Kisah Islami

Karena pertolongan Allah 

بِنَصۡرِ ٱللَّهِ ۚ يَنصُرُ مَن يَشَآءُ ۖ وَهُوَ ٱلۡعَزِيزُ ٱلرَّحِيمُ

binaṣrillāh, yanṣuru may yasyā’, wa huwal-‘azīzur-raḥīm

karena pertolongan Allah. Dia menolong siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Penyayang.

Q.S Ar-Rum [30] : 5

Dalam ayat ini Allah Subhanahu Wa ta’ala menceritakan tentang kemenangan kaum Room dalam artian lain adalah bangsa Roma, mereka telah mengalahkan orang-orang yang tidak menyembah kepada Tuhan. Karena mereka melawan musuh Allah adalah orang-orang yang menyembah api dari bangsa Persia. Sebuah kejadian yang luar biasa di mana orang-orang muslimin kala itu mengharapkan kemenangan bangsa Romawi atas bangsa Persia, namun pada awalnya bangsa Romawi mengalami kekalahan. Selanjutnya pada surat Ar Ruum ini Allah memberitakan kepada nabinya Muhammad Shallallahu alaihi wasallam bahwasanya bangsa Romawi akan mengalahkan bangsa Persia yang tidak menyembah Tuhan dalam beberapa tahun setelah kekalahan. Dan benar Allah menempati janjinya dengan kemenangan bangsa Romawi terhadap bangsa Persia.

Sebuah perumpamaan dari pada kisah cerita perjuangan orang-orang yang menyembah Allah Subhanahu Wa ta’ala.  Mereka adalah orang-orang yang mengesakan Allah dengan segala hal yang sudah ditetapkan.  Ketika terjadi sebuah peperangan yang luar biasa antara mereka yang bertauhid kepada Allah kala itu yang bertempur melawan orang-orang yang ingkar terhadap Allah dengan menyembah api,  maka dari kita tersebut kita dapat ketahui bahwasanya orang-orang yang beriman selalu mendukung mereka yang teguh dengan keimanan terhadap Allah sebagai Tuhan yang Maha Esa.  Dari cerita tersebut dapat diambil sebuah hikmah bahwasanya mereka yang beriman akan selalu mendoakan sesama orang yang beriman.  Dan orang-orang beriman tidak akan pernah mau tunduk kepada mereka yang tidak beriman. 

Perumpamaan yang luar biasa bahwasanya mereka yang teguh pada pendirian untuk tetap menyembah Allah yang satu akan selalu berusaha menentang daripada penyembahan kepada selain Allah.  Sejatinya menyembah kepada Allah adalah sebuah kemurtlakan bagi di setiap manusia,  jika mereka tidak menyembah Allah maka layaknya sebagai manusia kita harus mengingatkan saudara-saudara kita.  Karena apapun yang disembah selain Allah adalah benda yang Allah sendiri telah menciptakan semuanya.  Benda-benda tersebut tidak dapat menolong diri mereka sendiri dari kehancuran dan mereka benda-benda tersebut tidak dapat menjadikan diri mereka sendiri sesuai dengan bentuk yang sudah Allah tetapkan.  Maka dari itu memerangi sebuah kemungkaran adalah sebuah kewajiban,  Karena sejatinya setiap manusia tidak ingin saudaranya itu terjatuh dalam lubang kenistaan dan kebodohan.  Maka dari itu dalam cerita dalam Alquran ini menjelaskan bahwasanya orang-orang yang beriman dan bertakwa akan selalu memerangi orang-orang yang kafir yang tertutup daripada rahmat Allah.  Dengan harapan sebelum terjadinya perang pun sudah disampaikan sebuah dakwah untuk memeluk Islam.  Namun apa daya terjadilah perang maka Islam pun dituntut untuk bisa bertahan dan juga melawan.  Walaupun awalnya mengalami kekalahan tetapi yakinlah bagi mereka yang menolong agama Allah, Allah sendiri yang akan menentukan kemenangan bagi setiap orang-orang yang menolong agama Allah.

Sehingga hukum pasti dalam sebuah kemenangan membela agama Allah itu pasti nyata bagi orang-orang yang selalu beriman dan percaya terhadap apa yang Allah sudah putuskan. Keimanan yang tinggi terhadap keputusan Allah tersebut menjadikan semua permasalahan dalam kehidupan ini menjadi mudah. Namun sebaliknya bagi mereka yang ingkar dan melanggar apa yang sudah Allah tetapkan maka kesengsaraan dan juga kebangkrutan akan menimpa. Siapakah mereka yang merugi? Jawabannya adalah mereka yang tidak mau ikut terhadap peraturan yang Allah sudah tetapkan. Banyak hal yang harus dirubah dalam menjalani kehidupan ini. Merubah terutama diri yang harus dipacu untuk terus beriman dan melakukan amal-amal Saleh, memaksa diri untuk terus berbuat baik, menjadwalkan terus-menerus apa yang harus dijadwalkan untuk berbuat baik, karena jika tidak terjadwal dan tidak ada kemauan yang kuat dari dalam diri maka kerugian itu pasti akan menimpa diri yang tidak mau melakukan kebaikan-kebaikan lainnya. 

Kejahatan dan juga kemaksiatan itu juga memerlukan kegigihan karena niat maka bisa terlaksana semua bentuk pelanggaran, apalagi untuk melakukan kebaikan dan ketaatan juga perlu paksaan dan juga niat yang besar. Apa yang dialami oleh orang-orang yang beriman dan juga beramal sholeh sudah ada ditetapkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala dalam Alquran. Kalau ingin ditolong oleh Allah maka yang harus dilakukan adalah menaati apa yang Allah sudah tetapkan. Karena pertolongan adalah sesuatu yang terjadi karena kita sudah tidak mampu lagi untuk menghadapi. Seandainya ketidakmampuan itu kita lakukan di tiap harinya maka hanya ada satu penolong bagi kita semuanya yaitu Allah Subhanahu Wa ta’ala terhadap urusan-urusan yang kita ingin lalui. Pada ayat di atas tersebut Allah menyatakan bahwasanya Allah akan menolong orang-orang yang Allah kehendaki. Maka untuk bisa berkehendak haruslah kita memiliki kemampuan yang kuat untuk juga berkehendak terhadap apa-apa yang sudah Allah perintahkan. Ketika kehendak kita itu sesuai dengan apa yang Allah saya tetapkan maka pertolongan Allah itu akan ada pada yang disebut sebagai orang-orang yang dikehendaki. Jadi pertolongan tersebut adalah untuk mereka yang memiliki kehendak yang kuat untuk merubah dirinya menjadi lebih baik di jalan Allah Subhanahu Wa ta’ala. Pertolongan itu muncul bukan karena hal-hal yang biasa, tapi karena melakukan sesuatu yang sangat luar biasa. Ketika hal-hal yang terjadi itu sudah luar biasa dan tujuannya hanya untuk melakukan pekerjaan yang diperintahkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala, maka dengan segala cara yang Allah tetapkan pertolongan itu akan muncul, pertolongan itu akan datang, dan pertolongan itu adalah sesuatu yang dekat.  

Perubahan-perubahan apa saja yang ingin kita lakukan dalam diri kita sejatinya harus dilandaskan pada apa yang sudah Allah tetapkan, jika hal itu tidak dilakukan maka sesuatu yang tidak sesuai dengan ajaran dan perintah Allah akan mempersulit jalan kehidupan kita. Dan pertolongan pertolongan itu pun tidak akan ada yang datang. Bagaimana cara mendatangkan pertolongan Allah? Melakukan semua yang Allah perintahkan dengan semaksimal mungkin dan karena Allah Subhanahu Wa ta’ala hanya akan menolong orang-orang yang menolong agamanya. Kalau pertolongan Allah itu dekat maka sejatinya semua yang ada akan bisa dilalui dengan mudah, karena kesulitan itu mendatangkan kemudahan yang besar pada setiap diri orang-orang yang menolong agama Allah.  

Dan dalam pernyataan Allah yang telah disebutkan bahwasanya Allah Maha Perkasa lagi maha Penyayang. Allah menyebutkan KeperkasaanNya terlebih dahulu baru menyatakan kasih sayangNya kepada orang-orang yang dikehendaki. Maka dari itu keperkasaan Allah harus kita ingat terlebih dahulu dalam semua kesulitan-kesulitan diri kita masing-masing. Baru setelah itu kita mengingat bahwasanya kasih sayang Allah akan datang kepada orang-orang yang Allah kehendaki karena kita melakukan kebenaran yang sesuai dengan syariat yang Allah tentukan. 

Hadanallah wa iyyakum 

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh 

Surabaya 1 Januari 2024 

Dalam perjalanan ke kota Malang selepas melakukan liburan di Sidoarjo semoga Allah merahmati apa yang kita kerjakan dan memudahkan segala yang kita hajatkan dan selalu ingat bahwasanya pertolongan itu harus dengan kekuatan dan kemauan harus sungguh-sungguh, ketaatan untuk beribadah kepada Allah itulah yang akan memberikan pertolongan kepada diri kita ketika sesuatu itu menjadi sulit.

Silahkan bagikan di :