Perhiasan dunia sebagai ujian
اِنَّا جَعَلْنَا مَا عَلَى الْاَرْضِ زِيْنَةً لَّهَا لِنَبْلُوَهُمْ اَيُّهُمْ اَحْسَنُ عَمَلًا
“Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang ada di atas bumi sebagai perhiasan baginya agar Kami menguji mereka siapakah di antaranya yang lebih baik perbuatannya.”
Dalam surat Al Kahfi ayat 7 disebutkan bahwa semua isi dunia adalah sebuah bahan dasar manusia untuk ujian yang terus bergulir hingga mati menjemput. Mengapa sebagai ujian?, apakah semua perhiasan dunia adalah ujian?,Apa saja perhiasan di dunia itu? Dan apakah manfaat dari ujian dunia tersebut?
Banyak pertanyaan yang harus manusia jawab dari beberapa pertanyaan yang penulis sampaikan. Dalam ayat ke 7 tersebut bisa kita uraikan nmenjadi beberapa bagian.
Bagian pertama, Penekanan bahwa Allah yang menjadikan Bumi. Bumi dan segala apa yang ada didalam dan seluruh yang membentang diatas dan dibawahnya adalah milik Allah semata. Semua yang menjadi hasil dari yang bumi keluaran baik dalam bentuk air, mineral, tambang, dari tanah yang menjulang hingga menghasilkan berbagai macam pepohonan yang nantinya menjadi kayu untuk menjadikan manusia memiliki barnag-barnag dari semua yang keluar dari perut bumi dan juga apa saja yang ada di udara dan yang terhdampar dipermukaan bumi dapat dijadikan sebagai hal yang dapat di miliki manusia.
Dari dalam lauatan yang luas manusia dapat membuat permata yang indah dengan harga yang mahal, karena proses dan pembuatanya yang sangat sulit dan butuh waktu yang lama untuk menghasilkannya. Maka dari itu bumi adalah milik Allah semata dengan apa saja yang sudah Allah buat dari dalam perut bumi, permukaanya hingga di atas bumi seperti lapisan-lapisan langir atau atmosfer yang melindungi bumi dari berbagai macam hal diangkasa luat sana.
Bagian kedua, perhiasan untuk ujian. Pengertian perhiasan ini menjadi landasan bahwa semua yang dihasilkan bumi yang dapat membantu semua kebutuhan yang manusia butuhkan adalah dalam kategori perhiasan yang dapat menguji manusia untuk bisa melakukan berbagai macam hal. Dari semua yang Allah berikan dari bumi tersebut dapat menjadikan manusia memiliki berbagai macam hal yang dapat diolah dan dijadikan bentuk baru untuk nantinya dimanfaatkan manusia.
Beberapa diantaranya ada yang manusia makan dan ada juga yang dimanfaatkan dalam bentuk lain untuk mencukupi kebutuhan manusia. Dari apa yang sudah manusia kembangkan dari semua hasil yang Allah berikan tadi. Manusia perlu mengingat pada bagianyang terakhir.
Bagian ketiga, siapakah yang benar-benar bertaqwa?. Bagian ini adalah hasil atau nilai dari berbagai macam hal yang bisa menjadikan manusia menjadi pembeda antara mereka yang beriman dan tidak, mereka yang ingkar dan bersyukur, mereka yang ingin Kembali ke Allah dengan keadaan baik, atau meninggalkan dunia dengna berbgai macam harta benda yang tidak tahu mau diapakan dan pastinya hanya akan menambah pertengkaran antara para ahli warisnya. Dan banyak hal lainya yang sejatinya pertanyaan yang Allah berikan di bagian ketiga ini adalah sebuah kunci dari kehidupan di dunia.
Dunia adalah tempat yang paling hina, karena dunia adalah tempat hukuman yang Allah berikan kepada makhluk yang Allah ciptakan sebagai bentuk yang paling sempurna, yakni ayah kita semua yaitu nabi Adam alaihissalam. Bentuk hukuman itu adalah dunia yang kita tempat ini dan sedang kita nikmati berbagai macam hal yang ada didalamnya.
Darinya kita dapat mendapatkan Makanan dan minuman yang daripadanya kita dapat hidup, dan kita juga tidak tahu bagaimana proses yang sangat rumit itu terjadi dalam diri kita sehingga kita dapat hidup dengan mengkonsumsi berbagai macam jenis Makanan yang bumi hasilkan. Berbagai macam hal yang kita tidak ketahui apa saja yang dapat menjadikan diri kita tetap hidup sampai sekarang.
Bentuk ketaatan dan bentuk kepatuhan manusia di bumi ini yang menjadikan Allah mengetahu siapa diantra 8 Miliyar manusia yang hidup sekarang ini yang paling baik amal perbuatannya dari apa yang sudah Allah titipkan di bumi ini dengan berbagai macam perhiasan yang Allah berikan kepada manusia, yang bisa dimanfaatkan untuk kehidupannya.
Apakah nantinya manusia menjadikan sebagai ajang unutk sombong kepada manusia yang lainya, dari apa yang sudah Allah berikan?, itu semua tergantung pada manusia sendiri yang melakukannya. Aneh kalau manusia osmbong dengna apa yang Allah berikan kepada manusia, karena manusia itu tidak memiliki andil dari berbagai macam hal yang bumi keluarkan untuk manusia.
Manusia tidak dapat hal apapun dari bumi Allah ini, jika Allah tidak mengizinkan, dan tidak berkehendak. Miris dan hina harusnya manusia karena dia bukan siapa-siapa diatas bumi yang mereka pijak. Tidak bisa apapun kecuali atas izin Allah. Ketika sudah Allah izinkan, anehnya manusia bisa sombong dan ingkar kepada Allah. Tuhan yang menjadikan segala sesuatu yang manusia butuhkan untuk hidup dan hanya 1 tugas yang Allah berikan yaitu beribadah kepadaNya.
Beribadah inilah yang harusnya menjadi Dasar besar pada pola semua pikiran manusia, bahwa bumi dan segala isinya Allah tundukkan untuk manusia, ada Allah yang mengatur semua hal sehingga jagad raya ini tunduk patuh pada aturan main yang sudah Allah tetapkan. Ketika 1 saja yang menyeleweng dari jalur yang sudah Allah tetapkan, maka hancurlah alam semesta ini.
Padahal semua benda yang ada pada alam ini tunduk dan patuh, namun anehnya ada manusia yang termasuk benda yang diberii ruh oleh Allah dapat ingkar, kufur, menyembah selain Allah dan lain sebagainya, yang harusnya manusia itu yang harus hancur pertama kali. Namun Allah masih saja memberian ampunan dan rahmatNya bagi manusia yang masih mau untuk Kembali kepada jalanNya.
Itulah manusia yang banyak melakukan pelanggaran pada ketentuan yang Allah berikan, dengan adanya manusia yang masih menyembah benda yang benda tersebut adalah lebih hina dari pada manusia itu sendiri. Manusia memiliki akal pikiran yang membuatnya istimewa dibandingkan dengan benda laiya dimuka bumi ini. Semua benda yang Allah berikan padanya Ruh, maka dia dapat hidup, namun ketikan ruh itu sudah berleas dari benda tersebut maka semua benda tersebut dinamai bangkai.
Nah apakah manusia memang hanya ingin disebut bangkai? Karena tidak mau taat pada Allah? Ya memang harus disebut demikian karena segala penunjang yang Allah berikan mereka dustakan dan sombongkan kepada manusia lainya, dan aneh juga kalau harus mempersekutukan Allah dengan benda bangkai-bangkai lainya, yang benda tersebut tidak mengetahui kenapa mereka bsa dituhankan, padahal diri mereka sendiri adalah benda mati yang dibentuk dan dijadikan Allah untuk memenuhi kebutuhan manusia.
Maka benar, ujian di dunia ini untuk menguji siapa yang paling baik amalnya, karena amal yang paling baik adalah amalan yang bisa memanfaatkan segala macam yang Allah berikan dimuka bumi ini untuk tujuan beribadah dan mendekatkan diri kepadanNya dengan cara berbuat baik dan benar kepada sesama manusia, dan semua benda baik hewan dan tumbuhan yang Allah ciptakan di muka bumi ini.
Ingatlah para pembaca yang Budiman, akan adanay pertanggung jawaban dari semua yang kita lakukan di dunia ini. Kita tidak bisa menikmati semua hal yang ada di dunia ini, namun kita pasti akan ditanyai akan semua hal yang kita lakukan di dunia ini. Sudahkan kita tahu bahwa pertanggung jawaban itu dilalui semua manusia yang awal hidup hingga manusia yang terakhir Allah ciptakan? , berapa lamakah hal itu terjadi? Semua manusia lo…. Dari awal hingga akhir.
Padahal kita yang hidup di tahun 2025 ini, sudah ada sekitar 8 miliyar manusia yang berikeliaran di muka bumi ini, bagaimana dengan manusia dari zaman nabi Adam hingga sampai zaman Rasulullah hidup, berapakah jumlahnya?, berapa banyak perhiasan dunia yang sudah bumi keluarkan untuk mencukupi segala macam kebutuhan yang manusia butuhkan untuk hidup dan menyembah kepada Allah. Dan berbagai macam hal lainya.
Dari penulisan ini maka penulis Kembali mengingatkan kepada diri penulis pribadi dan juga para pembaca lainya agar kita mengetahui bahwa semua yang Allah berikan di dunia ini dari dalam, luar, permukaan, dan semua yang ada diatas bumi adalah sebuah perhiasan yang Allah berikan kepada manusia untuk menjadi ujian bagi manusia, agar Allah tahu nantinya siapakah manusia yang keluar menjadi orang yang paling baik amal kebaikanya dengan memanfaatkan semua yang Allah berikan atau menjadi manusia yang kufur dan ingkar terhadap apa saja yang Allah berikan.
Maka dari itu mulailah dengan menilai diri sendiri, dari manakah semua perhiasan yang Allah sudah berikan pad akita, kemanakah semua perhiasan dunia itu kita salurkan dan dari mana sajakah kita dapatkan, dengan cara bagaimana kita dapatkan dan selanjutnya kita manfaatkan, karena semua itu aka nada perhitungan dan pertanggung jawaban.
Hadanallah wa Iyyakum
Wassalamualaikum
Blitar, 6 Februari 2025
Di ruangan tengah Bersama anak dan istri, menikmati suasana hujan rintik dimalam hari setelah keluar Bersama untuk menikmati malam yang indah dan suasana cerah sebelum adzan maghrib menjelang, namun malamnya hujan pun turun.
Alhamdulillah kita semua mulai belajar untuk berpuasa, karena kita semua belajar untuk melatih diri selama bulan Sya`ban ini agar nantinya pada bulan Ramadhan bulan depan kita sudah lebih siap untuk menyambut bulan mulia tersebut.

