Keaslian Al-Qur’an: Membantah Tuduhan Arthur Jeffery tentang Mushaf Ibnu Mas’ud dan Perbandingan dengan Varian Alkitab
Pendahuluan
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Dalam kajian malam Jumat di channel Edi Pritno Menim Ali Official dan Graha Mualaf, pembahasan kali ini menyoroti tuduhan bahwa Al-Qur’an tidak asli, khususnya klaim bahwa mushaf Ibnu Mas’ud tidak mencakup Surah Al-Falaq dan An-Nas. Tuduhan ini sering dikaitkan dengan Arthur Jeffery, seorang orientalis Barat, yang merujuk pada kitab Al-Masahif karya Abu Daud. Kajian ini membuktikan bahwa klaim tersebut berdasarkan hadis lemah dan tidak didukung bukti manuskrip, sementara varian dalam Al-Qur’an hanyalah perbedaan lafaz (qira’at) yang diajarkan Rasulullah SAW, tanpa mengubah makna atau jumlah kata.
Perbandingan dengan Alkitab menunjukkan varian yang lebih signifikan, seperti penambahan ayat di Injil Markus 16:9-20 atau perbedaan kata di Matius 19:29. Jumlah kata dalam Al-Qur’an konsisten sekitar 77,934-78,364 kata, sementara Perjanjian Baru Yunani memiliki sekitar 138,000-141,000 kata dengan 400,000-750,000 varian. Kajian ini mengajak Muslim dan non-Muslim memahami perbedaan secara akademik untuk memperkuat iman.
Tuduhan Arthur Jeffery dan Keaslian Mushaf Ibnu Mas’ud
Arthur Jeffery mengklaim bahwa mushaf Ibnu Mas’ud tidak menyertakan Surah Al-Fatihah, Al-Falaq, dan An-Nas, menyiratkan bahwa Al-Qur’an telah berubah. Namun, klaim ini berdasarkan hadis lemah dari segi sanad dan tidak didukung manuskrip otentik. Jeffery gagal membuktikan pernyataan langsung dari Ibnu Mas’ud yang menolak teks Utsmani.
Mushaf Ibnu Mas’ud sebenarnya selaras dengan mushaf Utsmani, dengan varian hanya pada lafaz (qira’at), bukan substansi. Semua cetakan Al-Qur’an hari ini memiliki 114 surah, 30 juz, dan jumlah kata konsisten sekitar 78,364. Surah Al-Falaq dan An-Nas ada dalam riwayat Ibnu Mas’ud, riwayat Warsy, dan Hafs.
Teks Arab (QS. Al-Falaq: 1-5): قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ وَمِنْ شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ
Artinya (Terjemahan Kemenag RI): “Katakanlah: ‘Aku berlindung kepada Tuhan Yang Menguasai subuh, dari kejahatan makhluk-Nya, dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul, dan dari kejahatan pendengki bila ia dengki.'”
Teks Arab (QS. An-Nas: 1-6): قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ مَلِكِ النَّاسِ إِلَٰهِ النَّاسِ مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ
Artinya (Terjemahan Kemenag RI): “Katakanlah: ‘Aku berlindung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia. Raja manusia. Sembahan manusia. Dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari (golongan) jin dan manusia.'”
Varian seperti ini adalah tujuh qira’at yang diajarkan Rasulullah SAW, memudahkan umat membaca tanpa mengubah makna.
Varian Qira’at dalam Al-Qur’an: Bedanya Hanya Lafaz, Bukan Makna
Varian dalam Al-Qur’an adalah perbedaan dialek (lahjah), bukan penambahan/pengurangan. Contoh dari QS. Al-Baqarah: 132:
Teks Arab (Riwayat Hafs): وَوَصَّىٰ بِهَآ إِبْرَٰهِۦمُ بَنِيهِ وَيَعْقُوبُ يَٰبَنِىَّ إِنَّ ٱللَّهَ ٱصْطَفَىٰ لَكُمُ ٱلدِّينَ فَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ
Artinya (Terjemahan Kemenag RI): “Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Yakub. (Ibrahim berkata): ‘Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam.'”
Teks Arab (Riwayat Warsy, dari Ibnu Mas’ud): وَأَوْصَىٰ بِهَآ إِبْرَٰهِۦمُ بَنِيهِ وَيَعْقُوبُ يَٰبَنِىَّ إِنَّ ٱللَّهَ ٱصْطَفَىٰ لَكُمُ ٱلدِّينَ فَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ
Perbedaan: “Wawassa” (Hafs) vs. “Wa awsa” (Warsy). Makna sama, hanya dialek. Jumlah kata tetap sama di semua cetakan: 78,364 kata, 114 surah, 30 juz.
Perbandingan dengan Varian dalam Alkitab
Berbeda dengan Al-Qur’an, varian dalam Alkitab lebih substantif. Perjanjian Baru Yunani memiliki sekitar 138,000 kata, tapi varian mencapai 400,000-750,000. Contoh:
- Markus 16:9-20 tidak ada di manuskrip tertua, muncul belakangan. Ayat ini termasuk seruan “beritakan Injil” dan tanda iman seperti minum racun tanpa mati.
- Matius 19:29: Beberapa versi Yunani menyertakan “gunaika” (istri), membuat 8 kata; versi lain tidak, hanya 7 kata.
Teks Ibrani (untuk konteks perbandingan, meski bukan langsung dari ayat ini; mirip Kejadian 2:24 untuk konsep pernikahan): וְעָזַב אִישׁ אֶת-אָבִיו וְאֶת-אִמּוֹ וְדָבַק בְּאִשְׁתּוֹ וְהָיוּ לְבָשָׂר אֶחָד
Terjemahan (Berdasarkan LAI): “Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging.”
Varian ini karena 5,000+ manuskrip Yunani tidak sinkron, berbeda dengan Al-Qur’an yang terjaga.
Kesimpulan
Tuduhan Arthur Jeffery tentang mushaf Ibnu Mas’ud tidak akurat; varian Al-Qur’an hanyalah qira’at yang diajarkan Rasulullah SAW, dengan jumlah kata dan makna tetap. Perbandingan dengan Alkitab menunjukkan varian lebih besar, tapi kedua agama punya kekhasan. Kajian ini memperkuat iman Muslim dan ajak dialog lintas iman.
Dukung YPMA untuk pembangunan pondok pesantren dan masjid di Wonosalam, Jombang, serta binaan mualaf (600+ di Manado saja): Rekening BSI 1118889971 atas nama Yayasan Pembina Mualaf Attauhid Jawa Timur.
Wabillahi taufiq wal hidayah, wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

