Syariat Nabi Ismail
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Selamat datang kembali dengan kami dari Yayasan Pembina mualaf At Tauhid atau Graha mualaf. Malam ini, seperti biasa setiap malam Jumat, kita berkumpul bersama ustadz. Kami mendoakan agar ibadah puasa kita berjalan lancar hingga Idul Fitri dan semoga amal ibadah kita tercatat.
Kami akan membahas tentang kristologi, khususnya syariat Nabi Ismail. Ada tuduhan bahwa syariat Nabi Ibrahim hanya diberikan kepada Ishak, sedangkan Ismail dianggap terbuang. Mereka menganggap Bani Arab yang berasal dari Ismail tidak memiliki hubungan dengan syariat Ibrahim. Malam ini, kita akan bertanya kepada Ustadz Ali tentang isu ini. Tema ini kontroversial karena berkaitan dengan siapa Abraham dan Ismail. Banyak informasi negatif yang beredar, di mana Ismail dianggap sebagai anak yang terbuang dan hasil dari perzinahan.
Ada pendeta yang menyebutkan bahwa Ismail adalah anak zina, karena Abraham dianggap tidak setia menunggu putra yang dijanjikan. Ismail dianggap sebagai anak yang tidak sah. Untuk menjawab tuduhan ini, kita perlu kembali kepada dokumen awal, yaitu dari tradisi Yahudi. Kita perlu menganalisis siapa Abraham dan bagaimana syariatnya diwariskan kepada Ismail?. Untuk itu, kita perlu merujuk pada dokumen Ibrani, termasuk yang terdapat dalam kitab kejadian. Kita juga akan menelusuri ayat-ayat yang relevan dari teks asli berbahasa Ibrani untuk mendapatkan pemahaman yang tepat.
Abraham memiliki arti bahwa dia mendengar perkataan atau firman Allah dan memelihara kewajibannya. Ini menunjukkan bahwa Abraham menerima Taurat sebelum Nabi Musa. Meskipun ada istilah yang sama, Taurat yang diterima Abraham berbeda dengan yang diterima Musa. Dalam tradisi Yahudi, terdapat 613 perintah atau במצוות / mitzvot / berarti “dalam perintah-perintah”, dan di antara perintah yang diterima Abraham disebut sebagai Tauratnya.
Dalam versi bahasa Ibrani dan Arab, terdapat penjelasan tentang Taurat ini dalam kitab Humas Mikroot Gedolot. Kitab ini adalah dokumen Yahudi dan berisi tafsir dari tradisi awal. Kitab Taurat ditulis dalam bahasa Yudeo-Arabic dan bukan merupakan dokumen Kristen. Dalam kitab Kejadian pasal 26 ayat 5, terdapat istilah yang digunakan untuk menunjuk kepada syariat yang diterima Abraham. Dalam Alquran, nama Abraham juga muncul, menunjukkan kesamaan dengan tradisi lain.
Syariat yang diterima oleh Abraham juga diragukan apakah diwariskan kepada Ismail. Dalam Kejadian pasal 18 ayat 7, diceritakan bahwa Abraham menerima tamu, yang dalam tradisi Yahudi disebut sebagai tiga malaikat: Gabriel, Rafael, dan Mikhail. Dalam tradisi Islam, nama-nama malaikat ini juga dikenal sebagai Jibril, Mikail, dan Israfil. Ini menunjukkan adanya keterkaitan antara tradisi Yahudi dan Islam dalam menggambarkan peristiwa yang sama.
Apa itu anak lembu? di sini dikatakan dalam bahasa Ibrani. Abraham mengambil anak lembu, di mana istilah “bakar” merujuk pada lembu jantan. Dalam Al-Qur’an, terdapat Surah Al-Baqarah yang berarti lembu betina. Jika ada tambahan huruf ‘Hei’, itu menunjukkan betina, sedangkan jika tidak ada, berarti jantan. Abraham memberikan anak lembu tersebut kepada sang bujang untuk diolah. Di sini, sang bujang merujuk pada seorang anak atau lelaki muda. Ada penjelasan dari Rashi dalam kitab tafsir Yahudi mengenai siapa sang bujang itu dan tugasnya dalam menyembelih binatang.
Tugas menyembelih disebut sebagai seorang sohet, sesuai dengan syariat yang telah ditetapkan oleh Tuhan yang diterima Abraham. Pertanyaan selanjutnya mengenai siapa sang bujang itu?, jelas bahwa itu bukan Ismail. Mengingat pasal 18 berbicara tentang kelahiran Ishak, di mana Ismail sudah ada pada saat itu. Abraham diperintahkan untuk menyembelih binatang yang dipersiapkan untuk pelaksanaan mizwa. Ini menunjukkan hubungan antara syariat Abraham dan syariat yang diterima oleh Ismail.
Abraham bukan hanya menerima hukum dari Nabi Musa. Taurat berisi hukum-hukum dan ada 613 hukum yang dikenal dalam tradisi Yahudi. Penyembelihan oleh Ismail dilakukan dengan mengikuti instruksi Abraham. Dalam tradisi Yahudi, penyembelihan harus dilakukan oleh seorang Rabi, yang berkompeten dalam hal ini. Penyembelihan itu memiliki aturan yang lengkap tentang cara dan ketentuannya.
Ini bukan orang sembarangan, apalagi tamunya malaikat. Tiga orang malaikat, Selosa, Enosim, dan yang diperintahkan orang istimewa yakni Putra kandungnya sendiri, Yusmail. Kitab Yahudi sendiri menyebutkan ini. Nabi Ibrahim adalah orang yang paling dermawan. Setiap orang yang berkunjung ke rumahnya selalu diberikan makanan enak, bahkan hewan ternak disembelih. Ini menjelaskan mengapa Abraham dikenal sangat bermurah hati. Tamu istimewa tiga orang ini disambut luar biasa. Ibrahim melakukan penyembelihan secara langsung dan bukan melalui orang lain. Ini menunjukkan bahwa Ibrahim adalah orang istimewa, dan hal ini dicatat dalam kitab Yahudi.
Bujang di dalam kitab suci Taurat ditafsirkan secara salah, seolah-olah hanya pembantu. Namun, Rabi awal menyebutkan Ismail dengan jelas. Rabi tertinggi menyatakan bahwa Ismail tidak asal menuduh. Tradisi Yahudi menyebut Ismail sebagai Zera Abraham, benih Abraham. Kedua, Ishak juga disebut Zera Abraham. Hanya dua anak Abraham ini yang memiliki status khusus sebagai benih. Anak-anak yang lain disebut anak, tetapi bukan benih. Hubungan antara Abraham dan Ismail memiliki pewarisan syariat yang jelas.
Jika kita melihat dari Ismail kepada keturunannya, perlu diteliti apakah syariatnya diikuti atau terputus. Teks dalam Kitab Kejadian menjelaskan bahwa Hagar, ibu Ismail, juga memiliki hubungan dengan malaikat. Ini menunjukkan bahwa Abraham dan Hagar adalah sosok yang sangat dikenal dalam tradisi.
Di dalam teks kitab Kejadian pasal 16, terdapat informasi mengenai sumur yang disebut sebagai sumur Lahai Roy. Rabi Eben Ezra juga mengacu pada sumur ini sebagai sumur yang istimewa, yakni Zamzam. Setiap tahun, orang-orang yang melaksanakan ibadah haji adalah kaum keturunan Ismail yang mecari sumur tersebut. Dalam tradisi Yahudi, Ismail mewariskan syariah kepada keturunannya, yang dikenal sebagai kaum Ismail, menuju sumur Zamzam. Kitab-kitab Yahudi meng konfirmasi bahwa Abraham mewariskan syariat kepada Ismail, yang kemudian melanjutkannya kepada anak cucunya.
Dalam Al-Quran juga ada indikasi pewarisan tradisi yang mirip, meskipun dari perspektif yang berbeda. Dalam Surah Maryam, Ismail disebutkan sebagai rasul dan nabi yang memberi perintah kepada keluarganya untuk melaksanakan salat dan zakat. Ismail bukanlah orang biasa, ia istimewa karena mengalami banyak hal bahkan menerima kedatangan malaikat. Dalam kitab Yahudi, Ismail juga disebut sebagai salah satu dari orang-orang yang benar.
Muncul pertanyaan apakah informasi ini terkait dengan tradisi Nasrani?. Ternyata, meski ada perbedaan penafsiran, ajaran Yahudi dan Islam memiliki hubungan sebagai saudara. Ishak merupakan nenek moyang Bani Yahudi, sedangkan Ismail menurunkan Bani Islam. Mereka berdua mewarisi syariat masing-masing, tetapi sering kali ditafsirkan berlawanan, terutama dalam konteks politik antara Israel dan Palestina, di mana Ismail sering kali dipandang negatif.
Kami berkesimpulan bahwa Abraham adalah figur yang sama dalam tradisi Yahudi dan Islam. Abraham yang juga dikenal sebagai Ibrahim mewariskan syariat kepada Ismail, dan hal ini diakui dalam tradisi Yahudi dan Alquran. Tentu saja, tidak benar jika ada yang menyebut Ismail sebagai anak terbuang. Tradisi Yahudi mengonfirmasi bahwa Ismail adalah bagian dari keturunan Abraham yang melanjutkan ibadah yang diajarkan. Kami berharap kajian malam ini bermanfaat dan memberikan pencerahan agar kita tetap teguh dalam memeluk Islam.
Kami mengajak para donatur untuk menginfakkan hartanya
Silahkan anda bisa kirim ke rekening:
Bank SYARIAH INDONESIA
► Kode bank: (451) No Rek: 111-888-9971
► an. YPM At Tauhid Jawa Timur ,
► Bukti transfer dapat dikonfirmasikan ke :
HP/WA +6281235871100 (24 Jam)
Dukungan Anda sangat penting agar program-program kami dapat dilaksanakan dengan amanah. Oleh karena itu, kami mohon kepada bapak dan ibu untuk bersedekah atau berzakat untuk membantu program-program kegiatan YPM. Ramadhan sudah dimulai dan kami membutuhkan bantuan untuk sahur, buka puasa, bingkisan mualaf, dan kegiatan dakwah lainnya. Kami mengurusi lebih dari 600 mualaf dan santri di pondok pesantren Al Hadid. Kami mohon uluran tangan bapak ibu untuk zakat, infaq, sedekah demi kelangsungan ibadah dan dakwah. Terima kasih.
Pelajari lebih lanjut di Channel Youtube Graha Muallah
Berikut linknya: https://www.youtube.com/watch?v=iwhR452x1Ws&t=982s

