Penjelasan Yesaya 52–53: Nubuat Hamba Tuhan yang Menderita dan Penggenapannya
Admin
(13)Sesungguhnya, hamba-Ku akan berhasil, ia akan ditinggikan, disanjung dan dimuliakan.
52:14 Seperti banyak orang akan tertegun melihat dia–begitu buruk rupanya, bukan seperti manusia lagi, dan tampaknya bukan seperti anak manusia lagi–
52:15 demikianlah ia akan membuat tercengang banyak bangsa, raja-raja akan mengatupkan mulutnya melihat dia; sebab apa yang tidak diceritakan kepada mereka akan mereka lihat, dan apa yang tidak mereka dengar akan mereka pahami.
Yesaya 53.
(1).Siapakah yang percaya kepada berita yang kami dengar, dan kepada siapakah tangan kekuasaan TUHAN dinyatakan?
53:2 Sebagai taruk ia tumbuh di hadapan TUHAN dan sebagai tunas dari tanah kering. Ia tidak tampan dan semaraknyapun tidak ada sehingga kita memandang dia, dan rupapun tidak, sehingga kita menginginkannya.
53:3 Ia dihina dan dihindari orang, seorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan; ia sangat dihina, sehingga orang menutup mukanya terhadap dia dan bagi kitapun dia tidak masuk hitungan.
53:4 Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah
53:5 Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh
53:6 Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri, tetapi TUHAN telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian.
53:7 Dia dianiaya, tetapi dia membiarkan diri ditindas dan tidak membuka mulutnya seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian; seperti induk domba yang kelu di depan orang-orang yang menggunting bulunya, ia tidak membuka mulutnya
53:8 Sesudah penahanan dan penghukuman ia terambil, dan tentang nasibnya siapakah yang memikirkannya? Sungguh, ia terputus dari negeri orang-orang hidup, dan karena pemberontakan umat-Ku ia kena tulah.
53:9 Orang menempatkan kuburnya di antara orang-orang fasik, dan dalam matinya ia ada di antara penjahat-penjahat, sekalipun ia tidak berbuat kekerasan dan tipu tidak ada dalam mulutnya.
53:10 Tetapi TUHAN berkehendak meremukkan dia dengan kesakitan. Apabila ia menyerahkan dirinya sebagai korban penebus salah, ia akan melihat keturunannya, umurnya akan lanjut, dan kehendak TUHAN akan terlaksana olehnya
.53:11 Sesudah kesusahan jiwanya ia akan melihat terang dan menjadi puas; dan hamba-Ku itu, sebagai orang yang benar, akan membenarkan banyak orang oleh hikmatnya, dan kejahatan mereka dia pikul.
53:12 Sebab itu Aku akan membagikan kepadanya orang-orang besar sebagai rampasan, dan ia akan memperoleh orang-orang kuat sebagai jarahan, yaitu sebagai ganti karena ia telah menyerahkan nyawanya ke dalam maut dan karena ia terhitung di antara pemberontak-pemberontak, sekalipun ia menanggung dosa banyak orang dan berdoa untuk pemberontak-pemberontak.
- PENJELASAN
* Untuk memahami Yesaya 53, paling sedikit kita harus membaca secara teliti dari pasal- pasal sebelumnya. Yesaya 53 tidak sedang berbicara mengenai mesias, melainkan sedang berbicara mengenai Hamba TUHAN yg menderita. Sedangkan nubuat tentang mesias ada pada pasal 11
Pertama, dlm Kitab Tanakh, Israel sbg suatu bangsa , sering dipanggil dg menggunakan bentuk tunggal “dia”, “anakku yg sulung” dll.
Contoh:
Kel 4:22
Maka engkau harus berkata kepada Firaun: Beginilah firman TUHAN: Israel ialah anak-Ku, anak-Ku yang sulung;
Ketika Israel masih muda, Kukasihi dia, dan dari Mesir Kupanggil anak-Ku itu ( Hosea 11:1).
Jadi Israel , yg juga disebut dg bentuk tunggal “dia” atau “anakku yg sulung” dlm ayat2 tsb, maksudnya adalah bangsa Israel.
Siapa yg sedang berbicara dalam Yesaya 53?
Baca Yesaya 52:13-53:1
Para raja dari bangsa-bangsa sedang membuat kesaksian tentang hamba TUHAN yg menderita tsb yg tidak lain adalah Bangsa Israel. Kesaksian para raja tentang Israel tsb dituangkan dalam pasal 53.
- MANIPULASI PENERJEMAHAN.
- Terjemahan Yesaya 53:8 dalam Alkitab
Yesaya 53:8 (Jewish Tanakh)
Kata לָֽמוֹ, artinya ” mereka”, bukan “dia”.
מֵעֹצֶר וּמִמִּשְׁפָּט לֻקָּח וְאֶת דּוֹרוֹ מִי יְשׂוֹחֵחַ כִּי נִגְזַר מֵאֶרֶץ חַיִּים מִפֶּשַׁע עַמִּי נֶגַע לָמוֹ:
Terjemahan yg benar (Yudaisme):
53:8 Sesudah penahanan dan penghukuman ia terambil, dan tentang nasibnya siapakah yang memikirkannya? Sungguh, ia terputus dari negeri orang-orang hidup, dan karena pemberontakan umat-Ku MEREKA kena tulah.
Terjemahan LAI:
Sesudah penahanan dan penghukuman ia terambil, dan tentang nasibnya siapakah yang memikirkannya? Sungguh, ia terputus dari negeri orang-orang hidup, dan karena pemberontakan umat-Ku IA kena tulah.
Setiap orang yg bisa berbahasa Ibrani pasti mengerti bahwa kata “lamo” (לָמוֹ) pada Yesaya 53:8 ini artinya adalah mereka (jamak). Namun pada semua Bible terjemahan Kristen kata “lamo” yg artinya mereka sengaja dirubah dan diterjemahkan sebagai “dia” (tunggal) dengan tujuan supaya bisa cocok dgn SATU INDIVIDU.
Sedikitnya ada 18 ayat lain dalam Tanakh yang menggunakan kata lamo ( לָמוֹ ) dan diterjemahkan oleh berbagai Alkitab secara benar sebagai “mereka” kecuali terjemahan Yesaya 53:8.
Contoh :
Yesaya 48:21.
( Lihat juga Ulangan 32:35, Ayub 6:19, 14,21, Yesaya: 23:1, 16:4 dll).
וְלֹ֣א צָמְא֗וּ בָּחֳרָבוֹת֙ הֽוֹלִיכָ֔ם מַ֥יִם מִצּ֖וּר הִזִּ֣יל לָ֑מוֹ וַיִּ֨בְקַע־צ֔וּר וַיָּזֻ֖בוּ מָֽיִם׃
Mereka tidak menderita haus, ketika Ia memimpin mereka melalui tempat-tempat yang tandus; Ia mengeluarkan air dari gunung batu bagi mereka; Ia membelah gunung batu, maka memancarlah air.
Catatan:
Yg dimaksud negeri orang hidup adalah Yerusalem (The holy Land). Lihat Yehezkiel 32:23-32.
2.Yesaya 53:9
וַיִּתֵּן אֶת רְשָׁעִים קִבְרוֹ וְאֶת עָשִׁיר בְּמֹתָיו עַל לֹא חָמָס עָשָׂה וְלֹא מִרְמָה בְּפִיו:
And he gave his grave to the wicked, and to the wealthy with his kinds of death, because he committed no violence, and there was no deceit in his mouth.
53.9 Orang menempatkan kuburnya di antara orang-orang fasik dan dalam matinya ia ada di antara penjahat-penjahat, sekalipun ia tidak berbuat kekerasan dan tipu tidak ada dalam mulutnya.
Kata “bemotav” (בְּמֹתָיו) berarti berbagai kematiannya dalam bentuk jamak. Jadi bukan satu kematian melainkan banyak kematian. Hal ini merujuk pada pembantaian terhadap orang-orang Yahudi yang terjadi dalam berbagai tragedi peristiwa, spt inkuisisi Spanyol, Hitler dsb . Namun dalam Alkitab kata “bemotav” yg menandakan banyak kematian, dirubah menjadi satu kematian (tunggal).
- PENJELASAN TAMBAHAN
Yesaya 53:2
Sebagai taruk ia tumbuh di hadapan TUHAN dan sebagai tunas dari tanah kering. Ia tidak tampan dan semaraknyapun tidak ada sehingga kita memandang dia, dan rupapun tidak, sehingga kita menginginkannya.
Tidak tampan (לא תאר) (Lo To-ar) dan tidak bersemarak (לא הדר) (Lo Hadar) (kurang menarik untuk dipandang)
Tidak ada keterangan dari perjanjian baru, bahwa Yesus memiliki wajah jelek atau pun tampan, sehingga tidak bisa ditentukan apakah Yesus berwajah jelek seperti yang dinubuatkan Yesaya itu atau justru berwajah rupawan.
Jika Yesus berwajah rupawan, maka dia tidak masuk dalam kategori nubuatan ini.
Yesaya 53:3
Ia dihina dan dihindari orang, seorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan; ia sangat dihina, sehingga orang menutup mukanya terhadap dia dan bagi kitapun dia tidak masuk hitungan.
Apakah semua orang menutup mukanya?
Yesaya 53:7
Dia dianiaya, tetapi dia membiarkan diri ditindas dan tidak membuka mulutnya seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian; seperti induk domba yang kelu di depan orang-orang yang menggunting bulunya, ia tidak membuka mulutnya
Apakah dia tdk membuka mulutnya? Mat 27:46, apakah dia rela?
Yesaya 53:10.
Arti Kata Zera זֶ֖רַע dalam Yesaya 53:10
וַיהוָ֞ה חָפֵ֤ץ דַּכְּאוֹ֙ הֶֽחֱלִ֔י אִם־תָּשִׂ֤ים אָשָׁם֙ נַפְשׁ֔וֹ יִרְאֶ֥ה זֶ֖רַע יַאֲרִ֣יךְ יָמִ֑ים וְחֵ֥פֶץ יְהוָ֖ה בְּיָד֥וֹ יִצְלָֽח׃
53:10 Tetapi TUHAN berkehendak meremukkan dia dengan kesakitan. Apabila ia menyerahkan dirinya sebagai korban penebus salah, ia akan melihat keturunannya, umurnya akan lanjut, dan kehendak TUHAN akan terlaksana olehnya
Di situ dijelaskan , jika bangsa Israel.rela mengalah ( menjadi.tumbal atas kesalahan.orang lain). contoh: pada peristiwa Hitler, meskipun dibantai diam, bagi mereka.yg selamat , unur mereka akan panjang , dan Tuhan , akan melihat keturunan ( זֶ֖רַע) mereka.
Kata זֶ֖רַע dlm bhs Ibrani, maknanya keturunan biologis, tdk ada makna.lain. Maka jika umkris menjawab Keturunan Rohani itu.salah. Tanyakan ke mereka, apa ada ” sperma” rohani? Itu yg pertama
Yg kedua umur Yesua tdk panjang, sbg manusia.meninggal di usia 33
Kesimpulan:
Dalam perspektive Kitab Tanakh Yesaya 53 adalah sebuah nubuat tentang kesaksian dari para raja bangsa-bangsa di dunia di akhir jaman Orang Yahudi telah menanggung berbagai penderitaan dan kematian, akibat perlakuan bangsa lain.
Perlakuan bangsa lain yg dimaksud adalah dari orang – orang Kristen, berdasarkan fakta2 sejarah berikut:
- Tahun 388: Rumah ibadat pertama Yahudi di dekat sungai Euprath, Irak dihancurkan atas perintah Uskup Kallinikon.
Abad ke 4: Dalam pertengahan abad ke 4, rumah ibadat Yahudi lainnya juga dihancurkan atas perintah Uskup Innocentious dari Dertona di Italia Utara.
Abad ke 4 dan 5: Banyak rumah ibadat Yahudi lainnya juga dibakar oleh orang Kristen. Jumlah orang Yahudi yang terbunuh tidak diketahui.
- Tahun 589: di Toledo, Spanyol. Para pemuka agama dan penguasa Kristen melakukan pembaptisan paksa terhadap semua manusia, yang menolak disiksa atau dibunuh. Sebagai contoh, di Spanyol, berdasarkan hasil The Third Council of Toledo (589), maka Katolik dijadikan sebagai agama negara, dan ditetapkan sejumlah keputusan terhadap kaum Yahudi:
(a) Larangan perkawinan antara pemeluk Yahudi dengan pemeluk Kristen,
(b) Keturunan dari pasangan itu harus dibaptis dengan paksa,
(c) Budak-budak Kristen tidak boleh dimiliki Yahudi,
(d) Yahudi harus dikeluarkan dari semua kantor publik,
(e) Yahudi dilarang membaca Mazmur secara terbuka saat upacara kematian.
- Tahun 612-620: banyak terjadi kasus dimana orang Yahudi dibaptis secara paksa kedalam agama Kristen. Ribuan orang Yahudi terpaksa melarikan diri ke Prancis dan Afrika untuk menghindari pengkristenan paksa tersebut.
- Tahun 621-631: di bawah pemerintahan Swinthila, perlakuan terhadap Yahudi sedikit lebih lunak. Pelarian Yahudi kembali ke tempat tinggalnya semula dan mereka yang telah dibaptis secara paksa kembali lagi ke agama Yahudi. Tetapi, Swinthila ditumbangkan oleh Sisinad (631-636), yang melanjutkan praktik pembaptisan paksa kembali kepada orang Yahudi.
- Tahun 680-687: Euric membuat keputusan: seluruh Yahudi yang dibaptis secara paksa ditempatkan dibawah pengawasan khusus pejabat dan pemuka gereja. Setelah diKristenkan secara paksa, orang-orang Yahudi itu tetap diawasi secara ketat oleh gereja, takut kalau-kalau mereka kembali melakukan ibadah Yahudi.
- Tahun 687-701: Raja Egica membuat keputusan: semua Yahudi di Spanyol dinyatakan sebagai budak untuk selamanya.
- Tahun 1010: Uskup Limoges (Prancis) pada tahun 1010 memaksa orang Yahudi untuk masuk Kristen. Kalau tidak mau mereka dibunuh atau diusir.
- Tahun 1096: Menjelang Perang Salib pertama, tokoh Kristen Prancis, Godfrey Bouillon bersumpah: “the blood of Christ would be avenged by the blood of Jews”, yang berarti: “Darah Kristus harus dibalas dengan darah orang-orang Yahudi”.
- Tahun 1096: Terbukti pada Perang Salib pertama, tanggal 18 Mei 1096, ribuan orang Yahudi dibunuh oleh Salibis Kristen di kota Worm.
Tanggal 27 Mei 1096 sekitar 1100 orang Yahudi juga dibantai di Mainz.
Juga dibunuh orang-orang Yahudi yang berada di kota-kota lain di Jerman dan Prancis seperti: Cologne, Moers, Dortmund, Kerpen, Trier, Metz, Regensburg, Dll.
- Tanggal 5 Juli 1099: ketika Yerusalem ditaklukan oleh Pasukan Salib, sekitar 60.000 orang dibunuh. Dari jumlah tersebut selain umat Islam, juga dibantai orang-orang Yahudi, baik laki-laki, perempuan maupun anak-anak. Ketika itu berlakulah keganasan luar biasa yang belum pernah terjadi dalam sejarah umat manusia.
Tentara salib itu telah menyembelih penduduk sipil Islam baik lelaki, perempuan dan anak-anak dengan sangat ganasnya. Mereka juga membantai orang-orang Yahudi dan orang-orang Kristen yang enggan bergabung dengan kaum Salib. Keganasan kaum Salib Kristen yang sangat luar biasa itu telah dikutuk dan diakui oleh para saksi dan penulis sejarah yang terdiri dari berbagai agama dan bangsa.
- Tahun 1147: Perang Salib kedua. Ratusan orang Yahudi dibunuh di Ham, Sully, Carentan dan Rameru di Prancis.
- Tahun 1290: Raja Inggris, Edward mengusir keluar orang-orang Yahudi dari wilayahnya secara paksa. Sedangkan pada tahun 1306 giliran Raja Prancis, Philippe menghalau orang-orang Yahudi keluar dari Prancis. Menurut fakta sejarah, Raja Phillippe kemudian membolehkan sebagian dari mereka untuk kembali ke Prancis selepas itu, tetapi keputusan untuk mengusir mereka kembali dilakukan pada 90 tahun kemudian.
- Tahun 1349: Di lebih 350 kota Jerman semua Yahudi dibunuh, kebanyakan dibakar hidup-hidup. Dalam satu tahun ini saja jumlah orang Yahudi yang dibunuh melebihi jumlah orang Kristen yang dibunuh selama penindasan orang Roma terhadap orang Kristen di abad ke-1 sampai abad ke-4.
- Tahun 1370. Di Belgia orang-orang Yahudi diusir keluar secara beramai-ramai untuk meninggalkan negara itu. Beberapa pengusiran terhadap Yahudi lainnya:
- Tahun 1380 bangsa Yahudi dihalau keluar dari Cekoslovakia.
- Tahun 1394, orang-orang Yahudi diusir keluar dari Prancis.
- Tahun 1420, Raja Bright ke-V menghalau Yahudi keluar dari Austria
- Tahun 1444, orang Yahudi diusir keluar di Outricht, Belanda.
- Tahun 1540, Orang-orang Yahudi diusir keluar dari Napoli dan Sardinia (Italia)
- Tahun 1551. golongan Yahudi dihambat dari Bavaria Jerman pada tahun 1551.
- Tahun 1582. Orang-orang Yahudi yang sebelumnya telah diusir secara beramai-ramai di Hungaria, memberanikan diri untuk kembali pulang kesana. Namun akhirnya mereka dihalau kembali untuk keluar dari sana.
- Tahun 1744. Orang-orang Yahudi yang telah diusir keluar dari Cekoslovakia pada tahun 1380, akhirnya kembali ke negara tersebut tahun 1592. Namun malangnya pada tahun 1744 ini, Ratu Maria Theressa telah memerintahkan penghalauan kembali terhadap semua orang Yahudi.
- November 1478: Mahkamah Inquisi dibentuk. Sejarah mencatat betapa misi Kristen telah memakan begitu banyak korban. Di Spanyol, misalnya, Mahkamah Inquisisi secara resmi dibentuk oleh Paus Sixtus IV pada November 1478, dan baru berakhir pada 1820. Selama masa inkuisisi di Spanyol, total lebih dari 68 juta jiwa manusia yang dibunuh oleh orang-orang Kristen.
Pembentukan Mahkamah Inquisisi ini dipicu oleh laporan bahwa orang-orang Yahudi dan Muslim yang telah dipaksa memeluk Kristen (dikenal sebagai conversos dan marranos) masih tetap mempraktekkan ritualitas agama lama mereka.
Maka pada tahun 1480, dimulai satu penyelidikan dan pengadilan terhadap para Conversos (ex Yahudi) dan Marranos (ex Muslim) hasil pengkristenan paksa ini, di sebuah jalan utama di Kota Barcelona, Spanyol yang dikenal sebagai Ramblas. Di sini, semua korban disiksa.
Kaum Kristen yang berasal dari Yahudi, misalnya, dicap sebagai heretics karena masih mempraktikkan tradisi Yahudi, seperti mengenakan baju linen setiap Hari Sabtu, atau tidak mau memakan babi. Dalam setahun saja, sebanyak 300 orang telah dibakar hidup-hidup.
- Tahun 1483. Di Spanyol pada abad ke-15, sejarah kelam gereja ditorehkan oleh seorang Paderi Dominikan bernama Tomas de Torquemada. Kondisi kaum Yahudi dan Muslim terus memburuk setelah Tomas de Torquemada diangkat sebagai “inquisitor general” untuk Castil dan Aragon, tahun 1483. Jumlah yang dibakar hidup-hidup semakin banyak.
- Tahun 1543. Martin Luther, Bapak reformasi gereja Protestan menuliskan sebuah buku anti Yahudi berjudul “On The Jews And Their Lies” yang berisi ajakan agar semua synagogue dan sekolah Yahudi dibakar, buku-buku doa Yahudi harus dihancurkan, para Rabbi harus dilarang mengajar, rumah-rumah orang Yahudi harus dibakar beserta seluruh harta benda mereka tanpa ampun dan belas kasihan.
- Tahun 1933-1945. Holocaust, yang berasal dari bahasa Yunani “holos” yg berarti “seluruh” dan “kaustos” yg berarti “dibakar”. Selama memerintah 1933-1945, Hitler membakar synagogue, buku-buku Yahudi, toko-toko dan rumah-rumah orang Yahudi dan membunuh 6 juta Yahudi, persis seperti anjuran Martin Luther, sang bapak reformasi gereja.

