Kristologi

KITAB TALMUD YAHUDI

Admin

Talmud adalah Taurat Lisan. Jadi Taurat diturunkan dalam bentuk Tulisan dan Lisan.

אֵ֠לֶּה הַֽחֻקִּ֣ים וְהַמִּשְׁפָּטִים֮ וְהַתּוֹרֹת֒ אֲשֶׁר֙ נָתַ֣ן יְהוָ֔ה בֵּינ֕וֹ וּבֵ֖ין בְּנֵ֣י יִשְׂרָאֵ֑ל בְּהַ֥ר סִינַ֖י בְּיַד־מֹשֶֽׁה׃ (פ)

These are the laws, rules, and instructions that the LORD established, through Moses on Mount Sinai, between Himself and the Israelite people.( Imamat 26: 46).

Torah yg disebutkan adalah plural. הַתּוֹרֹת֒ (written dan oral).

Talmud terdiri dari misnah & gemara. Misnah adalah Taurat lisan yg diturunkan sejak jaman Musa. Dan gemara adalah pengajaran para rabbi sehubungan dgn pelaksanaan perintah2 Torah.

Dalam Talmud banyak dijelaskan cara menjalankan perintah2 Tuhan dalam Torah. Dalam Torah tertulis misalnya ada perintah menguduskan Sabat tapi tidak dijelaskan caranya bagaimana karena orang Israel sudah mengerti. Talmud baru mulai ditulis ketika bangsa Israel mengalami pembuangan agar tradisi lisan tsb tidak hilang.
 

Pd abad 1 sampai 3 Masehi, para Rabbi dan tetua2 Yahudi membuat tafsir dari hukum Taurat yg disebut  Mishnah ( משנה, ). Kitab Mishnah ini diterangkan lagi dg kitab yg disebut  Gemarah (  גמרא ). Gemara, jika dikombinasi dengan Mishnah disebut Talmud.

Dari analisis para rabbi dan komentar tentang Mishnah. Setelah Mishnah diterbitkan oleh Yehuda HaNasi (~ 200 M), karya itu dikaji secara mendalam oleh para rabbi dari generasi ke generasi di Babel dan Tanah Israel. Diskusi mereka dicatat dalam serangkaian buku yang kemudian menjadi “Gemara”, yang jika dikombinasi dengan Mishnah merupakan Talmud.

Gemara dan Mishnah bersama-sama membentuk Talmud. Jadi, Talmud terdiri dari dua komponen:

Mishnah – teks inti, dan Gemara – analisis dan komentar yang “melengkapi” Talmud.

Dalam arti sempit, kata “Gemara” mengacu kepada penguasaan dan transmisi tradisi yang ada. Ini berlawanan dengan istilah “sevara”, yang berarti “menurunkan hasil baru melalui logika”. Kedua kegiatan ini terwakili dalam “Gemara” sebagai suatu karya sastra. Istilah “Gemara” untuk “kegiatan studi” jauh lebih tua dari penggunaannya sebagai suatu “pemerian teks-teks”. Menurut Pirke Avot suatu karya yang terbit jauh sebelum penulisan Talmud, menganjurkan orang mulai belajar “Mishnah” pada usia 10 tahun dan “Gemara” pada usia 15 tahun.

Para rabi yang mempelajari Mishnah dikenal sebagai “Tannaim” (dari bentuk tunggal: Tanna תנא). Para rabi yang mempelajari Gemara disebut sebagai “Amoraim” (dari bentuk tunggal Amora אמורא).

ETIKA 19 MAR –

Silahkan bagikan di :