ETIKA – SIAPA YANG DIKORBANKAN? Bagian 1
Admin
100-113 Surat Ash-Shaffat
100. Ya Tuhanku, anugrahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang saleh.
101. Maka kami beri dia khabar gembira dengan seorang anak yang amat sabar.
102. Maka tatkala anak itu sampai ( pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku Sesungguhnya Aku melihat dalam mimpi bahwa Aku me-nyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapat mu!” ia menjawab: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepada-mu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”.
103. Tatkala keduanya Telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis (nya),(nyatalah kesabaran keduanya)
104. Dan kami panggillah dia: “Hai Ibrahim,
105. Sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu sesungguhnya demikianlah kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.
106. Sesungguhnya Ini benar-benar suatu ujian yang nyata.
107. Dan kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.
108. Kami abadikan untuk Ibrahim itu (pujian yang baik) di kalangan orang-orang yang datang kemudian
109. (yaitu) ” Kesejahteraan dilimpahkan atas Ibrahim”.
110. Demikianlah kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.
111. Sesungguhnya ia termasuk hamba-hamba kami yang beriman.
112. Dan kami beri dia kabar gembira dengan (kelahiran) Ishaq seorang nabi yang termasuk orang-orang yang saleh.
113. Kami limpahkan keberkatan atasnya dan atas Ishaq dan diantara anak cucunya ada yang berbuat baik dan ada (pula) yang zalim terhadap dirinya sendiri dengan nyata.
Ayat ini tidak mencantumkan nama anak yang dikorbankan Ibrahim as. namun bukan berarti tidak bisa diketahui siapa anak tersebut.
Inilah ketinggian sastra Al Quran, walaupun nama tak disebut, namun makna yang hakiki tetap bisa diketahui.
Ibnu Katsier di dalam pengantar Tafsirnya mengatakan, bahwa sebaik-baiknya tafsir Alquran adalah mencari penjelasan dari ayat-ayat Al Quran itu sendiri.
Kalau kalian search di.internet, maka akan ada dua pendapat, sebagian ahli tafsir mengatakan Iskak, sebagian Ismail
Diatas daftarnya supporters of Iskak dan supporters of Ismail: jumlahnya fifty – fifty
Dan ini jg dijadikan alat oleh Kristen utk mendukung, Kitab mereka bahwa Iskak lah yg dikorbankan. Bahkan ada bbrp teman muslim,yg berpendapat Iskak
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan, karena inilah kalimat kunci agar kita bisa mengetahui bahwa anak Nabi Ibrahim adalah Nabi Ismail :
PERTAMA
Berdasarkan Kronologi cerita.
1. Ibrahim berdoa memohon diberi keturunan
2. Dikabulkan dg kabar gembira kelahiran anak pertama
3. Diuji harus mengorbankan anaknya.
4. Ibrahim patuh dan melaksanakan
5. Mendapat hadiah kabar gembira ( kelahiran anak kedua.).
Kata kunci:
Ada 2x kabar gembira ( Kelahiran) yg diterima oleh nabi Ibrahim AS.
Yaitu di QS. Ashoffat 101 dan Ashoffat 112
Krn disana memang ada 2 :
1. “fabassyarnaahu” (ayat 101) –> nabi Ismail AS.
2. “wabassyarnaahu” (ayat 112) –> nabi Ishaq AS.
Dari mana kita tahu bahwa anak Nabi Ibrahim adalah Ismail dan Iskak dg merujuk ayat berikut:
Segala puji bagi Allah yang telah menganugerahkan kepadaku di hari tua(ku) Ismail dan Ishaq. Sesungguhnya Tuhanku, benar-benar Maha Mendengar (memperkenankan) doa.( QS.14:39).
Catatan.
Kata بشّـر (basyara) memiliki 2 arti :
1. Kabar gembira biasa seperti tersebut di dalam Surat Al Baqarah 25
Dan sampaikanlah berita gembira kepada mereka yang beriman dan berbuat baik, bahwa bagi mereka disediakan surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya. setiap mereka diberi rezki buah-buahan dalam surga-surga itu, mereka mengatakan : “Inilah yang pernah diberikan kepada kami dahulu.” mereka diberi buah-buahan yang serupa dan untuk mereka di dalamnya ada isteri-isteri yang Suci dan mereka kekal di dalamnya
2. Kelahiran anak seperti Firman Allah di dalam Surat Az Zukhruf 17
dan apabila salah seorang di antara mereka diberi kabar gembira dengan apa * yang dijadikan sebagai misal bagi Allah yang Maha Pemurah; jadilah mukanya hitam pekat sedang dia amat menahan marah .
An Nahl 58
Dan apabila seseorang dari mereka diberi kabar dengan (kelahiran) anak perempuan, hitamlah (merah padamlah) mukanya, dan dia sangat marah
KEDUA
Lalu darimana kita tahu bahwa anak yg dikorbankan adalah Ismail, selain dari kronologi cerita. Jawabnya adalah dari GELAR yg diberikan kepada anak itu.
Coba perhatikan jawaban anak Nabi Ibrahim yang hendak dikorbankan itu pada ayat 102:
Ia menjawab: “Wahai ayah, lakukanlah apa yang telah diperintahkan kepadamu, Insya Allah ayah akan mendapatiku sebagai anak yang SABAR ( من الصبرين ).
Ayat ini sesuai dengan gelar kepada anak pertama.
Maka Kami beri dia kabar gembira dengan seorang anak yang amat SABAR (Ash-Shaffat: 101)
Di dalam Alquran, nabi yang memiliki predikat khusus sebagai (الصبرين) , SABAR hanya 3 orang, yaitu :
Nabi Ismail
Nabi Idris
Nabi Dzulkifli
Dan (ingatlah kisah) Ismail, Idris dan Dzulkifli. semua mereka termasuk orang-orang yang SABAR. (Al Anbiya’ 85).
Bagaimana dengan Iskak.
ISHAQ namanya disebutkan dalam Al Qur’an sebanyak 17 X dan ayat-ayat tersebut sebagai berikut:
AL BAQARAH : 133,136,140 ALI IMRAN : 84 AN NISA : 163 AL AN?AM :84 HUUD : 71(2X) YUSUF : 6,38 IBRAHIM : 39 MARYAM : 49 AL ANBIYA : 72 AL ANKABUT : 27 ASH SHAFAT : 112,113 SHAAD : 45
Dari sekian ayat tak ada satupun yang menunjukkan Ishaq punya cirri-ciri seperti anak yang terdapat dalam Qs ash shafat:102, tetapi disebut sama dengan ayat yang ke 113 Yaitu Qs Al ankabut 27: minash sholikhin:termasuk orang orang yang sholeh Dan disebut dengan kata sejenis (ja’alnaa sholikhin): Kami jadikan orang-orang yang saleh. Dan juga disebut sebagai عَلِيْمٍ, ( anak yg pandai).
Sekarang bagaimana dengan nama Ismail dalam Al Qur’an, Nama Ismail dalam Al Qur’an disebutkan sebanyak 12X
Ke 12 x tersebut sebagai berikut:
AL BAQARAH : 125,127,133,136,140,177 ALI IMRAN :84 AN NISA :163(2X) AL AN’AM :86 IBRAHIM : 39 MARYAM : 54 SHAAD ; 48
Dalam ayat-ayat yang ada nama Ismail tak ada satupun gelar / predikat yang sama dengan Yang diberikan kepada Ishaq.
Jjelas sekali Ismail disebut sebagai “minash Shabirin” dan penyebutan panggilan ini tidak pernah diperuntukan buat Ishaq as.
Dan kita bisa lihat di QS. Ashoffat, bahwa si anak yg sabar lah yg menjadi kurbannya. Bukan si anak yg pandai dan saleh jadi AlQuran.konsisten.slm.memberikan gelar.
Gelar sebagai golongan orang Sabar juga menepis tuduhan / pembunuhan karakter terhadap Ismail As, yang disebut seperti kuda liar.
SESUNGGUHNYA INI BENAR-BENAR SUATU UJIAN YANG NYATA?
perhatikan ayat ini ,diawali penekanan kata (inna) yang menunjukkan betapa pentingnya soal ini,dan juga diakhiri penekanan bahwa soal ini benar-benar serius(mu’bin)
dan yang lebih menarik lagi bahwa kata الْبَلَاء الْمُبِينُ = sesungguhnya ini ujian yang nyata” hanya terdapat pada ayat ini saja.
Mungkin akan ada pertanyaan,kenapa manusia harus di uji dengan masalah ini?
Ujian ini menguji manusia apakah mereka benar-benar memperhatikan Ayat-ayat Allah atau tidak. (apakah mereka beriman,mengikari/kafir,atau jadi ragu).
Inilah bukti nyata, bahwasannya kita ummat Islam dituntut bersungguh-sungguh di dalam mempelajari Alquran.
Jika yang dikorbankan Ismail
Ibrahim sangat merindukan hadirnya seorang anak, ia terus dan terus berdoa sampai memutih rambutnya. Akhirnya pada usia 86 tahun, anak yg ditunggu tunggu hadir. Tentu tak terbayangkan bagaimana bahagianya dia. . Dengan kehadiran anak yg didambakan itu, pastilah Ismail menjadi sesuatu yg sangat berharga dalam hidupnya, melebihi hartanya yg begitu banyak. Tiba – tiba ada perintah dari Tuhan utk menyembelihnya. Sebagai seorang ayah Ibrahim tentu sedih, satu satunya harta yg paling berharga, sesuatu yg baru saja dimiliki, harus dikorbankan. Bayangkan betapa sedihnya dia, namun sbg seorang yang taat kepaa Tuhannya, dia tunduk kepaa semua perintahNya.
Jika yg dikorbankan Iskak.
Ibrahim sudah memiliki dua anak. Hidupnya sudah semakin lengkap
Namun tiba – tiba satu anaknya, Iskak harus dikorbankan. Betapa sedihnya Ibrahim, itu sudah pasti, tapi paling tidak masih ada satu anak yg dia miliki, Ismail, juga bbrp cucu yg lahir dari Ismail ( menurut Rashi Iskak akan dikorbankan pada usia 37 thn, ada jg yg menyebut 25 thn), jadi pada saat itu Ismail sdh memiliki bbrp anak. Sedih pasti, jika harus mengorbankan Iskak, tapi dia masih punya satu anak dan beberapa cucu.
Dari dua peristiwa ini, jika kita bertanya pada outsider, bukan penganut Abrahamic religions, mana yg lebih berat, lebih dramatis dan lebih menyentuh hati, dan manakah yg benar2 merupakan ujian.?
Bisa dibaratkan begini, kita punya 7 presiden, jika kita menyebut Gelarnya saja ” Sang Proklamator”, tentu tahu siapa yg dimaksud
Disebutkan dalam riwayat, beliau bersabda,
أنا ابن الذبيحين
“Saya putra dua manusia yang akan disembelih.” (Sirah Ibnu Hisyam, 1/151 – 155)
Aku adalah anak keturunan dua orang zabihain (orang yang disembelih).(HR. Al-Hakim).
Didalam silsilah yang menurunkan nabi Muhammad ada dua yang dikatakan zabihain
1 Ismail AS
2 Abdulloh bin Abdul Muthalib. Yang dalam riwayat Abdulloh diganti oleh Abdul Muthalib dengan korban 100 ekor unta!….
Mengapa disebut putra 2 manusia yang disembelih?
Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah keturunan Nabi Ismail. Dalam hadis dari Watsilah bin al-Asqa’ radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِنَّ اللَّهَ اصْطَفَى كِنَانَةَ مِنْ وَلَدِ إِسْمَاعِيلَ وَاصْطَفَى قُرَيْشًا مِنْ كِنَانَةَ وَاصْطَفَى مِنْ قُرَيْشٍ بَنِى هَاشِمٍ وَاصْطَفَانِى مِنْ بَنِى هَاشِمٍ
Sesungguhnya Allah memilih bani Kinanah di kalangan keturunan Ismail. Lalu Allah memilih Quraisy di kalangan bani Kinanah. Lalu Allah memilih Bani Hasyim dari kalangan Quraisy. Dan Allah memilihku dari kalangan bani Hasyim. (HR. Muslim 6077, Turmudzi 3964 dan yang lainnya).
Ini serangan dari pdt Dr Suraji.
Pendeta dr. Suradi mengatakan bahwa Departemen Agama RI telah melakukan kecurangan dengan menambahkan kata (kelahiran) ketika menerjemahkan ayat ke-112, karena menurutnya, pada ayat tersebut tidak terdapat kata غلم atau مولد yang berarti kelahiran.
Menurut Pendeta dr. Suradi maksud ayat itu adalah, setelah Allah menyelamatkan Ishaq dari penyembelihan, lalu Allah memberi kabar gembira bahwa Ishaq diangkat menjadi Nabi.
Demikian tafsir pendeta Suradi.
Hal ini kita jawab, bahwa Depag RI tidak curang dalam menerjemah atau memberi tafsir ayat ini, justru Pendeta dr. Suradi lah yang telahmenyalahtafsirkan ayat ini, disebabkan ia tidak paham Bahasa Arab terlebih bahasa Alquran.
Memang benar apa yang dikatakan Suradi, bahwa di ayat ini tidak ada kata ghulam atau maulid yang berarti kelahiran, tapi kata بشّـر pada ayat ini merupakan bentuk musytarak, yakni satu kata yang memiliki banyak arti (Homonim).
Sama halnya denga kata المطهرون yang memiliki beberapa makna, yaitu:
suci dari hadastsuci dari najisorang yang belum batal wudhuorang beriman, bahkanberarti malaikat.
Kata BISA dalam bahasa Indonesia, mempunyai beberapa arti, yaitu :
– dapat
– racun
Demikian pula kata بشّـر memiliki 2 arti
Tapi Dr Suraji kalah waktu debat di forum
Paran dan Bersyeba juga kata kunci peristiwa Qurban.
Pdt. Dr. Suradi ben Avraham ketika dialog dg guru kita Allahumma yarhamhu KH. Theodorus Wasi’an mati langkah saat almarhum bertanya kepada almarjum Suradi sbb :
AW : Dimanakah perintah ini turun pak
SbA : di Bersyeba
AW : siapa anak Ibrahim yg ada di Bersyeba pak doktor Suradi
SbA : Ismail
AW : Kenapa koq berubah jd Ishaq di Genesis 22:2 pak doktor
SbA : nah ini yg belum saya pelajari kyai ????????????
Skak Mat
Lalu Suradi mencoba ngelles
SbA : tapi kyai, bisa jadi saat itu Ishaq jg ada di sana
AW : aah pak doktor kok menprediksi sesuatu yg mustahil terjadi
SbA : kok mustahil… maksud kyai
AW : coba pak Dr. Suradi telaah alkitab, kenapa Hagar dan Ismail meninggalkan Sara dan Ishaq.
Jadi hil yg mustahal kalau Sara akan izinkan Ishaq ikut mereka ke Bersyeba. Bagaimana pak Ev. Dr. Suradi
SbA : Ya kyai, ini jg belum saya pelajari
أَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللهِ بن عَبْدِ الْمُطَّلِبِ بن هَاشِمِ بن عَبْدِ مَنَافِ بن قُصَيّ بن كِلَابِ بن مُرَّةَ بن كَعْبِ بن لُؤَيِّ بن غَالِبِ بْن فِهْر بن مالِكِ بن النَّضْرِ بن كِنَانَةَ بنِ خُزَيْمَةَ بن مُدْرِكَةَ بن إِلْيَاس بن مُضَر بن نِزَار بن مَعَدّ بن عَدْنَان بن أُدّ بن أُدَدَ بن الهَيْسَع بن بَنَت بن حَمَل بن قَيْذَار بن إِسْمَاعِيْل بن إِبْرَاهِيْم الخ….. “Saya Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muttalib bin Hasyim bin Abdu Manaf bin Qushayy bin Kilab bin Murrah bin Ka’b bin Luayy bin Ghalib bin Fihr bin Malik bin al-Nadhr bin Kinanah bin Khuzaimah bin Mudrikah bin Ilyas bin Mudhar bin Nizar bin Ma’add bin Adnana bin Udda bin Udada bin Alhaysa’ bin Nabat bin Hamal bin Qaidzar bin Isma’il bin Ibrahim ……..” (Imam al-Hafidh al-Dailami, Firdaus al-Akhbâr bi Ma’tsûr a al-Mukharraj ‘ala Kitâb al-Syihâb, Damaskus: Dar al-Kitab al-‘Arabi, juz 1, 3hlm (halaman 73)
Dari sisi ibunya, Sayyidah Aminah, nasab Rasulullah ﷺ adalah: هِيَ آمِنَةُ بِنْتُ وَهْبٍ بْنِ عَبْدِ مَنَافِ بْنِ زُهْرَةَ بْنِ كِلَابِ بْنِ مُرَّةَ. ]وَأُمُّهَا بَرَّةُ بِنْتُ عَبْدِ الْعُزَّي بن عُثْمَانَ بن عَبْدِ الدَّارِ بن قُصَيِّ بن كَلَاب. وَأُمُّهَا أُمُّ حَبِيْبِ بنت أَسَد بن عَبْدِ الْعُزَّي بن قُصَيِّ بنِ كِلَاب[ “Aminah binti Wahab bin Abdu Manaf bin Zuhrah bin Kilab bin Murrah. [Ibunya Sayyidah Aminah adalah Barrah binti Abdul ‘Uzza bin Utsman bin Abdul Dar bin Qushayy bin Kilab. Ibunya Barrah binti Abdul ‘Uzza adalah Ummu Habib binti Asad bin Abdul ‘Uzza bin Qushayy bin Kilab].” (Imam Abdul Aziz al-Kinânî, al-Mukhtashar al-Kabîr fi Sîrah al-Rasûl, Amman: Dar al-Basyir, 1993, h. 19) Nasab Sayyidah Aminah bertemu dengan nasab Sayyid Abdullah, ayah Rasulullah di nama Kilab. Begitu pun dengan ibu Sayyidah Aminah, semuanya bermuara pada satu sumber, yaitu Nabi Ismail ‘alaihis salam.

