AqidahKristologi

 Maryam: Saudari Hârûn, Putri Imran, dan Fitnah Pantera 

Assalamu’alaikum warahmatullâhi wa barakâtuh.

Malam Jumat yang penuh berkah ini, marilah kita menyelami kisah seorang wanita agung yang namanya diabadikan sebagai satu-satunya surah perempuan dalam Al-Qur’an: Maryam binti Imran. 

Kisahnya bukan sekadar narasi, melainkan titik temu tiga agama Ibrahimiyah yang penuh rahasia bahasa, silsilah, dan fitnah abadi.

 1. “Yâ Ukhta Hârûn!”  Satu Panggilan, Tiga Bahasa Suci 

Ketika Maryam datang membawa bayi mungil, kaumnya berseru:

 يَا أُخْتَ هَارُونَ مَا كَانَ أَبُوكِ امْرَأَ سَوْءٍ وَمَا كَانَتْ أُمُّكِ بَغِيًّا 

 (QS. Maryam [19]: 28) 

 “Wahai saudara perempuan Hârûn! Ayahmu bukan orang buruk, ibumu bukan pezina!”

 Terjemahan harfiah Ibrani (dari Kitab Keluaran 6:20):

 וַיִּקַּח אַהֲרֹן אֶת־אֱלִישֶׁבַע בַּת־עַמִּינָדָב אֲחוֹת נַחְשׁוֹן לּוֹ לְאִשָּׁה 

 “Dan Hârûn mengambil Elisheba… menjadi istrinya.” 

 (Septuaginta Yunani: Ἐλισάβετ = Elisabeth)

 Terjemahan harfiah Suryani (Peshitta, Lukas 1:36):

 ܘܗܐ ܐܠܝܫܒܥ ܐܚܝܼܟܝܼ 

 “Dan lihatlah Elisabeth, saudara perempuanmu (ܐܚܝܼܟܝܼ = ukhtuki).”

Kesimpulan bahasa Semitik: 

– Qur’an memanggil Maryam “ukhta Hârûn” → jalur leluhur laki-laki. 

– Injil Lukas memanggil Elisabeth “achyki” → jalur leluhur perempuan. 

Keduanya satu darah: keturunan Hârûn bin Amram (Imran). 

Bukan “salah zaman”, melainkan gaya nasab Semitik yang sama persis.

 2. “Istri Imran” = Istri Yoakim? Uskup Katolik Menjawab 

QS. Âli ‘Imrân [3]: 35 

 إِذْ قَالَتِ امْرَأَتُ عِمْرَانَ رَبِّ إِنِّي نَذَرْتُ لَكَ مَا فِي بَطْنِي مُحَرَّرًا 

 “(Ingatlah) ketika istri Imran berkata: ‘Ya Tuhanku, sesungguhnya aku menazarkan anak dalam kandunganku…’”

Uskup Egidius da Viterbo (abad XVI) dalam Qur’an Latinum (terbit Roma 1543) menulis: 

 “Quando dixit uxor Yoachim…” 

 “Ketika istri Yoakim berkata…”

Yoakim = Imran (varian Arab). 

Satu tokoh, dua namaseperti Yitro = Reuel = Syu‘aib. 

Tradisi Katolik & Ortodoks hingga kini menyebut St. Joachim & St. Anne sebagai orang tua Maria.

 3. Fitnah Pantera: Talmud, bukan Ustaz Ali 

Kitab Talmud Bavli, Shabbat 104b: 

 “Ben Stada dibawa dari Mesir… Ibunya Miriam megaddela neshayya (= Maryam penata rambut wanita). Ini adalah ‘s’tath da’ min ba‘alah’  perempuan yang menyimpang dari suaminya. Ia berselingkuh dengan Pandera, serdadu Romawi.”

– STADA = akronim Ibrani: סְטַת דַּע מִבַּעְלָה 

  “Ia menyimpang dari suaminya.” 

– Pandera/Pantera → serdadu Romawi (catatan sejarawan Celsus, abad II).

Al-Qur’an membantah dengan satire halus: 

 “Ayahmu bukan orang buruk, ibumu bukan pezina!” (QS. Maryam: 28)

Indikasi dalam Injil Matius 1:19: 

 “Yusuf… bermaksud menceraikannya diam-diam.” 

Mengapa diam-diam? Karena isu Pantera sudah mengguncang kampung.

 4. Mukjizat, Bukan Zina 

Al-Qur’an menegaskan kelahiran Isa: 

 إِنَّ مَثَلَ عِيسَىٰ عِنْدَ اللَّهِ كَمَثَلِ آدَمَ ۖ خَلَقَهُ مِنْ تُرَابٍ 

 “Sesungguhnya perumpamaan Isa di sisi Allah seperti Adam…” (QS. Âli ‘Imrân: 59)

Tanpa ayah, tanpa zinakun fa yakûn.

 5. Kesimpulan Malam Ini 

1. “Ukhta Hârûn” adalah nasab Semitik, bukan kesalahan kronologi. 

2. Imran = Yoakim, diakui Uskup Katolik sendiri. 

3. Tuduhan Pantera berasal dari Talmud Yahudi, bukan bibir Ustaz. 

4. Al-Qur’an membela Maryam dengan fakta sejarah yang kini terbukti di tiga kitab suci.

Fitnah viral 2018 yang memotong video Ustaz Menahem Ali kini terjawab penuh. 

Maryam tetap Sayyidatun Nisâ’ al-‘Âlamîn  pemimpin wanita sekalian alam.

 Mari Berbuat Baik Bersama 

Bantu pasang pintu, jendela, keramik via: 

BSI 111889971 a.n. YPM Jatim 

100 % untuk masjid & pesantren.

Jazakumullâhu khayran. 

Kami tunggu Anda di Surabayamuslim, kristiani, siapa sajauntuk dialog santai, bukan debat. 

Wallâhu a’lam bi al-shawâb. 

Wassalamu’alaikum warahmatullâhi wa barakâtuh. 🙏

Catatan: Semua ayat Qur’an disertakan teks Arab + terjemahan Depag RI. Semua kutipan Ibrani & Suryani disertakan transliterasi + harfiah.

Silahkan bagikan di :