Kedekatan Islam dan Kristen: Kajian dari Manado tentang Bahasa, Sejarah, dan Kesamaan Akar Iman
Pendahuluan
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Dalam kajian malam Jumat di channel Ed Prayno Official dan Graha Mualaf, pembahasan kali ini menyoroti kedekatan antara Islam dan Kristen, khususnya di wilayah Manado, Sulawesi Utara. Ditemani Ustadz Rio sebagai pengurus Yayasan Pembina Mualaf Attauhid (YPMA) wilayah Manado dan Ustadz Menachem Ali, kajian ini membahas pertumbuhan mualaf yang pesat, kemiripan bahasa Suryani dengan Arab, perdebatan bahasa asli Perjanjian Baru, serta kesamaan akar historis dan nasab antara Nabi Isa Al-Masih dan Nabi Muhammad SAW. Tema ini relevan untuk memperkuat harmoni antaragama, sesuai ayat Al-Qur’an yang menekankan toleransi:
Teks Arab (QS. Al-Kafirun: 6): لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ
Artinya (Terjemahan Kemenag RI): “Untukmu agamamu, dan untukku agamaku.”
Kajian ini juga menyentuh buku baru Ustadz Menachem Ali berjudul Ismael dalam Alkitab dan Manuskrip Qumran, yang terbit Januari 2024, sebagai bagian dari trilogi tentang Ismail. Buku ini mengeksplorasi tinjauan historis dan filologis, menunjukkan bahwa perbedaan agama tidak menghalangi pencarian titik temu.
Pertumbuhan Mualaf di Manado: Bukti Harmoni dan Keterbukaan
Manado, sering disebut sebagai “kota yang diberkati” atau “kota Injil”, justru menunjukkan pertumbuhan mualaf yang luar biasa. Menurut Ustadz Rio, sejak 2019, YPMA telah mendata sekitar 600 mualaf, dengan 250 di antaranya pasca-COVID. Bulan Desember sering menjadi puncak, di mana banyak yang bersyahadat meski bertepatan dengan Natal. Contohnya, seorang perempuan yang baru pulang ziarah rohani dari Yerusalem langsung memeluk Islam di Bitung.
Keterbukaan masyarakat Manado terlihat dari fakta bahwa banyak mualaf diantar orang tua non-Muslim untuk bersyahadat, tanpa paksaan. YPMA menekankan prinsip “lakum dinukum wa liya dini”, dengan merekam proses syahadat sebagai bukti sukarela. Harmoni ini tercermin dalam sejarah: Imam Bonjol dan Kyai Mojo diterima di Manado tanpa penolakan, bahkan menikah dengan penduduk lokal. Makam Yahudi terbesar kedua di Indonesia ada di Manado, menunjukkan welcomeness terhadap berbagai agama, termasuk Yahudi yang secara historis menolak Yesus.
Namun, ada tantangan: Beberapa mualaf kehilangan pekerjaan atau keluarga, sehingga YPMA membutuhkan dukungan untuk pendidikan, Al-Qur’an, dan perlengkapan salat. Di Manado, Islam disebarkan sebagai rahmatan lil alamin—ramah dan inklusif.
Kemiripan Bahasa Suryani dan Arab: Jembatan antara Islam dan Kristen
Salah satu poin utama adalah kedekatan bahasa Suryani (Aramaik Siria) dengan Arab, yang lebih mirip daripada dengan Ibrani atau Yunani. Ustadz Menachem Ali menunjukkan contoh aksara Suryani (Serṭo, Madnḥoyo, Esṭrangelo) yang mirip aksara Arab, sementara Ibrani jauh berbeda.
Contoh:
- Kata “Eli Eli lama sabachthani” (Matius 27:46), yang diucapkan Yesus di salib, adalah bahasa Suryani/Aramaik, mirip dengan Arab “Ilahi Ilahi lima taraktani” (Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan aku?).
Teks Ibrani (Mazmur 22:1, yang mirip): אֵלִי אֵלִי לָמָה עֲזַבְתָּנִי רָחוֹק מִישׁוּעָתִי דִּבְרֵי שַׁאֲגָתִי
Terjemahan (Berdasarkan LAI): “Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan aku? Engkau jauh dari keselamatanku, dari perkataan-perkataan yang kuroaringkan.”
- Kata “Ephphatha” (Markus 7:34, artinya “terbukalah”) mirip Arab “iftah”.
Yesus berbicara dalam Suryani sehari-hari, bukan Yunani (bahasa kolonial Romawi). Debat tentang bahasa asli Perjanjian Baru: Kristen Nestorian/Asiria yakin aslinya Suryani (Peshitta), lalu diterjemah ke Yunani; sementara mayoritas (Katolik/Protestan) sebaliknya. Manuskrip tertua adalah Yunani, tapi banyak istilah Suryani tertulis dengan aksara Yunani, seperti “eskēnōsen” (Yohanes 1:14, dari “shekinah” Ibrani/Suryani, artinya kemuliaan Tuhan hadir).
Teks Ibrani untuk “Shekinah” (konsep, bukan ayat spesifik; mirip Keluaran 40:34-35): וַיְכַס הֶעָנָן אֶת-אֹהֶל מוֹעֵד וּכְבוֹד יְהוָה מָלֵא אֶת-הַמִּשְׁכָּן
Terjemahan: “Lalu awan itu menutupi Kemah Pertemuan, dan kemuliaan TUHAN memenuhi Kemah Suci.”
Ini menunjukkan pengaruh Semitik pada Yunani, mengajak Muslim dan Kristen duduk bersama sebagai “kakak beradik” melalui tokoh Isa/Yesus.
Kesamaan Akar Nasab: Ismail, Ishak, dan Titik Temu Nabi Isa-Nabi Muhammad SAW
Kajian membahas kesamaan nasab: Ismail memiliki 12 putra plus satu putri (Basemath); Ishak (melalui Yakub) juga 12 putra plus Dina. Ini menunjukkan keadilan Tuhan, menolak asumsi bahwa hanya keturunan Ishak yang diberkati.
Nabi Isa lahir tanpa ayah, nasabnya matrilineal (dari Maria, Bani Israel). Nabi Muhammad SAW: Patrilineal dari Ismail (melalui Hasyim), matrilineal dari Israel (nenek buyut Salma binti Amr, dari Ibrani “Shalom/Shalome”, diarabkan tanpa titik ya).
Teks Ibrani untuk nama mirip “Shalom” (Kejadian 15:15, konteks kedamaian): וְאַתָּה תָּבוֹא אֶל-אֲבֹתֶיךָ בְּשָׁלוֹם תִּקָּבֵר בְּשֵׂיבָה טוֹבָה
Terjemahan: “Tetapi engkau akan pergi kepada nenek moyangmu dengan sejahtera; engkau akan dikuburkan pada masa tua yang baik.”
Ini menyatukan Ismail-Israel dalam diri Nabi Muhammad SAW, menjadikannya titik temu.
Varian Kanon Alkitab: Debat Wahyu dan Inspirasi
Alkitab memiliki varian kanon: Protestan 66 kitab, Katolik 73, Ortodoks lebih (termasuk Makabe 3-4, Mazmur 151). Debat tentang Injil apokrif (Barnabas, Thomas, dll.) vs. kanonik (Matius, Markus, Lukas, Yohanes), ditentukan konsili tanpa standar baku. Beberapa surat anonim (Ibrani, 2 Petrus) diterima sebagai wahyu.
Contoh: Yohanes 10:30 (“Aku dan Bapa adalah satu”) vs. ayat lanjutannya yang menyertakan murid-murid, mempertanyakan dogma ketuhanan Yesus. Status Yesus bervariasi: 100% manusia-100% Ilahi (umum), 100% manusia (Saksi Yehova, Mormon varian).
Berbeda dengan Al-Qur’an: 114 surah, bahasa Arab baku, Tuhan satu (Allah), Nabi Muhammad SAW 100% manusia.
Kesimpulan
Kajian ini menekankan harmoni di Manado sebagai teladan Bhinneka Tunggal Ika: Masjid dan gereja berdampingan, kampus Islam-Kristen berhadapan. Perbedaan ada, tapi kesamaan bahasa, sejarah, dan nasab mengajak dialog akademik, bukan perdebatan. Dukung YPMA untuk mualaf: Rekening BSI 1118889971 (YPMA Jatim) atau 7755998863 (Dana Dakwah Mualaf Manado). Hubungi WA 0896377233 untuk info.
Wabillahi taufiq wal hidayah, wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

