Kisah Islami

Semua dari diri sendiri

Beliau bekerja di salah satu pabrik rokok yang terkemuka di kota Malang. Hari itu kami bersama-sama makan di sebuah tempat yang menjadi perkumpulan semua orang yang sedang makan gratis, yang didukung oleh salah satu LSM yang bernama Azzahra, perkumpulan orang-orang yang ingin memberikan kontribusi bagi seluruh masyarakat luas tanpa memandang suku, ras, dan agama. Ya, di hari itu kami sedang makan gratis dengan support teman-teman LSM tersebut.

Banyak dari orang-orang yang sedang makan pagi hari itu adalah teman-teman dari ojek online, pekerja kantoran, dan berbagai masyarakat lainnya yang menikmati makanan gratis tersebut. Saat itu kami menuju kepada seseorang yang sedang makan. Dia duduk sendirian, lalu kami hampiri dan bertanya seputar umum, menanyakan kabar, menanyakan pekerjaan, dan lain sebagainya. Namun, saat itu ada obrolan yang sedang kami obrolkan. Beliau mengatakan bahwasanya beliau adalah seorang mualaf di tahun 2020, dan saya pun mengatakan bahwasanya saya juga sebagai anggota di lembaga Yayasan Pembina Mualaf At-Tauhid di Surabaya, lembaga yang memang sangat konsen dengan kemualafan.

Dari situ beliau banyak bercerita bahwasanya hal-hal yang beliau alami semenjak menjadi seorang Katolik yang sangat patuh hingga mendapatkan hidayah merupakan perjalanan yang Allah tunjukkan dengan cara yang baik dan benar. Perjalanan tersebut dimulai ketika memiliki sebuah gundah gulana dalam hati bahwasanya apa yang sedang dilakukan seringkali tidak sesuai dengan apa yang terjadi. Permasalahan demi permasalahan kehidupan juga sering berganti. Namun, ketika menjadi seorang Katolik belum menemukan bagaimana cara mengkomunikasikan kepada siapa hati ini harus berlabuh. Namun, saat menjadi Islam pun permasalahan sebagai manusia pada umumnya juga sering berganti. Namun, saat ini beliau merasa lebih tenang dengan keislamannya.

Beliau berkata bahwasanya semua tindakan yang kita lakukan dan apa yang terjadi di luar daripada apa yang kita tidak prediksikan, baik dari orang lain, baik dari pekerjaan, dan juga hal-hal yang lainnya yang kita rasakan ketika kita berkehidupan, merupakan cerminan dari apa yang terjadi dalam diri kita. Jadi, ketika setiap masalah itu muncul dan kita sedang menghadapinya, sejatinya masalah itu adalah dari apa yang sudah kita perbuat, tanpa harus kita menyalahkan dan mengkambinghitamkan pihak-pihak yang kiranya menjadi pokok permasalahan dalam kehidupan kita.

Sejatinya yang harus dilihat adalah diri kita, karena semua permasalahan yang terjadi dalam diri kita saat menjalani kehidupan sejatinya adalah dari apa yang sedang kita perbuat. Dan itu adalah manifestasi ataupun refleksi dan cerminan dari apa yang kita kerjakan. Maka dari itu, perbaikilah diri kita masing-masing. Ketika kita dalam keadaan susah maupun lapang, teruslah kita berusaha untuk memperbaiki diri dan menjaga diri dari hal-hal yang Allah larang, dan juga terus memperkuat diri agar terus meningkatkan hal-hal yang diperintahkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Maka dari itu, dari apa yang dikatakan oleh Pak Frans yang mengatakan bahwasanya semua yang terjadi adalah cerminan diri, adalah sebuah hal yang dapat kami petik dan kami ambil saat kami sedang makan pagi kala itu. Menjadi hal yang sangat penting bagi kehidupan kita semuanya, baik dari diri kami maupun para pembaca semuanya, bahwasanya semua yang terjadi adalah karena diri kita sendiri. Maka dari itu, kita harus memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala agar terus mendapatkan bimbingan dan arahan Allah untuk agar kita bisa menjalankan kehidupan ini sesuai dengan apa yang sudah ditetapkannya.

Hadanallah wa iyyakum.
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Silahkan bagikan di :