Mengejutkan!! Kitab Taurat & Injil Asli Masih Ada dan Mirip Al-Qur’an? – Penjelasan Prof. Menachem Ali
Sebuah video yang kembali viral di kalangan pencinta sejarah agama: “Kitab Taurat & Injil Asli Masih Ada dan Sama dengan Al-Qur’an” (diunggah oleh channel Menachem Ali Official pada 12 Mei 2024, durasi 23 menit). Dalam video ini, Prof. Dr. Menachem Ali – mantan rabbi Yahudi, ahli bahasa Semitik, dan dosen filologi di Universitas Airlangga – membeberkan temuan-temuan luar biasa dari manuskrip-manuskrip kuno yang jarang diketahui publik luas. Ia menegaskan bahwa Taurat dan Injil asli (yang dibawa Nabi Musa AS dan Nabi Isa AS) masih ada jejaknya hingga hari ini, dan isinya sangat selaras dengan Al-Qur’an, bukan seperti Alkitab yang beredar sekarang.
1. Manuskrip Qumran (Dead Sea Scrolls) – Taurat Asli dari Masa Nabi Isa AS
Prof. Menachem Ali menunjukkan gulungan laut mati (Dead Sea Scrolls) yang ditemukan tahun 1947–1956 di gua-gua Qumran, Palestina. Di antara 900+ manuskrip itu, terdapat salinan Kitab Yesaya (Isaiah Scroll) yang hampir lengkap, berusia sekitar 150–100 SM – berarti lebih tua 300 tahun dari manuskrip Ibrani lengkap yang ada sekarang (Codex Leningrad, 1008 M).
Yang mengejutkan, ketika Prof. Ali membandingkan teks Yesaya dalam aksara Ibrani kuno dengan Al-Qur’an, terdapat keselarasan luar biasa:
Ibrani (Yesaya 42:1–4)
הֵן עַבְדִּי אַתְמָךְ־בּוֹ בְּחִירִי רָצְתָה נַפְשִׁי נָתַתִּי רוּחִי עָלָיו מִשְׁפָּט לַגּוֹיִם יוֹצִיא
Hēn ‘aḇdî ’etmāḵ-bô bəḥîrî rāṣəṯâ nafšî nāṯattî rûḥî ‘ālāyw mišpāṭ laggôyim yôṣî’.
Artinya: “Lihatlah hamba-Ku yang Kupegang, orang pilihan-Ku yang berkenan kepada jiwa-Ku; Aku telah menaruh Roh-Ku ke atasnya, ia akan menyampaikan hukum kepada bangsa-bangsa…”
Prof. Ali menyambungkannya langsung dengan Al-Qur’an:
Arabic (QS. An-Najm [53]:2–6)
مَا ضَلَّ صَاحِبُكُمْ وَمَا غَوَىٰ ۚ وَمَا يَنطِقُ عَنِ الْهَوَىٰ ۚ إِنْ هُوَ إِلَّا وَحْيٌ يُوحَىٰ ۚ عَلَّمَهُ شَدِيدُ الْقُوَىٰ
Mā ḍalla ṣāḥibukum wa-mā ghawā, wa-mā yanṭiqu ‘ani l-hawā, in huwa illā waḥyun yūḥā…
Dan ayat yang lebih terkenal:
QS. Al-Anbiya [21]:107
وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِّلْعَالَمِينَ
Wa mā arsalnāka illā raḥmatan lil-‘ālamīn.
Menurut Prof. Ali, “Hamba yang dipilih” dalam Yesaya 42 secara tradisi Yahudi dan Kristen diartikan Mesias, namun teks aslinya tidak menyebut nama Yesus. Justru ciri-cirinya (tidak berteriak di pasar, tidak mematahkan buluh yang terkulai, membawa hukum baru bagi bangsa-bangsa) sangat cocok dengan Nabi Muhammad SAW. Ia bahkan membaca tafsir rabbi klasik seperti Rashi dan Ibn Ezra yang mengakui bahwa ayat ini merujuk pada seorang nabi dari keturunan Ismail!
2. Codex Sinaiticus & Codex Vaticanus – Injil Asli Tanpa Trinitas & Penyaliban
Prof. Ali kemudian menyorot dua manuskrip Injil tertua di dunia (abad ke-4 M):
- Codex Sinaiticus (ditemukan di Biara St. Catherine, Sinai)
- Codex Vaticanus (disimpan di Vatikan)
Keduanya tidak mengandung ayat-ayat Trinitas yang jelas seperti yang ada di Alkitab modern (1 Yohanes 5:7 – “Karena ada tiga yang bersaksi di sorga…”). Ayat itu baru ditambahkan pada abad ke-16! Begitu pula akhir Injil Markus 16:9–20 (kebangkitan Yesus muncul kepada murid-murid) tidak ada di kedua codex ini. Artinya, Injil asli yang paling dekat dengan masa Nabi Isa tidak mengandung doktrin yang bertentangan dengan Al-Qur’an.
Prof. Ali membacakan kutipan Injil Barnabas (meski bukan kanon, manuskripnya ada sejak abad ke-14 dalam bahasa Italia kuno) yang menyebut:
“Gesù confessò e disse la verità: Io non sono il Messia… Verrà dopo di me il Messaggero di Dio, il Splendore del popolo santo, il suo nome sarà ammirabile (Ahmad).”
Itu persis sesuai QS. Ash-Shaff [61]:6:
وَإِذْ قَالَ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ يَا بَنِي إِسْرَائِيلَ إِنِّي رَسُولُ اللَّهِ إِلَيْكُم مُّصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيَّ مِنَ التَّوْرَاةِ وَمُبَشِّرًا بِرَسُولٍ يَأْتِي مِن بَعْدِي اسْمُهُ أَحْمَدُ
Wa iż qāla ‘Īsā ibnu Maryama yā banī Isrā’īla innī rasūlullāhi ilaykum muṣaddiqan limā bayna yadayya mina t-tawrāti wa-mubashshiran bi-rasūlin ya’tī min ba‘dī smuhu Aḥmad.
3. Kesimpulan Prof. Menachem Ali yang Menggetarkan
“Dua kitab suci yang asli – Taurat dan Injil yang dibawa Musa dan Isa – masih ada bukti fisiknya sampai hari ini. Dan isinya selaras dengan Al-Qur’an, bukan dengan Bible yang sekarang. Al-Qur’an datang untuk memurnikan kembali (تَصْدِيقٌ وتَحْفِيظٌ), bukan menghapus.”
Beliau menutup dengan ayat:
قُلْ يَا أَهْلَ الْكِتَابِ تَعَالَوْا إِلَىٰ كَلِمَةٍ سَوَاءٍ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ
Qul yā ahla l-kitābi ta‘ālaw ilā kalimatin sawā’in baynanā wa-baynakum…
(QS. Ali Imran [3]:64)
“Marilah kepada kalimat yang sama antara kami dan kalian…”
Video ini (https://youtu.be/_Dcr6twHqLc) sudah ditonton lebih dari 1,2 juta kali dan menjadi rujukan banyak mualaf serta peneliti perbandingan agama. Bagi yang ingin melihat bukti langsung dari teks Ibrani dan Yunani kuno, video ini adalah harta karun yang wajib ditonton.
Semoga kita termasuk hamba-hamba-Nya yang mau membuka mata dan hati untuk mengenali kebenaran yang satu.

