Uncategorized

“Tuduhan Al-Qur’an Baru Dicetak & Diedit Tahun 1924 – Fakta atau Salah Paham?”

Kajian Akademis Malam Jumat

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Malam ini kita meluruskan satu tuduhan yang sering dipakai untuk menyerang Al-Qur’an:

“Al-Qur’an yang kita baca sekarang itu baru dicetak tahun 1924 di Mesir, sebelumnya macam-macam versi, lalu diedit dan distandarkan oleh komite.”

Tuduhan ini berasal dari video Prof. Mun’im Sirry (pakar studi Islam) yang kemudian dipotong-potong dan disebarluaskan oleh pihak-pihak tertentu. Ustaz Menachem Ali menjawab dengan bukti-bukti fisik dan data sejarah yang sangat jelas.

1. Al-Qur’an Sudah Dicetak Jauh Sebelum 1924

TahunTempatNama PopulerKeterangan
1854Palembang → Singapura– Litografi batuMushaf Palembang
1870SingapuraCetak mesin Gutenberg
1880Bombay (India)Mushaf BombayHuruf besar tebal, paling populer di Nusantara sampai 1970-an
1923/1924Kairo (Mesir)Mushaf Al-Azhar / Mushaf Standar MesirBukan yang pertama, melainkan yang terlambat

Jadi, bukan 1924 itu cetakan pertama dunia, apalagi “baru muncul”. Di Indonesia & Asia Tenggara, kita sudah pakai Mushaf Bombay sejak akhir abad ke-19.

2. Bukti Fisik: Mushaf Tahun 1927 (di Depan Mata Kita Malam Ini)

Ustaz Menachem Ali memperlihatkan langsung mushaf cetakan tahun 1927 M (hanya 3 tahun setelah edisi Mesir 1924):

  • Tidak ada harakat (fathah, kasrah, dhammah) → tulisan rasm Utsmani murni
  • Bisa dibaca dengan semua qira’at sab’ah (Hafs, Warsh, Qalun, Khalaf, dll)
  • Di sebelah kanan: teks Arab
  • Di sebelah kiri: terjemahan bahasa Turki Utsmani (huruf Arab)
  • Surah Al-Fatihah ditulis 6 ayat (Bismillah tidak dihitung angka), tapi isinya sama persis dengan mushaf kita sekarang

Kesimpulan: Tidak ada yang diedit. Hanya beda penomoran ayat dan tidak ada harakat — sama seperti manuskrip-manuskrip kuno.

3. Apa yang Sebenarnya Terjadi di Mesir Tahun 1923–1924?

  • Mahasiswa dari berbagai negara (Indonesia, Turki, Yaman, Maroko, dll) datang ke Al-Azhar, bawa mushaf masing-masing.
  • Ada perbedaan kecil dalam bentuk huruf (contoh: Fa titik di bawah vs di atas, Qaf 1 titik vs 2 titik) dan qira’at yang dominan.
  • Pemerintah Mesir membentuk komite (dipimpin Syekh Muhammad Ali Khalaf Al-Husaini) untuk membuat satu standar cetak yang rapi dan mudah dibaca massal.
  • Yang dipilih: qira’at Hafs riwayat ‘Ashim (yang paling populer di dunia Timur).
  • Tidak ada satu huruf pun yang ditambah atau dikurangi — hanya ditambah harakat dan tanda waqaf agar mudah dibaca pemula.

Jadi kata “diedit” yang dipakai Prof. Mun’im Sirry adalah istilah teknis percetakan, bukan “mengubah isi”. Sayangnya istilah ini dipotong-potong dan jadi senjata penyerang Islam.

4. Bandingkan dengan Alkitab – Mana yang Benar-Benar “Diedit”?

Kitab SuciJumlah Kitab/KanonSudah Final Sejak Kapan?
Al-Qur’an114 surah tetap sejak masa Utsman (23 H / 644 M)Tetap sama sampai sekarang
Taurat Yahudi24 kitab (Tanakh)Final ~abad ke-2 M
Alkitab Katolik73 kitabFinal Konsili Trent 1546 M
Alkitab Protestan66 kitabFinal abad ke-17 (hapus 7 kitab deuterokanonika)
Alkitab Ortodoks76–79 kitabMasih berbeda antar gereja

Jadi, kalau ada yang bilang “Al-Qur’an baru distandarkan 1924”, maka Alkitab Protestan baru distandarkan abad ke-17 (dan sampai sekarang masih beda-beda antar denominasi).

5. Manuskrip Sana’a (Yaman) & Birmingham – Bukti Tak Terbantahkan

  • Manuskrip Sana’a (abad ke-1 Hijriah) dan fragmen Birmingham (abad ke-7 M) yang disimpan di Jerman & Inggris:
  • Tulisan rasm Utsmani tanpa harakat
  • Isinya sama persis dengan mushaf kita sekarang
  • Bisa diakses secara digital oleh siapa saja

Silakan bandingkan sendiri — tidak ada satu huruf pun yang berbeda.

Kesimpulan Ustaz Menachem Ali

“Kalau ada yang bilang Al-Qur’an baru dicetak 1924 dan diedit, silakan tunjukkan mushaf 1924 itu mana? Saya tunjukkan mushaf 1927 — isinya sama persis dengan mushaf yang Anda pegang sekarang. Yang berbeda hanya harakat dan nomor ayat — itu pun bukan wahyu, itu tambahan manusia.”

Al-Qur’an tetap satu, dari masa Nabi sampai kiamat. Inna nahnu nazzalna al-dhikra wa inna lahu lahafizhun.”

Malam ini kita sudah luruskan tuduhan itu dengan data, bukan emosi.

Kita tunggu karya besar Ustaz Menachem Ali yang sedang disusun: Al-Qur’an terjemahan bahasa Inggris + catatan kaki perbandingan teks-teks suci Weda, Samaritan, Ibrani, Syria, hingga Kristen — insyaAllah akan menjadi rujukan dunia.

Jazakumullah khairan kepada semua yang terus mendukung dakwah Graha Mualaf.

Rekening donasi pembangunan masjid & pondok pesantren Wonosalam Jombang: Bank Syariah Indonesia (BSI) 1118889971 a.n. Yayasan Pembina Mualaf Attauhid Jawa Timur

Semoga Allah lipatgandakan pahala kita semua.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Silahkan bagikan di :