Kristologi

Apakah Tuhan Itu Makhluk? – Part 3

Idham Okalaksana Putra

          Dalam dinia yang sangat cepat akan informasi dan segala akses yang sangat mudah dijangkau, semua orang bisa melakukan apapun yang diinginkan dalam sanubarinya atau yang tersetruktur dan terencana mengungkapkan apa yang ada dalam dirinya dan golonganya.  Semuanya bebeas melakukan tayangna yang dapat ditonton, diakses, disebar luaskan melalui tayangan yang yang dapat dilihat dan didenganr oleh masyarakat luas.  Dalam hitungan detik dan secara langsung semua manusia saat ini bisa saling berinteraksi dengan mudah dengan sesame manusia lainya yang berlainan sudut pandang, latar belakang keluarga, agama ,suku, bahasa, budaya dan lain sebagainya di zaman sekarang ini sudah sangat mdauh untuk mengakses dan menjalin hubungan tersebut dengan beraneka macam platform media yang disediakan.

          Ribuan tayangan yang dapat ditonton dan didengar mudah itu berdampak banyak bagi mereka yang mulai melakukan penjelajahan pengetahuan informasi di media sosial dan platform yang sedemikian bertaburnya untuk memuaskan pertanyaan mereka mengenai suatu hal, permasalahan dan beragam kegiatan yang memang merekan ingin mengetahui bagaimana cara oenyelesainya, bagaimana cara menuntaskannya, bagaimana cara memperoleh pengalaman yang tepat dari apa yang mereka semau belum tahu sehingga mereka mendapatkan jawaban atas apa yang mereka ragukan.

          Tak hanya hal-hal yang berhubungan dengan kegiatan dialam semesta ini semua yang diallaui manusia dalam menjalani kehidupansamapi urusan akherat dan kepercayaan semuanya dapat diakses, didapat dari mereka yang memang ahli dan tahu ilmunya sampai orang yang “jahiliyah murokkab” dan tak tahu menahu bis aberbicara dengan “seenaknya udelnya” mengenai penjelasan agama yang jauh dari kebenaran dan kebaikan.  Yang lebih parahnya debat agama yang bukan dari ahlinya diikuti oleh mereka yang membuat-buat tayangan di siaran secara live di berbagai platform dengan menyuguhkan keterangan dan dalil-dalil yang nampamnya dapat meragukan keyakinan mereka yang masih minim mengenal agamannya dengan benar.  Sehingga menjadi pembenraran bahwa apa yang dianutnya adalah kesalahan, padahal pemahan dasar beragama belum didaptkan dari seorang yang alim dan bijak yang menyampaikan.

          Sungguh sangat irni, menjengkelkan dan muak dengan keteranga-keterangan yang dibuat mereka-mereka yang berdebat kosong dan kusir di berbagai media sosial.  Tak tahu apakah mereka sedang berijtihad untuk membernarkan keyakinanya atau atau ada motif lainya yang nantinya berhubungan dengan urusan dunia.  (paling banyak perihal uang).

          Dari yang sedikit kami sebagai penulis ikuti dalam ranah media sosial yang sangat cepat, luas dan menyesatkan, terkadang juga mendapatkan yang menunjukkan dalam hidayah,  layaknya kita sebagai seorang yang beriman akan apa yang kita yakini yakni berislam, beraga islam, menyerahkan, pasrah dan taat akan perintah dan larangan Allah harusnya lebih banyak membaca dan belajar dari apa yang sudah diterangakan oleh para guru dan orang-orang alim yang kita belajar padanya dengan bertanya dan bermusyawarah mengenai apa saja yang inginkita cari tahu didalamnya dengan segala argument dan pelajaran yang didapat darinya. Dengan adanya bertemu dengan seorang alim dan bijak kita akan mendapatkan ilmu dan pemahaman yang mendalam tentang apa itu hal-hal yang terbesit dalam diri kita sebagai seorang manusia yang penuh dengan pertanyaan dan pertentangan terhadap sesuatu yang sedang dihadapi.

          Namun ketika lahan luas dimedia sosial itu sebagai cara untuk mencari dan bertanya kepada seseorang atau banyak orang yang tidak tahu dari mana dia, bagaimana akhlaknya, dan segala macam bidang keilmuawanya, lalumempercayai dan membenarkan apa yang disampaikan, itu merupakan kesesatan yang sangat jauh dari kebenaran mengenai apa yang seharusnya disikapi.  Karena yang menyampaikan adalah mereka yang tidak tahu bagaimana mereka mendapatkan dan motif apa yang mereka ingin sampaikan kepada orang yang menanyakan dan diskusi dalam forum yang sangat liar tersebut.

          Mereka yang Bergama islam dengan seenaknya menyampaikan apa yang ada dalam islam tanpa tahu apa yang mereka sampaikan, lalu menuduh dan mencela bahwa mereka yang menentang perkatanya tidak mengetahui hakekat dari Al Quran dan sunnah yang dibacanya, padahal mereka yang mengatakan ini bukan islam, dan seolah-olah mereka yang lebih tahu mengani makna islam itu sendiri.

          Dalam tulisan ini penulis akan membahas mengenai diskusi kosong yang dilakuakn dalam forum media sosial yang membahas mengenai Islam namun orang yang menyampaikan adalah mereka yang diliar dari Islam, dan sama sekali bodoh dan jahil murakkab pengetahuanya dan pemahamnya mengenai Islam.

          Mereka yang pastinya akan menjatuhkan islam akan menggunakan dalil-dalil, keterangan-keterangan dan apapun yang didapatkan dalam islam, yang sekiranya akalnya tidak sampai lalu dilemparkan kepada umat islam, sehingga seakan-akan umat islam yang mengikuti “kajian sesat” di medsos itu menjadi ragu dengan keislamanya karena mengikuti alur yang sesat yang dilontarkan mereka para pembenci Islam.  Maka dari itu segala apapun yang ditunjukkan mereka kepada kita dari dalil apa saja yang diungkapkan sekiranya itu menimbulkan keanehan, kesalah pahaman dan lain sebagainya maka segera tinggalkan dan kembali membaca, mengkaji, dan bertanya pada mereka yang tahu akan ilmunya dan jawabanya.  Bukan kembali kepada mereka yang menyampaikan kesesatan tersebut.

          Ada dalam salah satu “kajian sesat” mereka lontarkan dengan menggunakan surat An-Naas sebagai bentuk kesaksian bahwa Yesus adalah tuhan sebagai mana yang dikemukakan dalam surat An-Naas bahwa “Qul A’u dzubirobbinas” dan seterusnya adalah ayat yang membenarkan bahwa Tuhan itu adlaah manusia, dengan mengambil sedikit dari ayat itu mereka berdalil dengan dalil yang berada di AL Quran. Bahwa Tuhanya manusia,  rajanya manusia dan seterusnya, maka itu adalah menunjukkan bahwa tuhan itu berwujud manusia.  Sebuah kebodohan yang sangat.  Mereka tidak bisa membaca ayat tersebut dengan benar dan baik, lalu tiba-tiba menyebtkan ayat quran tersebut sebagai pembenaran bahwa tuhan itu adalah berwujud manusia.  Manusia menjelma sebagai Tuhan, atau Tuhan yang menjelma sebagai manusia yang turun kedunia dan lain sebagainya untuk memberikan petunjuk pada manusia, lalu dia sebagai manusia disembah sebagai Tuhan, padahal mereka berjumpa langsung dengan Tuhan, namun Tuhanya disalib dan dikejar untuk dibunuh.  Amat rumitlah pemahaman ini secara akal sehat.

          Mereka melontarkan berbagai macam hal yang menyudutkan umat Islam dalam forum yang Wallahu A’lam bagaimana itu terjadi.  Semoga orang yang membuka forum itu adalah irang yang ingin membuat penyadaran terhadap dirinya bahwa Islam itu benar, dan menjadikan mereka yang menyimak dan menonton lebih paham tentang islam.   Namun setelah itu ada orang yang berkomentar di siaran live tersebut dengan pemahaman yang sesat dan menyeatkan dari argument-argumen kejahiliyahanya sehingga saya juga tersumut emosi, lalu saya pribadi tinggalkan.  Apa yang dibahas dan dikemukakan adalah kedzaliman dan tuduhan kepada Islam yang sangat keji.

          Namun dari pada itu menjadi pelajaran bagi kami pribadi mengeani berbagai macam serangan-serangan yang dilontarkan mereka kepada kita smeua umat Muslim yang beragama Islam ini untuk lebih banyak juga belajar mengenai apa yang menjadi pola-pola mereka untuk menggeser dan menyesatkan kita dalam keimanan kita.

          Ada hal-hal yang dapat kita diskusikan bersama mengenai serangan mereka:

  1. Dalam dalil Al Quran. Mereka menggunakan surat An-Naas dengan artinya Tuhanya Manusia sebagai dalil bahwa tuhan itu adalah sebagai manusia untuk turun kepada manusia dan memberikan petunjuk pada manusia.
  2. Dalam dalil Hadist. Mereka mengatakan bahwa dalam sebuah hadist muslim dijelaskan bahwa ketika umat islam berbuat dosa maka, kesalahanya ditimpakan pada umat yahudi dan nasrani.

Contoh 2 seragan ini jika kita tidak mejawab dengan baik dan sesuai dengan maksud apa yang menjadi penyebab tutunya ayat quran tersebut dan juga hadist nabi tersebut, akan membuat kita terjerumus dalam jebakan mereka dalam permainan perkataan mengenai kesalahan dan pembenaran dari dalil-dalil yang kita miliki.  Maka dari itu pertanyaan mereka yang menjerumuskan muslimin yang mengikuti siaran mereka itu haruslah benar-benar dikaji dan jangan langsung diambil mentah-menatah, sehingga apa yang mereka sampaikan seolah-olah benar dan apa yang kita yakini adalah sebuah kesalahan. Na’udzubillah

Tuhan jika manusia adalah kesesatan dan kedzaliman dari mengumpamakan Tuhan ini menjadi makhluk yang Dia ciptakan.  Logika sederhanaya adalah seorang yang membuat Handphone, karena banyak handphone yang sistemnya rusak, dan eror karena berbagai macam kesalahan yang ada pada Handphone yang dibuat sebegitu banyaknya, lalu ia yang membuat Handphone turun sebagai Handphone untuk membenahai permasalahan mereka. (Aneh)

Ketika handphone itu rusak pada saat dimasa misal di tahun 2000 dengan beraneka macam yang dibuat handphone kla itu, sang pembuat Handphone tersebut baru tahu kalau ada kerusakan yang ternyata pada tahun 2024 ada berbagai macam jenis Hp yang sanat canggih.  Nah Bagaimana dia menyelesaikan permasalahn Hp di tahun itu sedangkan dia hanya tahu kondisi kerusakan yang ada di tahun 2000 an?

Kalau Tuhan adalah manusia bagaimana dia bisa memakan dan minum dari apa yang dia ciptakan di muka bumi ini? Padahal dia adalah penciptanya, mengapa dia kelaparan? Mengikuti kegiatan sebagai manusia?, menjadi pemberi nasehat?, tidur? Dan lain sebagainya yang dilakukan oleh manusia biasa?. Seharus tidak dong… Tuhan tidak boleh mengikuti segala macam aktivitas yang dilakukan oleh manusia. Tuhan sebagai sang pencipta, memberikan bentuk, hukum hidup dan lain sebagainya tidak boleh ikut menjadi ciptaanya, apalagi memakan, mengkonsumsi dan mengikuti jalanya makhluk yang Dia ciptakan. Sama halnya Hp tadi, seorang yang membuat HP tidak mungkin akan membuat dirinya menjadi Hp agar bisa mengetahui segala kendala dan masalah yang di alami Hp.  Dan sebagai pembuat Hp tidak harus mengikuti apa yang harusnya Hp butuhkan seperti harus di Ces, karena kurang batrai, harus disservice part yang rusak, harus ada pembaharuan aplikasi dan lain sebagainya, maka apakah orang yang membuat Hp harus mengalami seperti apa yang dialami Hp yang ia buat? Silahkan dijawab sendiri sesuai tingkatakan pemikiran dan otak yang diberikan Allah.

Segala hal yang rancu dan aneh ketika permpamaan Tuhan yang mencipta diserupakan dengan makhluk yang diciptakan, begitu juga manusia yang membuat segala sesuatu yang dia buat dengan berbahan dasar dari apa yang sudah Allah sediakan di muka bumi ini lalu dibentuk dan dibuat hal yang berbeda dari apa saja yang sudah Allah sediakan di muka bumi ini menjadi sesuatu yang baru dan berteknoogi.  Maka tidak mungkin manusia akan mau menjadi apa yang yang dia buat. Bagaimana dengan Tuhan yang menciptakan segala macam yang ada di dunia ini?, maukah Tuhan menjadi makhluk yang Dia sendiri ciptakan untuk menyelesaikan permasalahan makhlukNya? Sungguh aneh dan janggal kalau Tuhan harus menjadi makhluk yang diciptakan.

Blitar, 8 Oktober 2024

Di Mushola kamar rumah ku, Sudah 1 tahun hari ini palestina dijajah, tepatnya kemarin 7 Oktober menjadi hari bersejarah bagi dunia memandang islam yang Gagah perkasa melawan kedzaliman, Kegagahan itu diwakili oleh seluruh warga Palestina yang hari ini tepatnya puluhan ribu wargaya menjadi Syuhada. Ya Allah pertemukan kami dengan para syuhada palestina dan jadikan kami menjadi salah satu orang yang berjihad untuk kemerdekaan Palestina dan menjadi orang yang berjuang untuk menegakkan kalimat tauhdi di muka bumi ini.

Silahkan bagikan di :