Status Hagar dan Ismail dalam Perspektif Kitab Suci: Quran, Taurat, dan Injil
Pembawa Acara (Edi Prayitno): Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat datang kembali di channel Graha Mualaf, bersama saya Edi Prayitno dan Ustadz Main Hakim Ali. Pada kesempatan kali ini, kita kedatangan tamu istimewa, Bang LugaTambunan. Sebelumnya, kita sapa dulu Ustadz. Assalamualaikum, Ustadz.
Ustadz Main Hakim Ali: Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh.
Edi Prayitno: Insya Allah, ini adalah tahun baru umat Islam. Semoga ke depan, Yayasan At Tauhid semakin maju pembangunannya dan kita semakin berhasil, asal kita bisa bekerja sama. Selamat sore, Bang Duga. Bagaimana kabarnya? Keliling ke mana saja?
Bang LugaTambunan: Alhamdulillah, baik. Ya gitu ya, biasa saja.
Edi Prayitno: Baiklah, saudara-saudaraku sekalian. Sebelum acara ini dimulai, seperti biasa, kami update kabar terbaru soal pembangunan Masjid At Tauhid di Jombang. Pembangunan sudah berlangsung dan insya Allah akan segera selesai, tinggal pintu dan kusen-kusen. Tempat air wudhu sudah selesai, pipa-pipa air juga sudah mengalir. Ini semua berkat bantuan para donatur. Kami ucapkan banyak terima kasih, semoga para donatur tetap dilimpah rezeki dan mendapat barokah dari Allah SWT. Amin. Bagi yang ingin menyumbang untuk pembebasan lahanLugakarena lahan masih belum lunas sepenuhnya, baru satu hektar yang lunas, dua hektar masih mengangsurLugadan pembangunan masjid, silakan kirim ke rekening Bank Syariah Indonesia nomor 111889971 atas nama YPM At Tauhid Jawa Timur.
Pada kesempatan malam Jumat ini, kita lanjutkan kajian. Kemarin kita bahas anak-anak Nabi Ibrahim, termasuk Ismail dan Ishak, dan ada tuduhan bahwa Ismail sering disudutkan karena dari istri seorang budak. Ternyata, ada hal menarik lagi yang berkaitan dengan istri-istri Yakub. Yakub punya dua istri utama: Rachel dan Lea, dan masing-masing punya budak: Rachel punya Bilha, Lea punya Zulfa. Ternyata, 12 anak YakubLugayang menjadi leluhur Bani IsraelLugajuga ada yang dari budak. Tidak seluruhnya dari istri sah. Tapi kenapa yang selalu disudutkan hanya Ismail dari Hajar, sementara 12 anak Israel jarang disentuh? Ustadz Ali, silakan jelaskan.
Ustadz Main Hakim Ali: Bismillah. Para netizen sangat mengikuti kajian pekan lalu, banyak komentar positif maupun negatif. Intinya, ada meeting point antara yang termaktub di Al-Quran dan Taurat. Misalnya, di Surah Ibrahim ayat 39: الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي وَهَبَ لِي عَلَى الْكِبَرِ إِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ ۚ إِنَّ رَبِّي لَسَمِيعُ الدُّعَاءِ (Alhamdulillahilladzi wahaba li ‘ala alkibari Isma’ila wa Ishaqa inna rabbi lasami’ud du’a). Terjemah: “Segala puji bagi Allah yang telah menganugerahkan kepadaku di hari tua(ku) Ismail dan Ishak. Sungguh, Tuhanku, benar-benar Maha Mendengar doa.” Di sini, Ismail disebut pertama, baru IshakLugaungkapan syukur Nabi Ibrahim atas keturunan.
Bandingkan dengan Taurat, 1 Tawarikh 1:28: בְּנֵי אַבְרָהָם יִצְחָק וְיִשְׁמָעֵאל׃ ס (B’nei Avraham Yitzchak v’Yishma’el). Terjemah: “Anak-anak Abraham ialah Ishak dan Ismail.” Di sini, Ishak disebut pertama, baru Ismail. Urutannya berbeda. Menariknya, Abraham punya anak lain dari Keturah (Midian, dll.), tapi hanya Ismail dan Ishak disebut sebagai “benih” (zera’) Abraham yang spesial. Kenapa? Ini clue untuk perbincangan kita soal Ismail dan bundanya, Hajar, yang sering disalahpahami.
Kita kembali ke Kejadian 18:7: וְאֶל־הַבָּקָר רָץ אַבְרָהָם וַיִּקַּח בֶּן־בָּקָר רַךְ וָטוֹב וַיִּתֵּן אֶל־הַנַּעַר וַיְמַהֵר לַעֲשׂוֹת אֹתוֹ׃ (V’el-habbakar ratz Avraham vayyikkach ben-bakar rakh vatov vayyitten el-hanna’ar vaymaher la’asot oto). Terjemah: “Lalu berlarilah Abraham kepada lembu sapinya, ia mengambil seekor anak lembu yang empuk dan baik dagingnya dan memberikannya kepada seorang bujangnya, lalu orang ini segera mengolahnya.” Dalam tradisi Yahudi (Midrash), “hanna’ar” (pemuda) ini adalah Ismail, putra Abraham, bukan hamba biasa. Bahasa Ibrani pakai definite article “ha-” (the), menunjukkan orang yang sudah dikenal: Ismail, usia 13 tahun, membantu Abraham menyiapkan jamuan untuk tamu (malaikat).
Tapi di terjemahan Bible Indonesia TB (1974): “bujangnya”. Di TB2 (2023): “hambanya”. Ini pergeseran tajam: dari putra jadi hamba. Dalam bahasa Arab versi Yahudi kuno (Saadia Gaon): غُلَام (ghulam)Lugasama seperti Quran Surah As-Saffat 101: فَبَشَّرْنَاهُ بِغُلَامٍ حَلِيمٍ (Fabashsharnahu bighulamin halim), “Maka Kami beri dia kabar gembira dengan seorang anak yang sangat sabar.” Ghulam berarti putra, bukan hamba.
Bang LugaTambunan: Ini menarik. Dari putra jadi hambaLugakontekstualnya bukan tokoh utama, tapi tetap drastis. Kalau Yesus disebut anak tunggal, beda dengan hamba.
Ustadz Main Hakim Ali: Betul. Ini bukan bahasa lokal, tapi esensi. Nasab penting, seperti Arab dan Yahudi. Sekarang, soal Hajar. Di Kejadian 16:1-4: שִׁפְחָה מִצְרִית שְׁמָהּ הָגָר (shiphchah mitzrit shemah Hagar). Terjemah: “Adapun Sarai, isteri Abram itu, tidak beranak. Ia mempunyai seorang hamba perempuan, orang Mesir, Hagar namanya… Berkatalah Sarai kepada Abram: ‘Hampirlah hambaku itu…'” Di sini, Hajar disebut shiphchah (pelayan), bukan amah seperti Bilha/Zulpa di Kejadian 30:3,9: אֲמָתִי (amati, budakku). Terjemah: “Maka Rachel berkata: ‘Ini hambaku Bilha…'” dan “Ketika Lea melihat bahwa ia tidak melahirkan lagi, ia mengambil Zulfa hambanya perempuan dan memberikannya kepada Yakub sebagai istrinya.”
Kalau Ismail disebut anak budak, maka anak-anak Bilha/Zulpa (seperti Dan, Naftali, Gad, AsyerLugaempat dari 12 suku Israel) juga anak budak. Tapi mereka dianggap layak. Kenapa hanya Ismail disudutkan? Tradisi Yahudi bilang Hajar adalah putri Firaun, diberi ke Abraham setelah mukjizat (Dead Sea Scrolls). Dia satu-satunya perempuan yang bicara langsung dengan malaikat Tuhan.
Bang LugaTambunan: Ya, Hajar unik: melihat malaikat, nama anaknya dari Tuhan. Sarah ragu, tertawa (Kejadian 18:12). Tapi Tuhan sayang keduanya. Abraham bilang: “Sekiranya Ismail berkenan di hadapan-Mu” (Kejadian 17:18). Tuhan berkati Ismail jadi 12 raja, tapi perjanjian dengan Ishak.
Ustadz Main Hakim Ali: Betul. Di Quran, doa Ibrahim dikabulkan via Ismail (nama artinya “Tuhan mendengar”). Cinta Sarah ke Abraham besar, tapi ujian mandul membuatnya ragu. Tuhan hargai cinta, janji digenapi.
Edi Prayitno: Seru sekali, ada sparing partner. Terima kasih, Ustadz dan Bang Duga. Ini kajian ilmiah, basis bahasa: Arab, Ibrani. Semoga bermanfaat. Sekali lagi, donasi ke BSI 111889971 atas nama YPM At Tauhid Jawa Timur. Ada audit eksternal tiap tahun.
Ustadz Main Hakim Ali: Sudah jelas: Ismail dan Hajar statusnya tinggi, beda dengan budak biasa. Putri Firaun, menurut Targum. Nanti kita bahas lagi.
Bang LugaTambunan: Ini pondasi pengenalan Tuhan. Silsilah seperti kerangka rumah.
Edi Prayitno: Terima kasih. Mohon maaf jika ada salah kata. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

