Yerusalem…

Ia melakukan apa yang jahat di mata TUHAN

tepat seperti yang dilakukan oleh nenek moyangnya.

Firaun Nekho mengurung dia di Ribla, di tanah Hamat,

supaya jangan ia memerintah di Yerusalem;

(2 Raja 23 : 30 – 33)

Oleh raja Mesir Nekho, Yoyakim (saudara laki – laki Yoahas) diangkat menjadi raja menggantikan Yosia, ayah mereka.

Firaun Nekho mengangkat Elyakim, anak Yosia,

menjadi raja menggantikan Yosia, ayahnya,

dan menukar namanya dengan Yoyakim.

(2 Raja 23 : 34)

Yang menggantikan Yoyakim sebagai raja adalah anaknya, yang bernama Yoyakhin.

Kemudian Yoyakim mendapat perhentian

bersama – sama dengan nenek moyangnya,

maka Yoyakhin, anaknya,

menjadi raja menggantikan dia.

(2 Raja 24 : 6)

Ia melakukan apa yang jahat di mata TUHAN

tepat seperti yang dilakukan ayahnya.

(2 Raja 24 : 9)

Kejahatan Yoyakhin sedemikian besar, sehingga TUHAN menghukumnya dan membiarkan raja Babel membuangnya ke Babel.

Lalu keluarlah Yoyakhin, raja Yehuda,

mendapatkan raja Babel,

ia sendiri, ibunya, pegawai – pegawainya,

para pembesarnya dan pegawai – pegawai istananya.

Raja Babel menangkap dia

pada tahun yang kedelapan dari pemerintahannya.

(2 Raja 24 : 12)

* Nabi Yeremia mencatat bahwa hukuman bagi Yoyakhin tidak berhenti pada pembuangannya ke Babel. TUHAN juga mengutuk Yoyakhin sehingga tidak ada satu orang pun dari keturunannya menerima warisan takhta kerajaan Daud*.

Dalam kitab Yeremia, Yoyakhin disebut dengan nama “Konya bin Yoyakim, raja Yehuda”.

Kita tahu bahwa pengganti Yoyakim sebagai raja Yehuda adalah Yoyakhin. Dengan demikian kita tahu bahwa Yoyakhin sama dengan Konya bin Yoyakim.

(Catatan :  Dalam bahasa Ibrani, ketiga nama ini adalah sama: Yoyakhin, Konya, Yekonya. Sama seperti Yoshua, Yeshua dan Yehoshua adalah nama yang sama. Atau Yudas, Yudah, dan Yehuda.)

“Demi AKU yang hidup,

demikianlah firman TUHAN,

bahkan sekalipun Konya bin Yoyakim, raja Yehuda,

adalah sebagai cincin meterai pada tangan kananKU,

namun AKU akan MENCABUT engkau!”

(Yeremia 22 : 24)

Beginilah firman TUHAN :

“Catatlah orang ini sebagai orang yang tak punya anak,

sebagai laki – laki yang tidak pernah berhasil dalam hidupnya ;

sebab seorangpun dari keturunannya

tidak akan berhasil duduk di atas takhta Daud

dan memerintah kembali di Yehuda.”

(Yeremia 22 : 30)

Takhta kerajaan Daud dicabut dari Yoyakhin. Siapa penerus Yoyakhin? Yang pasti bukan keturunannya. Tetapi pamannya yang bernama Zedekia, anak ke – 3 dari Yosia.

Di atas kita sudah baca bahwa Yosia punya 4 anak.

  1. Yohanan,
  2. Yoyakim, (ayah dari Yoyakhin yang terkutuk)
  3. Zedekia
  4. dan Yoahas.

(1 Tawarikh 3 : 15 dan 2 Raja 23 : 30).

Untuk sementara, anak Yoyakhim, yaitu Yoyakhin alias Konya bin Yoyakhim, yang menjadi raja. Namun setelah pembuangan Yoyakhin,  maka Zedekia, paman Yoyakhin, menjadi raja menggantikan dia.

Kemudian raja Babel mengangkat Matanya, paman Yoyakhin,

menjadi raja menggantikan dia

dan menukar namanya menjadi Zedekia.

(2 Raja 24 : 17)

Yoyakhin telah dicabut oleh TUHAN sebagai pewaris takhta Daud. Oleh karena itu tidak ada satu orang keturunannya pun yang akan dibolehkan menjadi raja. Sampai Israel dijajah oleh Roma dan tidak lagi berupa kerajaan yang berdiri sendiri, 2000 tahun yang lalu, kutukan TUHAN ini dipenuhi. Tidak ada satupun anaknya yang menjadi raja.

Sekarang kita mengerti, mengapa bangsa Yahudi menolak Yesus sebagai Mesias. Karena, berdasarkan silsilah yang tertulis dalam kitab Matius, Yesus diklaim sebagai keturunan Yoyakhin, Dalam Matius, “Yoyakhin” ditulis “Yekhonya” yaitu nama yang merupakan perpanjangan dari nama dalam Yeremia 22, yaitu “Konya” (bin Yoyakhim).

Yosia memperanakkan Yekhonya dan saudara saudaranya

pada waktu pembuangan ke Babel.

(Matius 1 : 11)

Kesimpulannya, baik silsilah dalam kitab Matius, maupun silsilah dalam kitab Lukas, keduanya ternyata gagal membuktikan bahwa Yesus memiliki legalitas sesuai dengan Hukum Yahudi/ Hukum Taurat untuk disebut “Mesias Anak Daud”.

Dan justru Kitab Matius dan Lukas telah menetapkan bahwa kemesiasan Yesus adalah ilegal.

B’vracha – with blessing

Mesias bagian 3

Pelajaran Kitab Suci (lanjutan)

Tanda – tanda Akhir Zaman

Mencari Mesias Yahudi

Dalam pelajaran yang lalu, kita membahas mengenai Yesaya 11. Di sana Yesaya memaparkan mengenai pohon silsilah Mesias dan warisan tongkat kerajaannya dari Daud.

Dalam perikop yang sama, Yesaya menjelaskan bagaimana bumi akan mengeluarkan tanda – tanda zaman sebagai bukti bahwa Mesias telah datang. Pohon yang gundul di musim dingin tiba – tiba mengeluarkan daun – daun hijau, tanda bahwa musim semi telah datang. Bumi juga mengeluarkan tanda – tanda zaman, ketika Mesias memunculkan diri.

Dalam Yesaya 11, Yesaya menjelaskan bahwa begitu Mesias datang, tanda – tanda zaman yang dikeluarkan oleh bumi dan alam semesta ini adalah 

  1. Serigala akan tinggal bersama domba
  2. Macan tutul akan berbaring di samping

    kambing.

  1. Anak lembu dan anak singa akan makan

    rumput bersama – sama,

  1. dan seorang anak kecil akan menggiringnya.
  2. Lembu dan beruang akan sama – sama

    makan rumput

  1. dan anaknya akan sama – sama berbaring,
  2. sedang singa akan makan jerami seperti

    lembu.

  1. Anak yang menyusu akan bermain – main

    dekat liang ular tedung

  1. dan anak yang cerai susu akan mengulurkan

    tangannya ke sarang ular beludak.

(Yesaya 11 : 1 – 9)

Perhatikan betapa dahsyatnya nubuat ini.

Banyak orang Kristen tidak memahami betapa tajamnya cara Yesaya mengajar bangsanya untuk menguji siapapun yang mengklaim dirinya sebagai Mesias yang sejati.

* Ketika Mesias datang, Anda tidak perlu berargumentasi dengan siapa pun, mengenai benarkah si A ini Mesias, atau bukan.*

BUMI DAN SEGALA ISINYA, seluruh ALAM SEMESTA itu sendiri, yang akan menjadi saksinya. Mesias Yahudi yang sejati, akan datang dengan membawa tanda – tanda zaman di atas.

Ribuan tahun yang lalu, Yesaya memberi bocoran tanda – tanda zaman untuk mengenali apakah Mesias sudah datang atau belum. Dia memberi bocoran ini supaya tidak ada seorang Yahudi pun yang dapat dikelabui oleh orang – orang yang mengaku dirinya Mesias.

Mesias Yahudi yang sejati tidak memerlukan murid – murid untuk memberi kesaksian kepada dunia.

Mesias Yahudi yang sejati memiliki seluruh alam semesta yang bersaksi bahwa Mesias telah datang!

  1. Tidak ada yang akan berbuat jahat atau

       yang berlaku busuk di seluruh gunungKU

       yang kudus,

  1. sebab seluruh bumi penuh dengan

      pengenalan akan TUHAN,

      seperti air laut yang menutupi dasarnya

(Yesaya 11 : 10 – 11)

Yang dimaksud dengan “gunungKU yang kudus” adalah HaMaqom. Sampai detik ini, daerah tersebut diperebutkan antara bangsa Yahudi dan Arab Muslim. Bahkan ketua Temple Institute, Yehuda Berg, sampai ditembak 4x karena memperjuangkan hak bangsa Yahudi untuk ikut berdoa di sana. Namun nanti pada saat Mesias sudah muncul, tidak ada satupun kekerasan yang akan terjadi di atas “gunung TUHAN”.

Mengapa demikian?

Yesaya 11 : 9 di atas mengatakan bahwa salah satu tanda zaman yang akan menjadi kesaksian bahwa seseorang itu benar merupakan Mesias Yahudi yang sejati, adalah bahwa tidak ada orang yang membantah kebenaran tentang HaMaqom itu. Tidak ada orang yang berani membantah lagi bahwa “gunung TUHAN yang kudus” itu adalah milik TUHAN dan milik bangsa Yahudi. Ada kesepakatan yang dalam antara bangsa – bangsa dan pengakuan yang serempak mengenai hal ini.

Mengapa semua akan sepakat seperti itu? Mengapa tidak ada orang yang membantah dan memperebutkan lagi HaMaqom?

Karena seluruh bumi penuh dengan pengenalan akan TUHAN, seperti laut yang menutupi dasarnya. Mereka akan mengenali HaMaqom milik TUHAN, bangsa milik TUHAN, Mesias milik TUHAN. Tidak ada orang yang tidak setuju bahwa Mesias yang muncul nanti adalah Mesias TUHAN. Seluruh bumi akan terperangah dan tidak dapat membantah bahwa benar Mesias itu adalah dia yang diutus TUHAN.

Tanda zaman dari kedatangan Mesias adalah seluruh bumi tahu bahwa memang dia itulah Mesias.

Dengan kata lain, apabila seseorang mengklaim diri sebagai Mesias, tetapi ternyata ada bangsa – bangsa tertentu berargumentasi dan membantah bahwa dia adalah Mesias, maka kita dapat memastikan bahwa dia itu bukan Mesias.!!!

Karena ketika Mesias yang sejati datang, tidak ada yang akan membantah. “Pengenalan TUHAN” sudah begitu memenuhi bumi sehingga semua akan mengenali Mesias yang dikirim oleh TUHAN tersebut.

Namun tanda – tanda zaman yang akan menyertai Mesias yang sejati tidak selesai di sini. Yesaya 11 mengatakan bahwa ketika Mesias yang sejati datang, seluruh bangsa Israel yang tersebar akan kembali ke tanah perjanjiannya.

  1. Pada waktu itu TUHAN akan mengangkat

      pula tanganNYA,

      untuk menebus sisa – sisa umatNYA yang

      tertinggal

      di Asyur dan di Mesir, di Patros, di Etiopia

      dan di Elam, di Sinear, di Hamat

      dan di pulau – pulau di laut (Nusantara).

      IA akan menaikkan suatu panji – panji bagi

      bangsa – bangsa,

      akan mengumpulkan orang – orang Israel

      yang terbuang,

      dan akan menghimpunkan orang – orang

      Yehuda yang terserak

      dari keempat penjuru bumi.

Mesias yang sejati tidak perlu repot – repot meyakinkan siapapun bahwa dia adalah Mesias.

Mesias yang sejati tidak perlu mengirim tentara atau penginjil untuk memberitakan bahwa dia adalah Mesias.

Alam semesta akan menjadi saksinya. Ketika ke – 12 hal di atas ini terjadi, itu adalah ALAM SEMESTA sedang memberi kesaksian bahwa Mesias telah datang.

Seseorang dapat saja membantah dan mengatakan, 2017 tahun yang lalu, memang ke – 12 tanda di atas tidak terjadi. Karena, hal ini akan terjadi nanti, pada kedatangan yang kedua.

Itu sama saja mengatakan bahwa, “Saya ini Presiden RI. Saya belum berkantor di istana kepresidenan sekarang. Ruang – ruang kelas di sekolah belum memajang foto saya sekarang. Dan saya juga belum diambil sumpahnya di hadapan rakyat sekarang. Semua ini akan terjadi 20 tahun lagi. Ketika saya ‘dipilih ulang’.”  Kalau masih menunggu 20 tahun lagi baru seluruh “tanda” itu terjadi, bukankah kita berpikir, “Jangan – jangan orang ini memang bukan Presiden RI saat ini?”

Anda dan saya tidak perlu berdebat apakah Presiden RI hari ini adalah saya atau Jokowi. Seluruh bangsa akan memberi kesaksian bahwa sayalah Presiden palsu, dan Jokowi adalah Presiden sejati.

Demikian juga dengan Mesias Yahudi. Ada tidaknya tanda – tanda zaman dalam Yesaya 11 itu, merupakan kesaksian alam semesta bahwa seseorang itu benar Mesias, atau bukan.

Mesias bagian 4

Penebusan Pertama dan Penebusan Terakhir

Mencari Mesias Yudaisme

Dalam pelajaran sebelumnya, kita sudah membahas bagaimana Israel dibuang dua kali :

  1. ke Mesir,
  2. tersebar di antara bangsa-bangsa.

Pembuangan yang kedua ini berlangsung selama 1800 tahun, sejak hancurnya Bait Suci kedua dan kota Yerusalem di tahun 70M.

Sampai detik ini, kita sudah menyaksikan

Penebusan Pertama terjadi – yaitu ketika TUHAN menebus Israel keluar dari Mesir, ketika TUHAN menebus Israel dari perbudakan.

…tetapi karena TUHAN mengasihi kamu

dan memegang sumpahNYA yang telah diikrarkanNYA

kepada nenek moyangmu,

maka TUHAN telah membawa kamu keluar

dengan tangan yang kuat

dan MENEBUS engkau dari rumah perbudakan,

dari tangan Firaun, raja Mesir.

(Ulangan 7 : 8)

Namun bagaimana dengan pembuangan yang terakhir?

Hari – hari ini kita sedang menyaksikan tanda – tanda bahwa Penebusan TUHAN atas Israel sedang terjadi. Pelajari bagan di bawah ini. Perhatikan bagaimana satu demi satu kedua penebusan itu berjalan mirip satu dengan yang lain, namun yang satu merupakan penebusan yang jauh lebih dahsyat dan berskala jauh lebih besar daripada penebusan yang lain.

Hari – hari ini kita melihat bagaimana banyak keturunan – keturunan Yahudi di seluruh bumi, yaitu sisa – sisa Israel, keluar dari agama – agama mereka sebelumnya, dan kembali memeluk agama nenek moyang mereka : Yudaisme.

Bersama mereka, ada banyak orang dari bangsa – bangsa yang ikut belajar bersama mereka. Dari mereka ada yang tersadarkan bahwa apa yang mereka percayai hanyalah “warisan kebohongan, kesia-siaan, yang satupun tiada berguna” (Yeremia 16 : 19)

Mereka mengikuti kemana sisa – sisa Israel pergi. Ketika anak – anak ini keluar dari penyembahan berhala, dan kembali kepada penyembahan TUHAN yang echad (satu), beberapa dari bangsa – bangsa itu akan berkata, ” Kami mau pergi menyertai kamu, sebab telah kami dengar, bahwa ELOHIM menyertai kamu!” (Zakaria 8 : 23).

Pahamilah bahwa definisi dari “idolatry” atau “penyembahan berhala” adalah mengambil ciptaan dan menyembahnya menjadi TUHAN.

“Ciptaan” itu bisa berupa batu, patung, binatang, pohon atau manusia. Dari kepercayaan yang sia – sia itulah kaum keturunan Yahudi ini keluar. Mereka “keluar dari tengah-tengah [Babel]” (Yeremia 51 : 45) dan membawa beberapa bangsa – bangsa ikut keluar.

Inilah tanda – tanda dari Penebusan Terakhir. Inilah Penebusan Terakhir yang dinubuatkan oleh Kitab Suci Ibrani. Inilah Penebusan Besar-besaran yang akan memuncak dengan kedatangan Mesias.

B’vracha – with blessing

Silahkan bagikan di :