Mengikuti ajaran Islam ada dalam Injil surat Rum 6:17
Idham Okalaksana Putra
Ada yang menggelitik ketika membaca surat rum dalam buku kitab suci Injil bahasa Indonesia lembaga Alkitab Indonesia Jakarta 2000. Di dalam buku ini dijelaskan bahwasanya pada surat rum pasal 6 ayat ke-17
Di dalam bab 2 macam perhambaan dari ayat 15 sampai 23 mengenai hal ini penulis ingin menitikberatkan pada ayat ke-17. Sebagaimana yang kita ketahui bersama bahwasanya apa yang ditulis dalam artian daripada bahasa aslinya dalam sebuah kitab yang tertulis dalam Injil banyak yang diterjemahkan dalam bentuk bahasa-bahasa lainnya. Yang kami baca adalah bahasa Indonesia dalam karangan lembaga Alkitab Indonesia Jakarta tahun 2000 ini. Ada hal yang menuntun kami ketika melihat bahwasanya pada ayat ke-17 sudah diterangkan bahwasanya pengucapan syukur itu hanya untuk Allah. Dilanjutkan dengan bahwasanya ketika kita dahulu menjadi orang-orang yang berdosa lalu kita pada hari ini mengimani dan mengikuti ajaran yang benar-benar merasuk ke dalam sanubari kita maka kita berarti adalah tunduk padanya, menyerah padanya, tunduk dan patuk itu kepada siapa sejatinya hanya pada Allah subhanahu wa ta’ala.
Ada penyelewengan yang aneh ketika kita membaca dari situs: https://alkitab.sabda.org/verse.php?book=Rm&chapter=6&verse=17
Didalamnya menyebutkan seperti ini:
Tetapi syukurlah kepada Allah, sedang dahulu kamu menjadi hamba dosa, tetapi sekarang dengan bersungguh-sungguh hati kamu taat kepada jenis pengajaran yang kamu diajarkan.
Padahal apa yang tertulis dalam karangan lembaga Alkitab Indonesia Jakarta 2000 yang berbahasa Indonesia kami menjumpai bahwasanya kalimatnya sangat jelas bukan diajarkan tetapi diserahkan. Yang berasal dari kata salam ayu salimu atau dalam artian Islam yakni bentuk penyerahan kepada Allah subhanahu wa ta’ala.
Sebagaimana yang tertulis dalam surat rum ayat 17:
Tetapi puji syukur bagi Allah, karena walaupun dahulu Kamu adalah hamba-hamba dosa, ternyata sekarang, dengan kesungguhan hati, kamu sudah mengikuti ajaran yang ke dalamnya kamu telah diserahkan.
Ya apabila kita meninjau dari segi bahasa antara diserahkan dengan diajarkan adalah dua kata yang berbeda makna dan juga tulisannya.
Dapat kita ketahui dalam tulisan Arab yang diartikan bahwasanya dalam surat rum ayat 17 mengatakan hal yang semisal dengan diserahkan bukan diajarkan.
Bagi para pembaca juga bisa mengaksesnya dalam teks bahasa arabnya pada situs: https://www.copticchurch.net/bible/arabic/SVD/Romans/6
Dalam teks tersebut sangat jelas tulisannya yakni tasallam tumuha.
Kata تَسَلَّمْتُمُوهَا berasal dari bahasa Arab, yang secara harfiah terdiri dari kata dasar سَلَمَ (salam) yang berarti “selamat” atau “damai”. Kata ini termasuk dalam bentuk kata kerja تَسَلَّمَ (tassalam), yang berasal dari bentuk kata kerja تَفَعَّلَ yang menunjukkan tindakan yang dilakukan dengan cara tertentu.
Penjelasan tentang kata tersebut:
– تَسَلَّمْتُمُوهَا (tasallamtumūhā) berarti “kalian telah menerimanya” atau “kalian telah menyambutnya”. Kata ini digunakan untuk menyatakan bahwa sesuatu telah diterima atau diserahkan dengan cara yang damai atau dalam keadaan yang aman.
– Dalam konteks Islam, istilah سَلاَم sering kali berhubungan dengan perdamaian, keselamatan, atau penerimaan dengan penuh hormat dan tanpa permusuhan.
Maknanya, kalimat ini sering digunakan dalam konteks yang lebih luas dalam komunikasi sehari-hari atau dalam konteks teks Islam untuk menyatakan bahwa sesuatu telah diterima dengan aman, atau sebagai ungkapan penerimaan dalam hubungan antar individu atau kelompok. Misalnya, dalam konteks persahabatan atau saling memberi, ini bisa berarti bahwa seseorang telah menerima sesuatu yang diberikan kepadanya dalam keadaan aman dan damai.
Secara keseluruhan, penggunaan kata ini bisa dikaitkan dengan nilai-nilai Islam tentang kedamaian, saling menghargai, dan menerima pemberian atau perintah dengan penuh kerelaan.
Dari penjelasan yang sudah dipaparkan di atas, Islam sendiri sebagai agama juga berasal dari kata-kata tersebut سَلَمَ (salam), keselamatan, kepasrahan, dan penyerahan diri. Dan berbagai macam makna yang lainnya namun dalam hal ini ada yang berbeda dari apa yang disebutkan dalam arti bahasa Indonesia yang ditulis oleh lembaga Alkitab dengan apa yang disodorkan dalam situs tersebut. (https://alkitab.sabda.org/verse.php?book=Rm&chapter=6&verse=17).
Makna diajarkan dengan diserahkan adalah hal yang sangat berbeda maknanya. Padahal seperti penjabaran di atas bahwasanya kalimat yang penulis lebih tekankan yakni (tasallamtumūhā) berarti “kalian telah menerimanya” atau “kalian telah menyambutnya”, bukan bermakna diajarkan atau pula diserahkan jika menganut pada bahasa Arab yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia.
Asal kata yang sama ini semakna dengan Islam itu sendiri yakni menerima apa yang diturunkan Allah dan juga menyambutnya dengan sukacita. Tunduk dan patuh kepada apa yang Allah sudah tetapkan.
Kata Islam (الإسلام) berasal dari bahasa Arab yang memiliki akar kata سَلاَم (Salam), yang berarti “kedamaian”, “keselamatan”, atau “penyerahan diri”.
Penjelasan asal kata:
– Islam (الإسلام) dalam bahasa Arab berasal dari kata dasar سَلَمَ (salam) yang berarti “menyerahkan” atau “menyerah”. Kata ini berbentuk الإسلام dalam bentuk masdar (bentuk kata benda) yang berarti “penyerahan diri” atau “penyerahan total kepada Allah”.
– Salam (سَلاَم) juga berasal dari akar yang sama, yang bermakna “kedamaian” atau “keselamatan”, yang berarti bahwa Islam adalah agama yang mengajarkan kedamaian dan keselamatan bagi umatnya dengan cara menyerahkan diri sepenuhnya kepada kehendak Allah.
Makna Islam dalam konteks agama:
Secara keseluruhan, Islam adalah agama yang mengajarkan penyerahan diri kepada Allah dengan penuh kepasrahan, kedamaian, dan keselamatan, baik dalam aspek fisik maupun spiritual. Orang yang memeluk agama ini disebut Muslim (مسلم), yang berarti orang yang menyerahkan dirinya kepada Allah.
Jadi, dalam konteks agama Islam, makna Islam adalah penyerahan diri kepada Tuhan (Allah) dengan cara yang penuh ketundukan, kedamaian, dan keselamatan.
Itulah tadi apa yang bisa penulis sampaikan dari apa yang sudah penulis pikirkan dari makna-makna dan juga translate dari bahasa Arab ke bahasa Indonesia namun penjelasan mengenai diserahkan yang ada pada terjemahan dalam lembaga Alkitab Indonesia Jakarta 2000 adalah tepat bahwasanya ketika kita mengikuti ajaran yang di dalamnya yakni benar sesungguhnya dari Allah maka kita termasuk orang-orang yang menyerah pasrah, dan diyakini kita memang sebagai hamba yang bukan diserahkan oleh seseorang agar menyerah kepada Allah. Namun Kita sendirilah yang menyerah atas apa yang sudah kita lakukan sebagai umat manusia ini atas apa yang sudah Allah berikan kepada kita. Akhirnya kita menyerah dalam berbagai macam aspek karena kita tidak bisa membuat atau menciptakan sesuatu yang Allah sudah tetapkan seperti halnya sayap daripada lalat ataupun nyamuk yang sangat kecil kita tidak bisa menciptakan hanya bisa meniru dan tanpa bisa menghidupkan.
Maka dari itu dalam teks bahasa Indonesia yang dituliskan oleh para ahli dalam situs tersebut kiranya bukan diajarkan dalam makna berbahasa arabnya, lebih tepatnya adalah diserahkan seperti apa yang tertuang dalam lembaga Alkitab Indonesia Jakarta 2000 pada surat room pasal 6 ayat 17 halaman 733 sampai halaman 734.
Sehingga daripada hal itu membuktikan daripada uraian yang ditulis oleh penulis di atas bahwasanya penyerahan diri dalam bentuk penghambaan yang sebenarnya adalah dengan menyerahkan diri kita kepada Allah subhanahu wa ta’ala, tunduk patuh terhadap apa yang Allah perintahkan dan menjauhi segala apa yang dilarangNya. Dan daripada itu maka dalam surat rum ayat ke-17 ini dapat disimpulkan oleh penulis bahwasanya dalam Injil pun seseorang harus menjadi seorang muslim yakni seorang yang tunduk kepada aturan Allah, seorang yang berislam daripada apa-apa yang sudah Allah tentukan untuk menjadikan manusia itu sebagai makhluk yang sempurna di dunia ini. Jika keluar daripada itu maka pantaslah disebut sebagai kafir atau tertutup orang-orang yang tertutup orang-orang yang sesat Karena melakukan suatu tindakan tanpa dasar ilmu dalam seperti yang diterangkan dalam surat al-fatihah yang selalu kita baca. Kita harus menghindari mereka-mereka yang sesat dan juga mereka-mereka yang dimurkai oleh Allah subhanahu wa ta’ala dan terlebih lagi kita berdoa agar tidak termasuk ke dalam keduanya karena kita yakin bahwa Islam adalah yang benar dan memang sesuai dengan syariat yang Allah sudah tentukan di alam dunia ini.
Semoga tulisan singkat ini dapat memberikan secercah pencerahan kepada kita semuanya bahwasanya dalam kitab Injil pun telah disebutkan bahwasanya bentuk penyerahan penghambaan yakni dengan cara Islam yakni menyerah kepada Allah subhanahu wa ta’ala.
Hadanallah wa iyyakum
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Surabaya 30 November 2024 jam 09.22 di kediaman Ustadz Menachem Ali.
Alhamdulillah bisa menempati rumah beliau untuk membaca beraneka macam kitab yang bertebaran. Untuk menambah keimanan dan keyakinan kita terhadap Islam

