Ratu Balqis dan Ratu Sheba: Satu Sosok yang Sama dalam Tiga Tradisi Agama Abrahamik
Oleh: Ustaz Menahim Ali (disarikan dari siaran live channel Ed Prayno Al Official & Graha Mualaf, Malam Jumat)
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Setiap kali membahas kisah Nabi Sulaiman ‘alaihissalam, hampir pasti muncul satu tokoh wanita agung yang sangat fenomenal: seorang ratu cantik, berkuasa, cerdas, dan penuh hikmah yang datang dari negeri yang sangat jauh hanya untuk menguji dan akhirnya mengagumi hikmat Sulaiman.
Di dalam Al-Qur’an ia disebut “seorang wanita yang memerintah kaumnya” (QS. an-Naml: 23) dan dalam tradisi tafsir Islam populer dengan nama Ratu Balqis.
Di dalam Alkitab (Perjanjian Lama ia disebut Ratu Sheba (1 Raja-raja 10:1-13; 2 Tawarikh 9:1-12).
Di dalam Perjanjian Baru ia disebut Ratu dari Selatan (Matius 12:42; Lukas 11:31).
Apakah ini tiga sosok berbeda ataukah satu sosok yang sama dengan penyebutan berbeda?
Jawabannya: satu sosok yang sama. Berikut penjelasan lengkapnya secara historis, linguistik, arkeologis, dan nasab.
1. Nama yang Sebenarnya: Balqis (بَلْقِيْس)
- Nama “Balqis” tidak disebut secara literal di dalam Al-Qur’an, tetapi menjadi pengetahuan umum dalam kitab-kitab tafsir klasik (Thabari, Ibnu Katsir, dll).
- Dalam bahasa Sabean kuno (bahasa kerajaan Saba’) dan bahasa Amharik/Ge’ez (Ethiopia kuno), ratu disebut Nigist atau Nigis (bentuk feminin dari Negus/Negusha = raja).
Maka: Nigis Balqis = Ratu Balqis. - Arti harfiah “Balqis” dalam rumpun bahasa Semit Selatan: cantik, indah, penuh hikmah (akar yang sama dengan Ibrani חָכְמָה “ḥokhmah” = hikmah).
- Jadi “Ratu Balqis” bukan gelar mengada-ada, melainkan nama asli yang masih hidup dalam tradisi lisan dan tulisan Ethiopia serta Yaman hingga kini.
2. Sheba / Saba / Saba’ bukan nama orang, melainkan nama suku dan kerajaan
- Sheba (Ibrani), Saba (Arab), Sabaei/Sabai (Latin/Yunani) adalah nama kerajaan kuno di Yaman Selatan (sekarang wilayah Ma’rib, Yaman) yang ibukotanya Marib (dikenal dengan Bendungan Ma’rib yang termasyhur).
- Bukti arkeologis:
- Peta Claudius Ptolemy (abad ke-2 M) mencantumkan “Maraba Metropolis” (Marib) dan “Sabaei.
- Ribuan inskripsi bahasa Sabean ditemukan di Yaman dengan tulisan yang sangat mirip dengan bahasa Ge’ez Ethiopia.
- Kerajaan Saba’ mencapai puncak kejayaan sekitar abad ke-10 SM, tepat sezaman dengan masa Nabi Sulaiman (sekitar 970–931 SM).
3. Nasab Ratu Balqis: Keturunan Nabi Ibrahim dari Keturah
Alkitab dengan sangat jelas mencatat:
“Abraham mengambil pula seorang istri, namanya Ketura. Perempuan itu melahirkan baginya Zimran, Yoksan, Medan, Midian, Isybak dan Suah. Yoksan memperanakkan Sheba dan Dedan.” (Kejadian 25:1–3)
Baik Alkitab Katolik maupun Ortodoks mencatat dalam catatan kakinya:
“Orang Sheba” yang datang menemui Salomo (1 Raja-raja 10) adalah keturunan Abraham melalui Keturah.
Artinya:
- Nabi Sulaiman keturunan Ibrahim dari Sarah → Ishak → Ya’qub → … → Daud → Sulaiman.
- Ratu Balqis keturunan Ibrahim dari Keturah → Yoksan → Sheba.
→ Mereka masih saudara sepupu jauh, satu moyang: Nabi Ibrahim ‘alaihissalam.
4. Bukti Perjalanan Jarak Jauh yang Masuk Akal Secara Historis
- Jarak dari Ma’rib (Yaman) ke Yerusalem sekitar 2.500–3.000 km jika melalui jalur darat kafilah unta (sekitar 3–4 bulan perjalanan pulang-pergi).
- Alkitab menyebutnya “dari ujung bumi” (Matius 12:42) karena bagi orang Palestina, Yaman memang “ujung dunia” yang dikenal.
- Ratu datang membawa rombongan besar dengan rempah-rempah, emas, dan batu permata, sesuai kekayaan kerajaan Saba’ yang menguasai perdagangan kemenyan (frankincense) dan mur dunia kuno.
5. Mengapa Ada Yahudi Kulit Hitam di Ethiopia (Beta Israel / Falasha)?
Tradisi Yahudi Ethiopia dan banyak sejarawan menyakini bahwa mereka adalah keturunan dari perkawinan Nabi Sulaiman dengan Ratu Sheba/Balqis.
Ketika kerajaan Saba’ mengalami kemunduran (bendungan Ma’rib jebol sekitar abad ke-6 M), banyak migrasi ke Tanduk Afrika (Ethiopia/Eritrea). Hingga kini masih ada komunitas Yahudi Falasha yang kulitnya hitam tetapi tetap menjalankan Taurat dan mengaku keturunan Sulaiman.
6. Membantah Teori “Ratu Sheba = Ratu di Pulau Jawa”
Beberapa pihak pernah mengaitkan Wonosobo (“Wono Sheba”), Sleman (“Sulaiman”), dan Ratu Boko sebagai bukti bahwa kisah ini terjadi di Jawa.
Ini tidak memiliki dasar ilmiah karena:
- Peta Claudius Ptolemy (abad ke-2 M) sudah mencatat Saba di Yaman Selatan.
- Inskripsi Sabean beribu-ribu ditemukan di Yaman, tidak ada satu pun di Jawa.
- Nama-nama tempat di Jawa tersebut baru muncul berabad-abad kemudian dan tidak ada kaitan linguistik dengan bahasa Semit.
Kesimpulan
- Ratu Balqis (Islam) = Ratu Sheba (Alkitab Ibrani) = Ratu dari Selatan (Injil) → satu sosok yang sama.
- Nama aslinya Balqis (dari bahasa Sabean-Amharik: Nigis Balqis = Ratu Hikmah/Cantik).
- Ia berkuasa atas kerajaan Saba’ (Yaman Selatan), bukan nama pribadi.
- Ia masih **keturunan Nabi Ibrahim dari jalur Keturah, sehingga pertemuan dengan Sulaiman adalah “ reuni keluarga besar keturunan Ibrahim”.
- Kisah ini menjadi bukti nyata bahwa wilayah kekuasaan dan pengaruh keturunan Nabi Ibrahim ‘alaihissalam sangat luas, dari Palestina hingga Yaman dan Ethiopia.
Semoga tulisan ringkas ini menambah keyakinan kita bahwa Al-Qur’an, Taurat, dan Injil, meski berbeda redaksi, pada hakikatnya menceritakan sejarah yang sama tentang para nabi dan tokoh-tokoh besar keturunan Nabi Ibrahim ‘alaihissalam.
Wallahu a’lam bish-shawab.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

