2 Salam dalam Kitab yang berbeda
Idham Okalaksana Putra
Alhamdulillahirobbilalamin segala puja dan puji syukur kehadirat Allah subhanahu wa ta’ala karena dengan izinNya Allah memberikan kemudahan untuk kami bisa menimba ilmu, memperdalam keyakinan dan juga membuka wawasan dari hal-hal yang terkungkung dalam diri, agar nantinya dapat memahami tentang Islam lebih terperinci hingga menguatkan iman ini agar tertancap sampai sanubari yang paling dalam.
Mengucapkan salam kepada penghuni rumah yang biasanya kita lakukan dengan mengucapkan assalamualaikum Di setiap saat kita bertamu kepada rumah-rumah yang ingin kita temui di situ syariat memberikan kita sebuah jalan yang lurus, sebuah informasi yang sangat berharga bagi kita semuanya, baik dalam kalangan keluarga, kolega, teman sejawat, atasan, bawahan, dan siapapun dia maka syariat mengajarkan untuk mengucapkan salam kepada ahlul bait.
Sehingga sudah layaknya kita yang bertamu ke rumah orang yang kita ingin temui harus mengucapkan salam kepada penghuni rumah tersebut. Apakah hal ini sebuah ucapan yang sederhana?, atau sudah lumrah dan umum semua manusia mengucapkannya?. Ya itu semua merupakan sebuah tuntunan yang Allah terangkan dalam surat An-Nur Surat ke 24. Panjang lebar dalam surat tersebut diterangkan kepada siapa saja kita memasuki rumah-rumah yang dibolehkan namun selanjutnya ketika memasuki rumah-rumah yang sudah disebutkan siapa saja yang kita bisa masuk dalamnya ada sebuah ungkapan untuk menebarkan salam atau mengucapkan salam kepada penghuni rumah tersebut. Ini pertanda bahwasanya segala aspek yang ingin dilalui oleh setiap manusia baik mereka yang beriman maupun tidak beriman maka secara sosiologi kita dapat mengambil inti untuk bisa memberikan ucapan salam kepada penghuni rumah yang ingin kita temui.
Dan Alhamdulillah pada hari ini saya diberikan kesempatan oleh Allah subhanahu wa ta’ala untuk membaca sebuah buku yang berjudul “kitab suci Injil”. Saya mengatakan bahwasanya Ini adalah sebuah buku karena dia bukanlah kitab suci yang sebenarnya Allah turunkan ke muka bumi ini karena di sana terletak ada perjanjian baru dan lama yang semuanya sudah terkooptasi, dirubah, direncanakan, da dimanipulasi oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.
Sejatinya kitab suci Injil itu sendiri adalah sebuah risalah yang Allah ajukan kepada nabi Isa alaihissalam sebagai petunjuk pada kaumnya Bani Israil untuk memberikan penjelasan bagi mereka yang beriman kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Maka dari itu dari apa yang sekarang kami baca sebuah buku dengan judul tersebut disebutkan dalam sebuah pernyataan dalam Lukas 10, halaman 330. Dalam bab Isa mengutus 70 pengikutnya 10:1-12, tapi Isa mengatakan bahwasanya apabila kamu ke sebuah rumah terlebih dahulu ucapkanlah salam bagi rumah itu!., jika di dalam rumah itu ada orang yang layak menerima salammu itu, maka sejahtera yang berasal darimu akan tetap di situ. Tetapi kalau tidak ada, maka sejahtera itu akan kembali kepadamu. Tinggallah di rumah itu Dan terimalah setiap makanan dan minuman yang disajikan untukmu’.
Dalam keterangan tersebut maka itu yang kita lakukan seperti yang diinformasikan oleh Allah subhanahu wa ta’ala dalam Alquran yang diwahyukan kepada nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam bahwasanya termaktub juga dalam surat an-nur ayat ke-61 bahwasanya maka apabila kamu memasuki rumah daripada rumah-rumah ini hendaklah kamu memberi salam kepada penghuninya yang berarti memberi salam kepada dirimu sendiri, salam yang ditetapkan dari sisi Allah, yang diberkahi lagi baik. Demikian Allah menjelaskan ayat-ayatNya bagimu, agar kamu memahaminya.
Dari keterangan yang dijelaskan dalam surat an-nur ayat 61 tersebut kita dapat mengambil sebuah kesimpulan sinkronisasi atas apa yang Allah turunkan kepada nabi Isa di kala itu kepada Bani Israil dilanjutkan risalah memberikan salam kepada penghuni rumah yang ingin kita kunjungi kepada nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam yang dilengkapi apa saja yang menjadi unsur-unsur ketika kita ingin bertamu dan juga dijelaskan bahwa dalam hadits beliau agar mengetuk pintu tiga kali yang memperjelas bahwasanya apabila kita sudah melaksanakan hal tersebut dan ternyata orang itu tidak keluar setelah ketukan yang ketiga maka lebih baik kita pulang.
Semua menjadi jelas bagi kita semuanya atas apa yang disampaikan nabi Isa kepada Bani Israil kala itu agar mereka mau untuk mengucapkan salam kepada penghuni rumah yang mereka kunjungi dan apabila salam itu diucapkan maka sejatinya salam yang diucapkannya adalah kembali kepada dirinya sendiri. Dan hal itu juga berlaku pada seluruh umat nabi shallallahu alaihi wasallam dan seluruh manusia yang beriman dan bertakwa kepada Allah tidak hanya sekedar kita datang ke rumah lalu masuk seenaknya saja ke rumah orang namun kita perlu mengucapkan salam kepada penghuni rumahnya, dan hal yang demikian itu semua juga berlaku dalam hal tata krama yang ada di Indonesia saat ini bahkan juga ada di berbagai penjuru belahan dunia lainnya.
Adab dan etika ini sudah dijelaskan dalam alquran sebagai penyempurna kitab-kitab sebelumnya bahwasanya seseorang itu sejatinya mengucapkan salam, melakukan kebaikan, mengajarkan, dan hal-hal positif lainnya yang mereka lakukan pastinya akan kembali kepada diri mereka masing-masing.
Setitik dari apa yang bisa penulis uraikan dalam hal ini mengucapkan salam yang ada dalam Kitab samawi yakni Injil dan juga Alquran seharusnya menjadi hal yang menguatkan keimanan kita akan Allah subhanahu wa ta’ala yang sudah memberikan petunjuk kepada kita semua sebagai manusia dalam hal memberikan salam kepada orang-orang yang ingin kita kunjungi, orang-orang yang kita kenal, dan juga orang-orang yang tidak kita kenal sehingga roda berputar kehidupan itu menjadi indah karena dengan kita menebarkan salam kepada sesama kita sesama muslim sesama manusia hal itu menjadikan diri kita lebih terbuka kepada semua orang yang di mana manusia itu pun adalah makhluk yang Allah ciptakan dari segumpal tanah yang sama-sama lahir dari rahim seorang ibu,.
Maka kita semua manusia yang diberikan pangkat dan jabatan dan apapun yang sekarang kita miliki semuanya itu adalah titipan belaka karena kita semua pada dasarnya sama yakni berasal dari tanah dan tidak perlu sombong akan apa yang kita dapatkan karena kita juga nantinya kembali ke tanah. Segala bentuk aspek kehidupan di dunia ini sampai memberikan salam pun Allah sudah menjelaskan sebagai petunjuk bagi kita orang-orang yang beriman dalam melaksanakan roda berputaran kehidupan dunia dari kita mengetahui akan sejatinya Islam itu sendiri hingga kita mengimani keimanan Islam itu hingga kita nantinya kembali kepada Allah SWT dan salah satu pintu utama agar kita menuju kehidupan yang kekal abadi kehidupan yang sebenarnya di alam akhirat yakni dengan kematian.
Maka penulis ingin menyampaikan sebuah ungkapan memberikan salam kepada orang yang tidak dikenal maupun yang orang yang sudah kita kenal adalah sebuah kewajiban dari tambah lagi dalam sunnah yang Rasulullah berikan kita tambahkan dengan memberikan senyuman yang paling tulus dalam hati kita maka terpancarlah kebaikan yang ada dalam diri kita karena Allah suka yang baik-baik dan Allah suka kepada orang yang berbuat baik.
Hadanallah wa iyyakum
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Surabaya Sabtu pagi pukul 07.43 di kediaman rumah ustad menachem Ali yang insya Allah di tempat ini akan dijadikan sebuah pesantren mahasiswa agar semua orang bisa mengetahui beraneka macam keilmuan yang ada dalam Islam dan juga ilmu-ilmu lainnya yang bertebaran di muka bumi ini mengenal Islam lebih luas dan semoga saja kami bisa menjadi bagian dari hal tersebut yang bisa menebarkan kebaikan kepada yang lainnya semoga apa yang direncanakan oleh ustad Ali rumah beliau yang diwakafkan untuk menjadi pusat pesantren mahasiswa yang bisa menjadi tolak ukur keilmuan di Indonesia dan dunia ini memberikan banyak manfaat.

