Kisah Ibrahim bukan sekedar dongeng belaka
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, kita bertemu lagi di channel Graham Mualaf. Setiap malam Jumat, kita akan membahas tentang Ilmu kristologi bersama Ustadz Menachem Ali. Puasa sudah memasuki minggu kedua, dan semoga kita masih sehat. Kini, kita akan fokus pada Nabi Ibrahim. Kita akan membahas kisahnya secara berurutan hingga selesai, lalu pindah ke topik lain. Silakan tetap ikuti setiap malam Jumat di channel Graha Mualaf, channel Ustadz Menachem Ali, dan channel Edi Prayitno.
Pada kesempatan kali ini, ada berita bahwa ada cerita dalam Alquran yang menyebut Nabi Ibrahim pernah dibakar. Namun, kisah ini dianggap tidak nyata oleh beberapa orang karena tidak ada di kitab suci mereka, seperti Alkitab yang dipegang oleh Kristen dan kitab Taurat yang dipegang oleh Yahudi. Mereka sering menuduh bahwa Alquran memuat cerita dongeng. Tuduhan ini berbahaya karena bisa mempengaruhi orang Islam yang mendengarnya. Mereka beranggapan karena kisah Nabi Ibrahim tidak tercantum dalam kitab Taurat dan Perjanjian Lama, mereka menuduh Alquran tidak benar.
Diskusi mengenai Nabi Ibrahim sangat menarik karena dia adalah tokoh yang luar biasa, dikenal sebagai Abul Anbiya dalam tradisi Islam. Namanya di tempatkan dalam Alquran dan juga disebut dalam Injil Matius di Perjanjian Baru sebagai bagian dari silsilah hingga Daud. Kaum Yahudi juga mengenal tokoh yang bernama Ibrahim. Namun, kisah bahwa Ibrahim pernah dihukum bakar dianggap sebagai legenda oleh beberapa orang Kristen dan bukan fakta.
Apabila kisah ini dianggap dongeng, maka Alquran di anggap bukan fakta historis. Dalam Alquran terdapat informasi bahwa Ibrahim dihukum bakar, sehingga memunculkan pertanyaan mengapa hal ini dianggap sebagai fiksi. Di dalam Alquran, kita bisa merujuk pada surah as-Saffat, ayat 99, di mana Ibrahim menyatakan bahwa dia akan pergi untuk menghadap Tuhannya, yang akan memberinya petunjuk. Ayat ini menunjukkan bahwa Ibrahim akan berpindah dari satu lokasi ke lokasi lain.
Dalam Alquran juga ada istilah Muhajirin, yang berarti orang yang berhijrah. Hal ini menandakan bahwa Ibrahim memang melakukan perjalanan suci. Pertanyaannya adalah, peristiwa apa yang mengharuskan dia pergi berdasarkan petunjuk Ilahi dan apa yang menjadi penyebab tragedi tersebut. Dalam Alquran terdapat indikator yang mengisyaratkan hal ini, yang bisa kita telusuri lebih dalam dalam tafsir yang ditulis oleh Imam at-Thabari, untuk memahami konteks kisah tersebut.
Tafsir at-Thabari menjelaskan bahwa Ibrahim adalah orang yang berhijrah dari tanah kaumnya menuju tujuan yang ditentukan oleh Allah. Ini menjadi titik awal dari perjalanan yang penuh makna dan keberkahan yang berkaitan dengan sejarah nabi-nabi dan umat. Diskusi ini akan terus berlanjut saat kita menjelajahi lebih dalam kisah Nabi Ibrahim dalam Alquran dan tafsirnya, serta mempertimbangkan pandangan dari kitab-kitab lain. Semoga kita dapat memahami dan mencintai ajaran-ajaran Allah lebih dalam.
Dikatakan bahwa Allah berfirman kepada Ibrahim agar api menjadi dingin dan selamat. Ada anggapan dari orang-orang yang tidak akrab dengan literasi pra-Islam bahwa Alquran hanyalah dongeng. Mereka berpendapat bahwa kisah Ibrahim yang dibakar oleh Namrud menunjukkan bahwa Quran bukan fakta historis, tetapi fiksi. Namun, sebagai Muslim, kita tidak bisa menyebutnya dongeng. Masalahnya, kita perlu data yang mendukung untuk membandingkan Quran dengan dokumen lain agar orang yang menganggap Quran sebagai dongeng tidak dapat membenarkan pendapat mereka.
Dokumen yang bisa menjadi acuan awal adalah dokumen Yahudi, yang lebih tua dari Islam dan Kristen. Kita perlu merujuk pada dokumen tradisi Yahudi untuk mempelajari kebenarannya. Kita mengenalnya dengan Mikraot Gedolot (מקראות גדולות) yang merupakan kitab-kitab yang diterima oleh Musa, yaitu Kitab Kejadian, Kitab Keluaran, Kitab Imamat, Kitab Bilangan, dan Kitab Ulangan. Kita akan fokus pada Kitab Kejadian. Dalam Kitab Kejadian pasal 15 ayat 7, Tuhan berfirman kepada Ibrahim bahwa Dia yang membawa Ibrahim keluar dari Urkasdim untuk memberikan negeri itu sebagai miliknya.
Pesan ini mirip dengan yang ada dalam Alquran di mana Ibrahim disebut sebagai orang yang berhijrah. Dalam Alquran, Allah menunjukkan dia menuju lokasi lain sesuai petunjuk-Nya. Kitab Taurat, yang diakui oleh banyak orang Kristen, juga menyatakan hal yang sama. Ini menarik karena teks aslinya ditulis dalam bahasa asli. Dalam Kitab Taurat, Tuhan menyebutkan nama-Nya dan bahwa Dia telah membawa Ibrahim keluar menuju tanah yang dijanjikan, yaitu Tanah Kanaan.
Meskipun dalam teks tidak dijelaskan apa itu Urkasdim, orang Kristen sering kali menganggapnya sebagai kota. Namun, ada kesalahan dalam pemahaman ini. “Ur” dalam konteks ini berarti api atau cahaya, bukan kota. Dalam bahasa Ibrani, kota disebut dengan istilah berbeda. Hal ini menimbulkan kemungkinan bahwa kesalahpahaman ini berasal dari cara membaca yang salah.
Merujuk pada Targum Yonatan (תרגום יונתן), ada penjelasan lebih lanjut tentang Urkasdim, menyatakan bahwa Tuhan telah membawa Ibrahim keluar dari tungku api di kawasan Kasdim. Ini menunjukkan bahwa api yang menyala-nyala mengacu pada tungku api yang ada di sana. Terjemahan dari istilah itu menjadi penting dalam mendukung argumen bahwa yang dimaksud bukan sekadar kota, melainkan keadaan berbahaya di mana Ibrahim diselamatkan.
Dengan demikian, informasi dari dokumen Yahudi bisa membantu memperkuat pemahaman kita tentang peristiwa ini, menunjukkan bahwa ada koneksi antara teks-teks kuno yang membenarkan kisah yang terdapat dalam Alquran dan bahwa itu bukanlah sebuah dongeng, tetapi sebuah fakta sejarah yang diakui. Ini penting agar kita bisa menjelaskan kepada orang lain dan mempertahankan keyakinan kita dalam kebenaran teks-teks ini.
Berarti ini…, tafsirnya ayat suci ini penjelasannya. Kisah yang diceritakan dalam Taurat menegaskan memang Abraham itu dibawa keluar dari tungku api dari Kawasan Kasdim, Hal itu sendiri menegaskan juga peristiwa yang sama. Tapi hal itu juga dijelaskan di dalam Quran dikatakan “Yanarukunibardan wasalaman ala Ibrahim”, wahai api, jadilah engkau dingin dan jadilah keselamatan atas hidup Ibrahim. Kesimpulannya, kalau antara catatan Quran versi agama Islam dan catatan dari kitab versi agama Yahudi menyebutkan fakta dokumen yang sama, ceritanya sama, peristiwanya sama, berarti ini satu nafas atau beda nafasnya.
Pertanyaannya sekarang, apakah yang termaktub di dalam Alquran itu dongeng? Itu terjawab sekarang, jadi demikian saudaraku, jadi setelah kita mendengarkan paparan dari Ustadz Ali akhirnya terjawab sudah ini sebetulnya ada di dalam kitab suci mereka. Tetapi, karena kebanyakan hanya membaca terjemahan saja, akhirnya dibaca Urkasdim itu hanya dianggap sebagai Kota kasdim. Tapi, karena kebanyakan tidak membaca secara detail, apalagi membaca bahasa aslinya, yaitu kelemahan-kelemahan kan kelemahan Islam. Ya, bahkan kelemahan mereka juga. Alquran itu bisa membela dirinya sendiri bahwa apa yang ada dalam Alquran itu pasti benar, bukan sekedar Wahyu dari langit, tetapi ini fakta historis yang bisa kita validasi dokumennya yang ada di bumi dan itu termaktub di dalam dokumen saudara kita, generasi awal kaum Yahudi sendiri mengkonfirmasi itu.
Nah…, sekarang kita lihat dokumen yang ditulis oleh Saadia Gaon, ya itu tafsir dari dalam tulisan Ibrani, bukan tulisan Arab. Ini adalah Taurat, tapi versi dalam bahasa Arab, bahasa Arab coba cek lagi yang kitab kejadian pasal 15 ayat 7. Firman Tuhan kepadanya, Akulah Tuhan yang membawa engkau keluar dari urkasdim untuk memberikan negeri ini kepadamu menjadi milikmu. Nah itu terjemahannya, ya terjemahan sama, ya bahasa ibraninya tadi sudah kita kroscek yang versi yang ini semuanya sama.
Tapi kita lihat yang terjemahan dalam bahasa Arab versi Yahudi menarik itu. Ketika Tuhan menyatakan dirinya dan Tuhan berfirman kepadanya, Allah dan telah berkata Tuhan kepadanya yakni kepada Abraham. Allah yang mengeluarkan sendiri, yakni telah mengeluarkan engkau (Ibrahim), dikatakan apa? التَّنُّورُ (at-tannūr) Al kasdaniyyin. التَّنُّورُ (at-tannūr), dalam bahasa Arab itu artinya tungku api. Dalam bahasa Arab juga disebut التَّنُّورُ (at-tannūr), di sini disebutkan التَّنُّورُ (at-tannūr). Ini disebutkan apa? Ini dari tungku api yang menyala-nyala di kasdim, orang-orang kasdim, ya, disebutkan maksudnya yang telah mengeluarkan engkau, aku sendiri yang telah mengeluarkan engkau “Min” dari “التَّنُّورُ (at-tannūr) Al kasdaniyyin”, tungku api orang-orang kasdim. Jadi, kalau begitu memang Ibrahim itu dihukum bakar sebagaimana yang dikatakan di sini.
Nah yang lebih aneh lagi, ini saya bawa dokumen versi Kristen, tapi ini versi Kristen Arab. Tertulis ini kalau maksudnya itu ensiklopedi gerejawi, tafsir kitab Perjanjian Lama, komentar ayat per ayat, juz yang pertama, jilid yang pertama, kitab kejadian.. Nah siapa ini yang terlukis di halaman ini kan paus dari gereja Ortodok optik. Gereja Ortodok, ini bukan gereja Protestan, kalau Gereja Protestan punya kesimpulan lain. Tapi kalau kita merujuk pada dokumen Ortodoks.
Terus disebutkan pemimpin tertinggi dari gereja ala iskandariyah, gereja Ortodok koptik di Alexandria di Mesir, dan ini adalah dari gereja Al markushi, gereja yang didirikan oleh Markus sendiri ketika mengomentari ada ungkapan. Itu artinya cahaya atau api yang menyala-nyala.
Masalahnya, kalau Yahudi mengakui bahwa Abraham itu dihukum bakar di api yang menyala-nyala dan Quran menyebutkan bahwa Ibrahim dihukum di api yang menyala-nyala. Sementara itu Kristen Ortodok Koptik adalah api yang menyala-nyala, bagaimana mungkin ada orang yang berkata bahwa Quran itu dongeng? Jadi sebetulnya, apakah dokumen Ortodok itu dongeng? Apakah Quran itu dongeng? Apakah dokumen Yahudi itu dongeng? Mereka yang baru muncul pada era abad pertengahan, gereja Protestan itu kan muncul pada era pertengahan abad pertengahan tahun 1500-an berapa gitu, yang jelas itu abad pertengahan.
Bagaimana mungkin bisa membantah dokumen yang lebih awal seperti ini? Ini bukan hanya dokumen Yahudi, dokumen Kristen juga menyebutkan hal yang sama. Cuma masalahnya, pernah nggak membaca dokumen ini dan yang memvalidasi?
Jadi bagaimana mungkin dianggap itu sebagai dongeng Quran itu supaya kita ini kalau berbicara itu berdasarkan fakta dasar yang bisa kita validasi. Jika kita hanya membicarakan Quran saja, orang bisa berkata itu kata Quran. Mereka bisa tidak percaya dengan Quran, tetapi jika disodorkan dengan dokumen data Yahudi, bagaimana mungkin itu bisa dibantah. Apalagi dokumen dari gereja Ortodoks, bagaimana mungkin juga bisa dibantah? Apakah kamu mungkin berkata dokumen gereja dipengaruhi Islam atau dokumen Yahudi ini dipengaruhi Islam? Itu baru muncul setelah adanya Ortodoks, padahal itu lebih awal dari generasi abad pertama. Sementara Islam itu ada di abad ke-7 masehi, jaraknya 700 tahun. Bagaimana mungkin dokumen gereja Ortodoks dipengaruhi oleh Alquran?
Ini adalah jawaban yang bisa disampaikan. Alhamdulillah, sudah terjawab tuduhan yang mengatakan bahwa kisah Nabi Ibrahim yang dibakar hanyalah sebuah dongeng, adalah salah besar. Banyak orang yang tidak bisa menjawabnya, hanya berpegang pada Alquran. Jika mereka orang Kristen atau Yahudi berpendapat bahwa kisah Nabi Ibrahim dibakar itu dongeng, Pak Ali sudah menunjukkan bukti-buktinya. Apakah orang-orang ini masih bisa menjawab kalau itu hanya dongeng? Kita serahkan kepada pemirsa untuk menilai sendiri. Yang jelas, fakta-fakta sudah dipaparkan. Semoga ini bisa mencerahkan dan memberikan ilmu yang bermanfaat.
Bahkan pendeta-pendeta mereka pun mungkin belum membaca ayat-ayat ini dengan baik. Mereka hanya menafsirkan bahwa Urkasdim adalah sebuah nama kota, padahal itu adalah nyala api. Dengan demikian, kisah Nabi Ibrahim yang dibakar dalam Alquran tersebut dibenarkan oleh kitab-kitab yang lebih tua. Semua ini merupakan fakta sejarah. Dokumen-dokumen dari berbagai sumber harus dipertimbangkan. Awalnya, saya pesimis apakah Quran bisa divalidasi oleh dokumen Yahudi. Tapi ternyata, tidak semua dokumen Kristen mengingkari bahwa Ibrahim dihukum bakar. Hanya sebagian kecil yang menolak dan itu pun adalah dokumen setelah abad pertengahan. Sementara dokumen kuno dan purba sejalan dengan informasi dari Alquran dan dokumen Yahudi.
Jadi, semua tuduhan bisa dijawab. Mari ikuti kajian di Graha Mualaf tentang Islam, Kristologi, dan Yahudi. Yang tercatat dalam Alquran bukan hanya dokumen teologis, tetapi juga dokumen historis yang dapat dibuktikan. Itu bukan hanya versi Islam, tetapi juga dokumen dari luar Islam yang mengkonfirmasi yang tercatat dalam Alquran dan tidak bertentangan dengan dokumen era Islam.
Kami mengajak para donatur untuk menginfakkan hartanya
Silahkan anda bisa kirim ke rekening:
Bank SYARIAH INDONESIA
► Kode bank: (451) No Rek: 111-888-9971
► an. YPM At Tauhid Jawa Timur ,
► Bukti transfer dapat dikonfirmasikan ke :
HP/WA +6281235871100 (24 Jam)
Dukungan Anda sangat penting agar program-program kami dapat dilaksanakan dengan amanah. Oleh karena itu, kami mohon kepada bapak dan ibu untuk bersedekah atau berzakat untuk membantu program-program kegiatan YPM. Kami mengurusi lebih dari 600 mualaf dan santri di pondok pesantren Al Hadid. Kami mohon uluran tangan bapak ibu untuk zakat, infaq, sedekah demi kelangsungan ibadah dan dakwah. Terima kasih.
Hadanallah Waiyyakum
Wassalamualaikum
Blitar, Jum`at, 9 Mei 2025

