Kisah Islami

Meneladani kisah Pak Tono

Idham Okalaksana Putra

Alhamdulillahirobbilalamin pagi ini bisa mengikuti kajian yang luar biasa di mana penceramah memberikan sebuah gambaran mengenai esensi manusia yang hanya patuh kepada Allah subhanahu Wa ta’ala. Seseorang yang di dalam hatinya ada iman bila ada barang, uang atau harta benda lainnya tidak akan diambilnya kalau bukan haknya. Dalam beberapa kisah yang ada banyak dari kalangan manusia yang sudah Allah beri dengan harta yang melimpah ruah, namun apa yang sudah didapatkannya masih kurang sehingga harus mengambil hak orang lain. Pertanyaannya adalah Di manakah posisi kita? Menjadi orang yang tamak akan harta benda? Atau yang tawaduk, ikhlas, dan bersyukur atas apa saja yang Allah telah berikan?, semuanya tergantung pada pilihan kita masing-masing, karena Allah sudah memberikan akal pikiran kepada kita untuk memilih jalan mana yang akan kita pilih kedepannya. 

Banyak hal yang dapat kita ambil dari berbagai macam kisah manusia baik yang kita alami maupun yang diceritakan oleh orang lain kepada diri kita, daripada itu ada satu kisah yang luar biasa yang disampaikan penceramah pada pagi hari ini. Kisah seorang yang sangat menjaga diri, dan harta bendanya dari hal-hal yang bukan miliknya. Kisah ini datang dari negeri sebelah, dari negeri Malaysia, dari negeri yang di mana penduduknya juga dari kalangan Bangsa Melayu, yang serumpun dengan bangsa kita Indonesia. Namun kisah ini adalah kisah yang luar biasa yang dapat kita ambil bahwasanya contoh teladan itu berasal dari negeri kita sendiri tepatnya beliau adalah seseorang yang menjadi pekerja di daerah Malaysia. Beliau berasal dari sebuah pulau di Jawa Timur, mana lagi Pulau yang paling terkenal di Jawa Timur selain Madura. Alhamdulillah sebuah kesyukuran yang luar biasa bahwa teladan contoh orang-orang baik itu lahir dari pulau Madura. Pulau yang berada di Jawa Timur itu, memberikan sesosok manusia yang memberikan contoh yang bisa menjadi teladan bagi kita semuanya yang merenungkan bahwasanya hak itu sejatinya semuanya milik Allah karena apa yang diberikan oleh Allah semuanya adalah titipan. 

Awal mula kisahnya adalah ketika penceramah datang ke negeri Jiran tersebut untuk melakukan sebuah kegiatan di sana. Beliau disambut oleh sosok yang bernama Pak Tono. Pak Tono merupakan pekerja yang sangat ulet, beliau bekerja untuk majikannya di mana majikannya tersebut adalah orang Malaysia asli. Setiap penceramah datang ke negeri Jiran selalu akan disambut oleh Pak Tono jika rute yang dilaluinya sejalan dengan tempat beliau mengadakan kegiatan. Kadang pula jika ke negeri Jiran tersebut beliau juga mampir ke kolega beliau yang salah satunya adalah mantan perdana menteri Malaysia yakni bapakmu Mahatir Muhammad. Apa istimewanya seorang Pak Tono yang menjemput seseorang yang datang dari Indonesia?. Apa yang menjadikan nama Pak Tono menjadi sosok yang istimewa di dalam sanubari penceramah pagi hari ini?.  

Beliau Pak Tono merupakan pekerja di mana Dia memiliki majikan yang berasal dari negeri Jiran tersebut. Majikannya sudah memiliki banyak sekali orang-orang yang membantu pekerjaan beliau di rumah tangganya. Namun dari sekian banyak para pembantu ataupun pekerja yang membantu kegiatannya sehari-hari hanya yang teruji kualitasnya adalah Pak Tono. Beliau dikabarkan sudah bekerja kepada orang Malaysia tersebut dari masa mudanya hingga sekarang ini. Apakah yang menjadi keistimewaan Pak Tono?, sehingga sejak masa muda hingga sekarang beliau masih tetap diamanahi bekerja di negeri Jiran tersebut?. Dari keterangan yang disampaikan oleh penceramah, beliau mengisahkan bahwasanya koleganya yang menjadi majikan daripada Pak Tono memberikan sebuah ujian kepada seluruh pembantunya. Di mana sosok majikan tersebut menyebarkan berbagai macam uang Ringgit di dalam rumahnya. Uang itu berserakan di mana-mana dan siapa saja dapat dengan mudah untuk mengambil uang tersebut karena jumlahnya cukup banyak. Kalaupun hilang beberapa ringgit saja tidaklah ketahuan oleh beliau. Namun dari beberapa banyak pekerja yang bersama beliau hanya satu sosok yang bernama Pak Tono yang tidak mengambil seringgit pun uang-uang yang ditebarkan oleh majikan tersebut. Majikan tersebut juga mengatakan bahwasanya jika ada salah satu uang yang hilang dari apa yang sudah ditebarkan di dalam rumahnya maka bisa dipastikan para pekerja-pekerjanya yang mengambil. Karena sejatinya majikan tersebut sudah menghitung berapa jumlah nominal yang ditebarkan.  

Daripada hal itu Pak Tono yang sebagai pekerja itu karena tahu bahwasanya apa yang ada di depan matanya bukanlah hak miliknya, maka dia tidak ada rasa untuk memilikinya. Walaupun bisa saja dengan mudahnya Pak Tono mengambil uang tersebut halo menggunakannya untuk kebutuhannya walaupun hanya seringgit saja. Namun beliau tidak ingin hal itu dilakukan. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat keislamannya sudah mencapai tingkat keimanan dan pada tingkat selanjutnya Pak Tono sejatinya mengajarkan kepada kita semuanya bahwa tingkatannya naik kepada tingkat yang lebih tinggi yakni pada tingkat Ihsan. Apakah itu Ihsan?, Ihsan adalah meyakini bahwasanya kita seakan-akan dapat melihat Allah namun apabila kita tidak bisa melihat Allah, maka yakinlah bahwa Allah melihat kita. Ya walaupun skala kondisi apapun, dalam kondisi terang maupun gelap, dalam kondisi ramai maupun sendiri, dalam kondisi apapun jua sejatinya Allah selalu melihat kita, lihat apa yang kita lakukan, melihat isi hati kita, lihat segala perbuatan tindak-tanduk yang kita lakukan baik kepada diri kita sendiri, kepada keluarga kita, juga kepada orang lain. 

Perbuatan-perbuatan yang Allah lihat itu nantinya akan ditunjukkan kembali kepada diri kita masing-masing kalau di yaumul mahsyar. Dan nantinya kita akan mempertanggungjawabkan tentang apa saja yang kita sudah lakukan di dalam kesendirian kita maupun di dalam kumpulan berbagai macam orang ataupun kerumunan. Apa yang dilakukan Pak Tono adalah sebuah bentuk Ihsan, di mana dia meyakini bahwasanya Allah melihat apa saja yang dia perbuat, dan juga karena bentuk Ihsan tersebut menimbulkan ketakwaan yang luar biasa kepada dirinya. Dia tidak mengambil uang-uang yang ada di depan matanya namun dibiarkan begitu saja, hanya dilewatinya saja, dianggap tidak ada, dan dia bekerja sebagaimana biasanya.  

Daripada apa yang dilakukan Pak Tono tersebut, matematikanya menyatakan bahwasanya Pak Tono adalah orang yang lolos daripada ujian yang beliau berikan. Sehingga dengan begitu majikan tersebut mengetahui bahwasanya apa yang dilakukan oleh Pak Tono adalah sebuah bentuk ketakwaan kepada Tuhan Allah subhanahu Wa ta’ala. Dia tidak merasa takut akan dipecat ataupun bagaimana juga, dia orang yang tahu bahwasanya Allah akan memberikan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka, dan juga Pak Tono meyakini bahwasansa jika memang uang-uang yang dilihat itu bukan miliknya dia akan meyakini bahwasanya ketika dia tidak mengambil uang-uang yang dilihatnya maka sejatinya Allah pastinya akan memberi dia rezeki yang datang dari arah yang tidak disangka-sangka. Hanya dalam bentuk uang ataupun materi saja namun dalam bentuk kesehatan, sejahteraan, keluarga yang sakinah mawadah warohmah, juga keturunan yang sholeh dan sholehah. 

Maka benar dengan kesabaran Pak Tono, ketaqwaan beliau Allah memberikan cash berupa rumah yang gratis dari majikannya. Tidak hanya satu rumah namun dua rumah yang dibelikan oleh majikannya tersebut untuk Pak Tono dan keluarganya. Sehingga Pak Tono bisa membawa anak dan istrinya di negeri Jiran tersebut, dapat menghidupi keluarganya dan mendapatkan tempat yang layak huni untuk keluarga. Masya Allah, sungguh sangat mudah Allah mengangkat derajat hamba-hambanya yang beriman dan bertakwa, apalagi dalam tingkatan ini hamba-hambanya yang memiliki Ihsan. Maka Allah memberikan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka dari apa yang Pak Tono perbuat. Dan juga daripada itu majikannya tahu bahwasanya Pak Tono adalah orang yang amanah, orang yang jujur, orang yang baik, pekerja keras, dan juga orang yang sangat bertawakal kepada Allah. 

Kiranya di masa era yang seperti ini semoga kita termasuk dari golongan-golongan orang-orang yang baik, orang-orang yang memiliki Ihsan,dan termasuk orang-orang yang amanah. Karena bagaimanapun juga di masa yang sekarang ini, kejahatan sungguh sangat bertebaran di depan mata kita. Ketika benteng iman itu sudah mulai goyah apalagi hancur maka kehancuran pada diri kita masing-masing itulah yang akan kita rasakan. Namun jika kita berpegang teguh pada syariat Allah, berpegang teguh pada tali Allah, berpegang teguh pada apa yang Allah perintahkan dan menjauhi apa yang Allah larang maka semua itu, akan dipermudah oleh Allah subhanahu wa ta’ala baik urusan kita di dunia maupun urusan akhirat kita. 

Kembali pada kisah Pak Tono, bahwasanya pilih sosok yang memiliki keimanan yang luar biasa yang dapat kita tiru bahwasanya semua yang ada pada diri kita yang menempel pada diri kita, berupa harta benda, semuanya itu adalah titipan dari Allah subhanahu wa ta’ala. Dan harus kita ingat bahwasanya apa yang kita miliki nantinya sejatinya bukan milik kita tapi adalah warisan yang dimiliki oleh anak keturunan kita. Dan harta benda sejatinya yang kita miliki nanti di akhirat adalah apa yang kita shodaqohkan, apa saja yang kita beri kepada orang lain dengan ikhlas, baik itu kepada orang tua, sahabat, kerabat, dan terutama anak istri kita. Karena apa yang kita berikan kepada anak istri kita dan semua orang-orang kita beri apapun itu bentuknya adalah kita niatkan itu adalah shodaqoh itu adalah sebuah penghambaan kepada Allah, kita menyerahkan semuanya itu kembali kepada Allah subhanahu Wa ta’ala. Karena semua yang kita miliki adalah titipan dan pasti akan diambil kembali oleh yang mempunyai titipan tersebut. 

Daripada kisah Pak Tono tadi maka dapat kita simpulkan kembali apabila kita melihat sesuatu yang sejatinya kita bisa dapat miliki namun kalau itu bukan hak kita, bukan dari apa ya yang Allah berikan sesuai dengan ketentuan Allah, maka sudah layaknya kita tidak mengambil barang atau harta tersebut. Tidak memanipulasi dan lain sebagainya untuk dapat memiliki harta benda tersebut. Karena kita meyakini bahwasanya selama kita masih hidup Allah akan memberikan rezeki kepada diri kita semua. Namun jika rezeki itu sudah Allah tutup makan yakinlah kematian itu akan menjemput. Karena ketika mati maka rezeki yang ada di dunia ini sudah Allah tutup sehingga kita sudah layak kembali kepadaNya. Kisah Pak Tono akhirnya memberikan pelajaran yang luar biasa bahwasanya kesabaran dan ketaatan kepada Allah memberikan jalan yang luar biasa untuk dirinya dan juga keluarganya Allah juga angkat derajatnya dan Allah memberikan kebutuhannya di dunia ini dengan sangat mudahnya. Ketika kita kembalikan semua urusan kita kepada Allah maka Allah akan mencukupi segala urusan-urusan kita. 

Hadanallah wa iyyakum 

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh 

Surabaya Ahad pagi 7 Desember 2024 di pesantren mahasiswa Wonorejo. 

Alhamdulillah tadi pagi juga bisa menghubungi anak istri yang berada di Blitar mengetahui kabar-kabar mereka, aku berterima kasih kepada istriku karena sudah memberitahukan bahwasanya dia mencuci jaketku yang cukup besar dia cuci sendiri. Semoga menjadi amal jariyah bagi istriku karena telah mengabdi kepadaku dengan sangat baik. Aku rela dan tulus bahwasanya istriku nanti mendapatkan Jannah yang di derajat paling tinggi. Kan Aku mendoakan seluruh keluargaku dan juga teman-teman kerabat dan orang-orang yang berada di sekitarku Allah mudahkan seluruhnya untuk selalu mengedepankan Islam, iman, dan juga Ihsan. 

Silahkan bagikan di :