Kisah Islami

Meneladani Sahabat Bilal dalam Istiqomah Berwudhu

ٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ إِذَا قُمۡتُمۡ إِلَى ٱلصَّلَوٰةِ فَٱغۡسِلُواْ وُجُوهَكُمۡ وَأَيۡدِيَكُمۡ إِلَى ٱلۡمَرَافِقِ وَٱمۡسَحُواْ بِرُءُوسِكُمۡ وَأَرۡجُلَكُمۡ إِلَى ٱلۡكَعۡبَيۡنِ ۚ وَإِن كُنتُمۡ جُنُبٗا فَٱطَّهَّرُواْ ۚ وَإِن كُنتُم مَّرۡضَىٰٓ أَوۡ عَلَىٰ سَفَرٍ أَوۡ جَآءَ أَحَدٞ مِّنكُم مِّنَ ٱلۡغَآئِطِ أَوۡ لَٰمَسۡتُمُ ٱلنِّسَآءَ فَلَمۡ تَجِدُواْ مَآءٗ فَتَيَمَّمُواْ صَعِيدٗا طَيِّبٗا فَٱمۡسَحُواْ بِوُجُوهِكُمۡ وَأَيۡدِيكُم مِّنۡهُ ۚ مَا يُرِيدُ ٱللَّهُ لِيَجۡعَلَ عَلَيۡكُم مِّنۡ حَرَجٖ وَلَٰكِن يُرِيدُ لِيُطَهِّرَكُمۡ وَلِيُتِمَّ نِعۡمَتَهُۥ عَلَيۡكُمۡ لَعَلَّكُمۡ تَشۡكُرُونَ

yā ayyuhallażīna āmanū iżā qumtum ilaṣ-ṣalāti fagsilū wujūhakum wa aidiyakum ilal-marāfiqi wamsaḥū biru’ūsikum wa arjulakum ilal-ka‘baīn, wa in kuntum junuban faṭṭahharū, wa in kuntum marḍā au ‘alā safarin au jā’a aḥadum minkum minal-gā’iṭi au lāmastumun-nisā’a fa lam tajidū mā’an fa tayammamū ṣa‘īdan ṭayyiban famsaḥū biwujūhikum wa aidīkum minh, mā yurīdullāhu liyaj‘ala ‘alaikum min ḥarajiw wa lākiy yurīdu liyuṭahhirakum wa liyutimma ni‘matahū ‘alaikum la‘allakum tasykurūn

Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai ke kedua mata kaki, dan jika kamu junub, maka mandilah, dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan tanah yang baik (bersih); usaplah wajahmu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, agar kamu bersyukur.

Q.S Al-Ma’idah [5] : 6

Dalam surat tersebut Allah menyampaikan bahwasanya sebagai manusia kita harus menjaga wudhu kita karena dengan wudhu tersebut kita sejatinya dapat membersihkan diri kita dari berbagai macam dosa dan juga membersihkan diri kita di berbagai macam kotoran-kotoran menempel pada diri kita masing-masing. Kita tidak mengetahui dalam setiap aktivitas yang kita lakukan setiap harinya terdapat hal-hal yang tidak kita ketahui di luar sana ketika debu-debu menempel, ketika banyak polusi-polusi yang menempel dalam diri kita, baik di area muka, di area tangan, di area kepala, dan juga di area kaki kita. Kita tidak tahu ada hal-hal yang kiranya tidak dapat melihatnya sehingga dengan wudhu tersebut kita sejatinya membersihkan diri kita dari berbagai macam penyakit yang timbul karena melakukan aktivitas di luar rumah. 

Sahabat Bilal adalah salah seorang yang selalu istiqomah dalam menjalankan wudhu, dia tidak hanya melakukan wudhu pada saat untuk ibadah kepada Allah Subhanahu Wa ta’ala saja, namun dalam aktivitas kesehariannya dia ketika batal wudhunya maka dia akan selalu berwudhu kembali. Beliau sejatinya adalah ingin dalam kehidupannya dalam ibadah kepada Allah Subhanahu Wa ta’ala dalam keadaan bersih dan dalam keadaan suci juga indah. Dan juga pada sahabat Bilal mengisyaratkan kepada kita semuanya, bahwasanya dia ingin bersih dan juga sehat secara kondisi fisiknya karena selalu dibasahi oleh aliran air wudhu. Sejatinya apa yang dilakukan sahabat Bilal ini menjadikan kita termotivasi untuk terus melakukan ibadah dengan cara berwudhu di waktu-waktu yang Allah sudah tentukan ataupun waktu-waktu yang Allah tidak tentukan. Ketika kita ingin melakukan salat, kita juga diwajibkan untuk berwudhu maka wudhu tersebut menjadi sebuah kewajiban yang harus dilakukan sebelum melakukan salat, dan juga ibadah lainnya seperti membaca Alquran maka sebelum membaca Alquran kita juga diwajibkan untuk melakukan wudhu untuk menjaga kebersihan diri kita dari hadas kecil. Daripada hal itu ketika kita tidak berada dalam posisi ibadah untuk melakukan suatu kegiatan untuk beribadah kepada Allah seperti salat dan juga membaca Alquran maka dengan wudhu tersebut kita sejatinya memaksakan diri kita untuk selalu tampil dalam kondisi sehat dan bersih di hadapan Allah Subhanahu Wa ta’ala. 

Kita memaksakan bahwasanya diri kita ingin terlihat bersih di hadapan Allah dan juga manusia walaupun dimata manusia yang sejatinya tidak ada apa-apanya kita harus tetap mengingatkan bahwasanya Allah melihat kita dalam keadaan yang bersih dan indah. Apabila kita terlihat bersih di mata manusia maka sejatinya itu adalah tambahan karena Allah sudah memberikan anugerah berupa mensyariat kepada kita untuk membasuh area-area yang sudah ditentukan oleh Allah ketika berwudhu. Dari area-area wudhu tersebut, manusia-manusia di zaman sekarang dapat memberikan penghasilan dan juga rezeki yang datang daripadanya. Daripada apa yang ada dalam wajah berbagai macam hal yang dapat kita lakukan dengan wajah tersebut seperti membersihkan dengan alat-alat yang sudah sangat modern yang kita bisa akses dengan mudah, membersihkan area wajah, baik mata, hidung, mulut, jambang, dan juga jenggot. Padahal yang demikian itu terdapat berbagai macam alat yang dapat membersihkan area-area yang terdapat dalam area wajah tersebut yang bisa diproduksi secara massal oleh orang sehingga menjadikan dari area tersebut rezeki yang berputar di muka bumi ini. 

Begitu pula di area tangan, berbagai macam hal yang dapat kita temui baik sunblock dan juga alat pembersih tangan lain yang dapat kita temui sekarang ini adalah sebuah hal yang sejatinya menjadikan manusia dapat berpikir untuk bisa mengelola hal-hal yang dapat dibersihkan di area tangan sehingga menjadikan pintu-pintu rezeki untuk mereka semua. Pada area rambut bermacam-macam shampo yang dapat kita jumpai dan juga kita pakai di berbagai belahan dunia lainnya dengan sampo tersebut rambut kita menjadi lebih wangi Dan juga bersih. Di area telinga yang merupakan sunnah seperti halnya berkumur dan juga memasukkan air dalam hidung dapat kita jumpai pula alat-alat yang bisa membersihkan area telinga, sehingga daripada itu banyak sekali kita jumpai alat kebersihan yang dapat dijadikan sumber penghasilan bagi manusia. Dan yang terakhir adalah kaki dari kaki tersebut berbagai macam hal yang dapat kita jumpai untuk membersihkan kaki dari berbagai macam hal seperti alat pemotong kaki dan juga alat pencuci kaki dan lain sebagainya menjadikan rezeki bagi setiap manusia. 

Dari hal-hal tersebut secara kebersihan kita dapat membeli berbagai macam aneka macam sabun, aneka macam alat pembersih, dan lain sebagainya untuk membersihkan area-area wudhu tersebut yang sebagaimana Allah telah syariatkan. Maka daripada itu dengan menjual ataupun membeli berbagai macam alat kebersihan tersebut diri kita menjadi lebih bersih, lebih terlihat rapi, lebih wangi, dan juga nampak lebih indah di hadapan Allah subhanahu wa ta’ala dan bonusnya di hadapan manusia. Tidak hanya dari segi kebersihan saja ataupun para produsen-produsen alat kebersihan yang dapat cipratan rezeqi dari tubuh kita dalam area wudhu tersebut tapi juga berbagai macam dokter yang melakukan tindakan medis di area-area wudhu, menjadikan dirinya pintar dan juga mendapatkan rezeki daripada hal tersebut. 

Karena sejatinya ketika kebersihan itu ada, maka adanya kesehatan dari segi dokter menjadi sebuah kebutuhan yang diinginkan oleh setiap manusia untuk menjaga kebersihan di area yang Allah sudah sebutkan. Daripadanya pula pabrik-pabrik dan juga alat-alat kebersihan mendapatkan keuntungan dan mendapatkan rezeki daripadanya. Padahal hanya daripada anggota wudhu kita dapat mengetahui berbagai macam jenis kesehatan daripada kalangan kedokteran dan juga berbagai macam sabun yang di produksi perusahaan dari segi bisnis yang dapat membersihkan dan menyehatkan angggota badan pada area wudhu tersebut. 

Seharusnya dapat menjadi pelajaran bagi kita semuanya apa saja yang dibasuh daripada bagian-bagian Allah sudah tentukan, sejatinya pada bagian-bagian tersebut mungkin secara syariat dan pastinya ada terdapat dosa-dosa yang kita lakukan secara sengaja dan juga tidak sengaja ketika kita menggunakan fasilitas dalam bentuk area wudhu yang Allah sudah tetapkan. Dari area wajah mungkin saja di situ ada mata kita yang memandang hal yang tidak Allah inginkan, hidung yang menghirup dari hal-hal yang Allah haramkan, mulut yang selalu menggunjing dan berkata dusta kepada sesama manusianya, tangan yang mungkin mengambil hak orang lain, area rambut yang didalamnya ada akal pikiran yang selalu berbuat ingin menjatuhkan orang lain ataupun berpikiran negatif kepada Allah dan juga sesama manusia, di area telinga yang ingin mendengarkan hal-hal buruk dan juga hal-hal yang menimbulkan syahwat, dan juga kaki yang terkadang mungkin menapaki tempat-tempat yang Allah larang dan Allah tidak ingin kita datang ke tempat tersebut namun kita memaksakan untuk datang. Dan berbagai macam jenis kemaksiatan dan juga pelanggaran yang dapat sejatinya kita lakukan pada area-area yang Allah ingin bersih daripadanya. Maka daripada itu area-area yang Allah sudah sebutkan untuk kita berwudhu sejatinya untuk membersihkan dan menggugurkan dari dosa-dosa yang kita lakukan selama kita beraktivitas. Dan bonusnya adalah semua anggota area tersebut menjadikan diri kita tampak bersih dan indah sebagai manusia. 

Itulah membedakan kita dengan binatang apabila kita tidak menjaga kebersihan kita di area-area yang sudah ditentukan maka Apakah kita bisa dan layak disandingkan dengan binatang?. Mari kita jawab masing-masing sesuai dengan apa yang kita sudah lakukan. Dengan berwudu tersebut Allah sejatinya menjaga diri kita dari hal-hal yang menimbulkan dosa dan juga membersihkan diri kita akan kotoran-kotoran menempel pada anggota tubuh tersebut. Dengan berwudhu kita akan menjadi orang yang lebih sehat dan lebih baik. 

Maka dari itu sahabat bilal ingin melakukan wudhu di setiap aktivitasnya menjadikan dirinya manusia terbaik dihadapan Allah subhanahu wa ta’ala dan disabdakan kepadanya oleh Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bahwa sandalnya ataupun terompahnya sudah terdengar di dalam surga. Apakah kita mau termasuk dalam golongan sahabat Bilal? Yang selalu menjaga secara Istiqomah wudhu?. semua itu tergantung pada diri kita masing-masing. Apakah kita bisa berwudhu secara istoqomah untuk melakukan ibadah kepada Allah Subhanahu wa ta’ala dan juga kegiatan aktivitas lainnya dalam kehidupan sehari-hari kita? . Maka daripada itu penulis ingin menyampaikan seruan untuk bisa melakukan kegiatan berwudhu dalam kondisi saat ingin beribadah kepada Allah dan dalam kondisi apapun kita terus menjaga wudhu kita. 

Barangkali ketika kita sudah melakukan wudhu itu merupakan wudhu kita yang terakhir, ataupun pula pada saat kita wudhu kita masih terjaga dalam kondisi suci, sehingga kita mati dalam keadaan bersih dan suci.  Dalam hal lainya bisa jadi kita dalam berwudhu tersebut kita menunggu wudhu untuk bisa menunggi wudhu yang berikutnya karena kita selalu menjaga, sehingga kita termasuk dalam golongan orang-orang yang menjaga kesucian kita, menjaga kehormatan kita, menjaga iman kita, menjaga akhlak kita, juga menjaga kebersihan kita daripada kotoran-kotoran menempel dalam tubuh kita. 

Semoga apa yang sudah disyariatkan oleh Allah Subhanahu Wa ta’ala yang disampaikan kepada Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam yang dilaksanakan dengan Istiqomah oleh sahabat Bilal menjadikan diri kita juga meneladani beliau untuk bisa menjaga wudhu kita di setiap saat dan setiap waktu dalam kondisi apapun kita dapat menjaga wudhu kita. Sehingga kita menjadi orang-orang yang sehat dan bersih dan juga menjadi orang-orang yang selalu istiqomah dalam menjalankan perintah Allah Subhanahu Wa ta’ala. Dari satu hal wudhu ini berbagai macam manfaat yang dapat dirasakan oleh umat manusia dan juga pada diri kita sendiri, didalamnya terdapat berbagai macam rezeki yang dapat diambil daripadanya dan juga kita mendapatkan kesehatan, ketika kita istiqomah dalam melakukan syarat ini maka kita harus yakin Allah akan menjaga kita dari berbagai macam kotoran dan dosa. 

Semua tulisan yang disampaikan oleh penulis sejatinya untuk memacu kita semuanya untuk selalu beribadah kepada Allah ikhlas dalam beramal dan berbuat. Melakukan ibadah yang sudah Allah tentukan yang sejatinya semuanya adalah kebaikan untuk diri kita masing-masing, dan juga memberikan gambaran kepada kita semuanya bahwasanya apabila kita mengistiqomahkan satu amalan dalam bentuk ibadah kepada Allah Subhanahu Wa ta’ala semoga itu tercatat sebagai amal baik kita yang dapat mengantarkan kita ke surganNya. dan supaya Allah subhanahu wa ta’ala ridho dan masuk kedalam surga atas izinNya.

Hadanalllah wa iyyakum

Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh 

Blitar, 16 Desember 2024, jam 9.38

Alhamdulillah bisa melakukan aktivitas lagi di kota ini dengan berbagai macam. Aktivitas. Insha Allah papa pulang dari Jogja nanti Malam ke malang dan dilanjutkan ke Blitar. Semoga Allah memberikan kemudahan. Semoga Allah mengistiqomahkan kita semua dalam berbagai macam ibadah kepada Allah.  Lakukan dari hal yang kecil, lakukan dari diri sendiri dan lakukan dari sekarang.

Silahkan bagikan di :