Anak yang Disembelih Ibrahim Menurut Bible
Admin
Peristiwa Pengorbanan Anak Abraham Menurut Bible
Untuk memperjelas pemaparan maka akan saya buatkan alur cerita, dan akan kita mulai dari isi Bible tentang siapa Hagar dan Ismail. Hingga kemudian berikutnya informasi lokasi pengorbanan, yang pada akhirnya kita bisa menyimpulkan tentang siapa yang dikorbankan tersebut.
1.Perkawinan Abraham dilakukan secara sah. Jadi Ismail juga anak sah Ibrahim.
Dan Abram mendengarkan perkataan Sarai. Jadi Sarai, isteri Abram itu, mengambil Hagar, hamba-nya, orang Mesir itu, — yakni ketika Abram telah sepuluh tahun tinggal di tanah Kanaan –, lalu memberikannya kepada Abram, suaminya, untuk menjadi ISTERINYA.” (Kejadian 16:1-3)
Diperjelas dengan penjelasan dalam Tarqum Rashi (Rabbi Salomo bar Yitzchak) :
Sarah told her: “Happy are you, in that you will cleave to a holy body [Abraham].” Sarah gave her to Abraham, not to another, and to be a wife, not a concubine.”
“Sarah berkata kepadanya: Berbahagialah dirimu, karena kamu akan bersatu dengan tubuh yang suci. Sarah memberikannya kepada Ibrahim, bukan kepada orang lain, sebagai istri, bukan sebagai selir.” (Genesis Rabbah 45:3)
Diperjelas dalam Nachmanides Genesis 16:3 (רמב“ן בראשית פרק טז, ג),
ולכך אמר לו לאשה – שלא תהיה כפלגש רק כאשה נשואה לו. וכל זה מוסר שרה והכבוד שהיא נוהגת בבעלה:
Therefore it says “to him as a wife” – so she will not be a concubine but rather as a wife married to him. And all this [demonstrates] Sarah’s moral standards and the respect she shows her husband.
2. Ismail Anak Abraham :
Lalu Hagar melahirkan seorang anak laki-laki bagi Abram dan Abram menamai anak yang dilahirkan Hagar itu Ismael. (kej. 16:15)
Setelah itu Abraham memanggil Ismael, anaknya, dan semua orang yang lahir di rumahnya, juga semua orang yang dibelinya dengan uang, yakni setiap laki-laki dari isi rumahnya, lalu ia mengerat kulit khatan mereka pada hari itu juga, seperti yang telah difirmankan Allah kepadanya. Abraham berumur sembilan puluh sembilan tahun ketika dikerat kulit khatannya. Dan Ismael, anaknya, berumur tiga belas tahun ketika dikerat kulit khatannya. Pada hari itu juga Abraham dan Ismael, anaknya, disunat. (Kejadian 17 :23-27)
Dan anak-anaknya, Ishak dan Ismael, menguburkan dia dalam gua Makhpela, di padang Efron bin Zohar, orang Het itu, padang yang letaknya di sebelah timur Mamre, (Kej. 25:9)
Tetapi keturunan dari hambamu itu juga akan Kubuat menjadi suatu bangsa, karena iapun anakmu.” ()Kejadian 21;13)
3. Ismail Anak Sulung Abraham, Sehingga Pada Saat Ishaq Belum Lahir Maka Ismail Adalah Anak Tunggal. Dan Yang Dikurbankan Adalah Anak Tunggal.
Kejadian 16 : 16 Abram berumur delapan puluh enam tahun, ketika Hagar melahirkan Ismael baginya.
Kejadian 21 : 5 Adapun Abraham berumur seratus tahun, ketika Ishak, anaknya, lahir baginya.
Abraham usia 86 Tahun: Ismail Lahir
Abraham 100 : Ishak Lahir
Jadi Ismail berusia 14 tahun, Ishak baru lahir
Sehingga akan terjadi kontradiksi jika Ishaq disebut sebagai anak tunggal yang akan dikorbankan, padahal menurut data di atas seharusnya Ismail. Kontradiksi dan inkonsistensi semacam ini menyebabkan Bible menjadi kitab yang amburadul, coba perhatikan :
Firman-Nya: ”Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu.” (Kejadian 22: 2)
Kalimat : ” yakni Ishak..” tampak sekali merupakan kalimat sisipan yang dipaksakan, karena nantinya itu akan menambah daftar cacat kitab Bible. Kontradiksi dan inkonsistensi Bible akan menjadi semakin amat sangat banyaakkk sekali, bahkan menurut beberapa pakar sudah ada ribuan ayat yang error. Salah satu contoh kontradiksi dan inkonsistensi adalah seperti di bawah ini :
Umur Raja Ahazia
• Raja-Raja II pasal 8 ayat 26
“Adapun umur Raja Ahazia pada masa ia naik raja itu dua puluh dua tahun, maka kerajaanlah ia di yerussalem setahun lamanya, adapun nama bunda-bunda baginda itu Atalia anak Omri raja orang Israil”.
• Tawarikh II pasal 22 ayat 2
“Adapun umur Ahazia pada masa ia naik raja itu empat puluh dua tahun, dan kerajaanlah ia di Yerussalem setahun lamanya, maka nama bunda baginda itu Atalia anak Omri”.
Satu ayat menceritakan umur Ahazia saat ia menjadi raja adalah 22 tahun dan satunya lagi mengatakan 42 tahun. Itu hanya satu di antara sekian banyak lainnya lagi, yakni kondisi inkonsistensi dan kontradiksi satu ayat dg ayat yang lain di dalam Bible. Artinya pencatatan dalam Bible memang terbukti banyak sekali kontradiksi dan inkonsistensi, sehingga akan sangat mudah sekali ditemukan kontradiksi dan inkonsistensi tersebut.
Begitu juga ambil contoh dalam kisah Ismail yang lainnya, menurut Bible Hagar dan Ismail diusir Sarah pada saat Ishaq sudah disapih. Selisih usia Ismail dan Ishaq adalah 14 tahun ditambah masa sapih 2 tahun berarti usia Ismail saat diusir Sarah sekitar 16 tahun. Akan tetapi Bible menceritakan bahwa Ismail saat diusir ditaruh di pudak ibunya, seorang wanita tua. Sedangkan Ismail sendiri sudah remaja dewasa dan bahkan beliau sudah bisa menggendong ibunya.. Masuk akal ?
Ia meletakkan itu beserta anaknya di atas bahu Hagar, kemudian disuruhnyalah perempuan itu pergi. Maka pergilah Hagar dan mengembara di padang gurun Bersyeba. (kejadian 21;14)
Seorang wanita mengembara dengan menggendong anak umur 16 tahun di pundaknya ??? .. Begitulah kerancuan Bible yang terpapar penuh kontradiksi dan inkonsistensi.. Masih banyak lagi jika mau..
4. Informasi Lokasi Peristiwa :
Mari kita lanjut dg kejanggalan berikutnya, yakni LOKASI dalam peristiwa tersebut..
ABRAHAM BERKURBAN di :
1. Hebron (Kanaan) domisili Sarai dan Ishak.. ataukah
2. BESYERBA domisili Hagar dan Ismael…( setelah diusir ).
Secara rinci dpt dijelaskan sbb :
Abraham mengadakan perjanjian dg Abimalek di BERSYEBA. Kemudian raja itu kembali ke Fillistin ( Palestina), tetapi Ibrahim tetap berada Di BERSYEBA, daerah tempat tinggal Hagar dan Ismael.
Pada pasal 22 langsung disebutkan bahwa Abraham mendapat perintah dr Allah utk menyembelih anak tunggalnya., berarti ketika itu Abraham msh berada di BERSYEBA. Setelah melaksanakan penyembelihan yg diganti domba di bukit Moria, Abraham kembali ke BERSYEBA ( Kej 22:19).
Perhatikan ayatnya:
Firman-Nya: “Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu.”( Kejadian 22:2)
Keesokan harinya pagi-pagi bangunlah Abraham, ia memasang pelana keledainya dan memanggil dua orang bujangnya beserta Ishak, anaknya; ia membelah juga kayu untuk korban bakaran itu, lalu berangkatlah ia dan pergi ke tempat yang dikatakan Allah kepadanya ( Kejadian 22:3).
Kata ” keesokan harinya”, berarti posisi Abraham memang di Byserba.. Lalu kalimat berikut: “lalu berangkatlah ia dan pergi ke tempat yang dikatakan Allah kepadanya”, kalimatnya tidak mengatakan ke Kanaan dulu utk mengambil Ishak, karena Ishak tinggal di Kanaan, artinya Abraham berangkat dg anak yang ada di Byserba, bukan anak yg di Kanaan.
SETELAH PERISTIWA PENGKORBANAN : Kejadian 22:19. ” Kemudian kembalilah Abraham kepada kedua bujangnya, dan mereka bersama sama berangkat ke Bersyeba, dan Abraham tinggal di BERSYEBA.”
KESIMPULAN : yg akan disembellih adalah Ismail. Sebab kalau anak itu Ishak, berarti Abraham akan mengembalikan kpd ibunya di Kanaan, krn Sara tinggal di Kanaan bahkan sampai matinya Sarah tetap di sana. Tidak ada ayat yg menyebutkan , bahwa Sara, ibunda Ishak, meninggalkan Kanaan. Ini dpt ditunjukkan dari kalimat LALU ABRAHAM DATANG MERATAPI.
Kejadian 23:2 Kemudian matilah Sara di Kiryat – Arba, yaitu Hebron, di tanah Kanaan, lalu Abraham datang dan meratapi
Saya cuplikkan dialog debat..
Bersyeba juga kata kunci peristiwa Qurban.
Pdt. Dr. Suradi ben Avraham ketika dialog dg guru kita Allahumma yarhamhu KH. Theodorus Wasi’an mati langkah saat almarhum bertanya kepada Suradi sbb :
AW : Dimanakah perintah ini turun pak
SbA : di Bersyeba
AW : siapa anak Ibrahim yg ada di Bersyeba pak doktor Suradi
SbA : Ismail
AW : Kenapa koq berubah jd Ishaq di Genesis 22:2 pak doktor
SbA : nah ini yg belum saya pelajari kyai
Skak Mat
Lalu Suradi mencoba ngelles
SbA : tapi kyai, bisa jadi saat itu Ishaq jg ada di sana
AW : aah pak doktor kok menprediksi sesuatu yg mustahil terjadi
SbA : kok mustahil… maksud kyai
AW : coba pak Dr. Suradi telaah alkitab, kenapa Hagar dan Ismail meninggalkan Sara dan Ishaq.
Jadi hil yg mustahal kalau Sara akan izinkan Ishaq ikut mereka ke Bersyeba. Bagaimana pak Ev. Dr. Suradi ?
SbA : Ya kyai, ini jg belum saya pelajari
Dari pemaparan di atas sudah jelas sekali bahwa, Hagar istri sah Ibrahim dan Ismail adalah anak sah Ibrahim. Sebelum lahirnya Ishaq, maka Ismail adalah anak satu-satunya Ibrahim (tunggal). Kejadian perintah pengkorbanan terjadi di Bersyeba (tempat tinggal Hagar dan Ismail) dan bukan di Hebron (tempat tinggal Sarah dan Ishaq).
Ibrahim berangkat dari Bersyeba dan memulangkan anak itu ke Bersyeba, yakni memulangkan ke tempat tinggal anak tersebut. Jika anak itu Ishaq maka akan dipulangkan ke Hebron (Kanaan). Masuk akal ?!
Dibalik kerancuan tulisan-tulisan dalam Bible yang terpapar inkonsistensi dan kontradiksi, masih bisa juga diurai benang merah kisah-kisah pengkorbanan anak Abraham dalam Bible. Semoga mencerahkan..

