KristologiSejarah

Arabian Ethnon dalam Dokumen Yunani

Acara: Ngobrol Santai Bareng Dondi dan Aristo (Ngobras Doa)
Penyelenggara: Yayasan Pembina Mualaf Attauhid
Pemateri: Dr. Manahem Ali, Dosen Filologi Universitas Airlangga, Surabaya
Pemandu: Pak Dondi dan Aristo
Tema: Arabian Ethnon, Arab Musta’ribah, dan Arab Aribah Menurut Dokumen Yunani

Pembukaan

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Acara Ngobras Doa kali ini mengusung tema yang tidak biasa, mengkaji sumber berbahasa Yunani, berbeda dari kajian sebelumnya yang berfokus pada bahasa Semitik seperti Arab, Ibrani, dan Aram. Kajian ini lebih singkat karena keterbatasan waktu, tetapi akan dilanjutkan pada pekan depan. Tema utama adalah Arabian Ethnon (suku-suku Arab) dalam dokumen Yunani, dengan fokus pada istilah Arab, Arab Musta’ribah, dan Arab Aribah, serta tanggapan terhadap pernyataan apologet Kristen, Jimmy Jeffry, terkait identitas Arab dan keturunan Ismail.

Latar Belakang Diskusi

Dr. Manahem Ali menjelaskan bahwa istilah Arabian Ethnon dalam bahasa Yunani merujuk pada suku-suku Arab, tetapi bukan sebagai nama etnik spesifik, melainkan sebutan atau gelar untuk kelompok tertentu, khususnya keturunan Ismail. Diskusi ini menanggapi pernyataan Jimmy Jeffry, yang mengklaim:

  1. Kata Arab tidak identik dengan Ismail dan tidak berkaitan.
  2. Dalam tradisi Islam, Arab Musta’ribah merujuk pada keturunan Ismail, sedangkan Arab Aribah merujuk pada keturunan Yoktan/Qahtan.
  3. Istilah Arab analog dengan Ibrani, yang disematkan pada keturunan Yakub/Israel, tetapi tidak eksklusif hanya untuk mereka.
  4. Dr. Ali dituduh melokalisir istilah Arab hanya untuk keturunan Ismail dalam dokumen Yunani seperti karya Diodorus dan Herodotus.

Dr. Ali menegaskan bahwa istilah Arab bukan nama etnik, melainkan gelar yang disematkan pada keturunan Ismail, sebagaimana Ibrani untuk keturunan Eber. Kajian ini menggunakan pendekatan filologi berbasis dokumen Semitik dan Yunani untuk menjawab klaim tersebut.

Inti Pembahasan: Arabian Ethnon dalam Dokumen Yunani

Konteks Bahasa Semitik

Sebelum masuk ke dokumen Yunani, Dr. Ali menjelaskan konteks Semitik:

  1. Nama Etnik dan Silsilah (Toledot): Dalam tradisi Ibrani, nama etnik terkait dengan nama personal dalam daftar silsilah (toledot), seperti keturunan Ismail (Yishmaelim). Istilah Arab bukan nama etnik, melainkan sebutan untuk kelompok tertentu, khususnya keturunan Ismail.
  2. Istilah Arab sebagai Sebutan Eksklusif: Dalam Jewish Antiquities karya Flavius Josephus (37–100 M), istilah Arab hanya disematkan pada keturunan Ismail, sejajar dengan Ibrani untuk keturunan Yakub/Israel.
  3. Dokumen Semitik Pra-Islam: Teks Targum (Aramaik) dan Peshitta (Syriac) menegaskan bahwa Arab merujuk pada keturunan Ismail, bukan etnik lain seperti Edom, Amon, Moab, atau Filistin.
  4. Pembedaan Etnik: Teks Peshitta dan Tanakh (Nehemia 4:1) membedakan Arab dari etnik Amon, Moab, Edom, dan Asdod, menegaskan bahwa hanya keturunan Ismail yang disebut Arab.

Dokumen Yunani: Flavius Josephus

Flavius Josephus, dalam Jewish Antiquities (Buku 1, Poin 12, Baris 4), secara eksplisit menyebut 12 keturunan Ismail sebagai Arabion Ethnon (suku-suku Arab) atau Arabes Ismaeliton (Arab Ismail). Ia juga menyebut pedagang Arab Ismail (Poros Idon Arabas Ismaeliton) yang membawa Yusuf ke Mesir. Ini menegaskan bahwa istilah Arab dalam dokumen Yunani pra-Islam merujuk secara eksklusif pada keturunan Ismail, bukan etnik lain seperti Amon atau Moab.

Tanggapan terhadap Jimmy Jeffry

Dr. Ali membantah klaim Jimmy Jeffry:

  1. Kata Arab Tidak Identik dengan Ismail: Berdasarkan dokumen Semitik (Tanakh, Targum, Peshitta) dan Yunani (Josephus), Arab secara eksklusif merujuk pada keturunan Ismail, bukan etnik lain seperti Edom atau Amon.
  2. Arab Musta’ribah vs. Arab Aribah: Tradisi Islam membedakan Arab Musta’ribah (keturunan Ismail) dan Arab Aribah (keturunan Qahtan), tetapi dalam dokumen Semitik dan Yunani pra-Islam, Arab hanya merujuk pada keturunan Ismail.
  3. Analogi dengan Ibrani: Seperti Ibrani yang merujuk pada keturunan Eber (termasuk Abraham dan Yakub), Arab adalah gelar untuk keturunan Ismail, bukan nama etnik spesifik.
  4. Generalisasi yang Salah: Jimmy Jeffry menggeneralisasi bahwa Arab mencakup semua etnik di Arabia (Edom, Amon, Moab). Namun, teks Semitik dan Yunani menegaskan bahwa Arab hanya untuk keturunan Ismail, bukan etnik lain.

Bukti Tekstual

  • Nehemia 4:1: Membedakan Aravim (orang Arab) dari Ammonim (orang Amon) dan Ashdodin (orang Asdod), menegaskan bahwa Arab tidak mencakup etnik lain.
  • Mazmur (Targum dan Peshitta): Menyebut Arab sebagai Yishmaelim (keturunan Ismail), berbeda dari Edom, Moab, Amon, Amalek, dan Filistin.
  • Herodotus dan Dokumen Pra-Islam: Herodotus (abad ke-5 SM) menyebut Arabyoi di Arabia, konsisten dengan wilayah Hijaz tempat keturunan Ismail bermukim.
  • Talmud Babli dan Ezra-Nehemia: Ditulis di Babilonia dengan pengaruh bahasa Aram dan Ibrani, mendukung pembedaan Arab dari etnik lain.

Etimologi dan Metatesis

Dr. Ali menjelaskan bahwa istilah Arab (Arav dalam Ibrani, Arap dalam Aram) memiliki akar yang mirip dengan Eber (bermakna “menyeberang” atau “migrasi”). Keduanya memiliki huruf serupa (Ayin, Bet, Resh), dengan Arav mengalami metatesis (pergantian posisi huruf) dari Eber. Ini memperkuat bahwa Arab adalah sebutan geografis dan genealogis untuk keturunan Ismail yang bermigrasi ke Arabia.

Penutup

Kajian ini membuktikan bahwa istilah Arabian Ethnon dalam dokumen Yunani, khususnya karya Josephus, merujuk secara eksklusif pada keturunan Ismail, bukan etnik lain seperti Amon, Moab, atau Edom. Pernyataan Jimmy Jeffry yang menggeneralisasi Arab untuk semua etnik Arabia tidak didukung oleh teks Semitik (Tanakh, Targum, Peshitta) maupun Yunani. Diskusi akan dilanjutkan pekan depan, mengkaji sumber Yunani lain seperti Diodorus untuk memperdalam wacana ini.

Ucapan Penutup: Terima kasih kepada Dr. Manahem Ali atas paparan filologis yang mendalam. Kajian ini menegaskan pentingnya pendekatan berbasis data dalam dialog lintas agama. Pekan depan, kita akan membahas sumber Yunani lainnya. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Kajian ini dapat anda simak di ; https://youtu.be/T0yI4P7fE2w?si=wI8v2pw_wyKjzdQx

Silahkan bagikan di :